Suatu Hari Nanti

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم   Asap tipis menyeruak dari tumpukan nasi putih kecoklatan. Tepat diatasnya teronggok daging kambing coklat besar yang sangat wangi, membangkitkan selera siapapun yang memandang. Jangan lupakan irisan bawang bombay manis atau kapulaga yang memancarkan aroma khas. Empat orang pria besar mengelilingi nampan putih sementara seorang pelayan Bengali datang dengan nampan lain…

Jeddah: Bandara Internasional King Abdul Aziz

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم “Lho kita turun di bandara internasional ya am (paman)?” tanya saya pada Musa yang tengah asyik memainkan stir. “Iya, instruksi Yusuf seperti itu.” Jawab Musa yang mirip aktor Morgan Freeman mengenakan gamis krem dengan motif garis-garis vertikal. Pada dasarnya tidak ada masalah apakah kita akan boarding melalui bandara internasional maupun bandara…

Jeddah: Aeropuerto Internacional Rey Abdul Aziz

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم   -¿Así que saldremos del aeropuerto internacional? Le pregunté a Musa que estaba ocupado jugando al volante. -Sí, esa es la instrucción Yusuf. Dijo el aspecto-como el actor Morgan Freeman llevaba un beige crema con un motivo de raya vertical. Básicamente no hay ningún problema si vamos a abordar a través…

Jeddah: King Abdul Aziz International Airport

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم “So we will depart from international airport?” I asked Musa who was busy playing the wheel. “Yes, that’s Yusuf instruction.” Said the looks-like Morgan Freeman actor wearing a cream beige with a vertical stripe motif. Basically there is no problem whether we will be boarding through the international airport or hajj…

Jeddah: Masjid Apung

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم Setelah puas memborong oleh-oleh di Pasar Balad kami melanjutkan perjalanan menuju Laut Merah. Begitu turun dari bus kami segera melaksanakan sholat dzuhur dan ashar di Masjid Apung. Terletak di tepi pantai Jeddah, bangunan yang bernama asli Masjid Ar-Rahmah ini dibangun oleh seorang wanita Saudi yang baru saja mendapat warisan. Siapa yang…

Jeddah: Mezquita Flotante

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم Después de cazar recuerdos en Balad Market continuamos el viaje al Mar Rojo. Una vez fuera del autobús realizamos inmediatamente las oraciones de dhuhur y ashar en la mezquita flotante. Los viajeros que tienen alta movilidad se les permite qasr o cortar la oración de 4 o 3 en 2 (normally…

Jeddah: Floating Mosque

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم After hunting souvenirs in Balad Market we continue the journey to the Red Sea. Once off the bus we immediately perform the dhuhur and ashar prayers at the Floating Mosque. Traveler who have high mobility are allowed to qasr or cut the prayer from 4 or 3 into 2 (normaly dhuhur,…

Jeddah: Pasar Balad

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم  Bukan travel umrah bila tidak membawa jamaah ke Pasar Balad. Begitu Musa membuka pintu bus, jamaah segera menghambur keluar seolah tak sabar untuk memborong oleh-oleh. Bersama Wahyudi mereka menyeberangi jalan raya yang memisahkan lapangan parkir dan areal pasar; adapun saya berjalan belakangan bersama Pak Nugie dan Nek Sri yang kakinya sakit….

Jeddah: Balad Market

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم It will be strange if certain umrah agency did not bring their pilgrims to Balad Market. Because almost all pilgrims know about the place. As soon as Musa opened the bus door, the pilgrims immediately burst out. Perhaps they would not delay the souvenir hunting. Together with Wahyudi they crossed the…

Jeddah: Mercado de Balad

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم Será extraño que una agencia de la Umrah no traiga a sus peregrinos al Mercado Balad. Porque casi todos los peregrinos conocen el lugar. Tan pronto como Musa abrió la puerta del autobús, los peregrinos inmediatamente estallaron. Tal vez no retrasaran la caza de recuerdos. Junto con Wahyudi cruzaron la autopista…