Istanbul: Misir Carsisi (Pasar Mesir)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم “Sudah berapa?” tanya Munya pada saya dalam bahasa Inggris. Gadis gemuk itu bolak-balik bertanya pada saya tiap kali jamaah mengambil lembar kerudung entah yang merah, kuning, bunga-bunga, biru, dan lain-lain. “Baru tiga.” Jawab saya sementara Bu Erni sibuk mengobok-obok tumpukan jilbab di rak sebelah. “Berarti tujuh lagi.” Gadis ini memang cerdas…

Istanbul: Misir Carsisi (Egyptian Market)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم “How many?” Asked Munya in English. The chubby girl went back and forth asking me every time the pilgrim took the scarf, whether red, yellow, flowers, blue, and so on. “Just three.” I replied while Mrs. Erni was busy tearing the pile of hijab in the next shelf. “Means seven more.”…

Istanbul: Mengarungi Selat Bosporus

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم “Toooottttt…” teriak cerobong kecil kapal seraya menyemburkan asap tipis warna putih. Bunyi mesin Istanbul City (nama kapal yang kami tumpangi) mirip suara mesin lokomotif diesel. Bising dan kasar namun entah mengapa menggambarkan kegagahan. Awak pelabuhan yang tadi melepaskan tali pengikat tampak semakin kecil ketika Istanbul City berayun menuju tengah laut. Udara…

Istanbul: Bosporus Cruise

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم “Toooottttt …” shouted the ship’s small chimney while spitting out a thin, white smoke. The sound of the Istanbul City machine (the name of the ship we were board) resembled the sound of a diesel locomotive. Noisy and rude but somehow describes valor. The port crew who had unfastened the rope…

Istanbul: Sentra Kerajinan Kulit

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم Zyvana mempersilakan kami duduk di kursi kecil tak berlengan yang berjejer bak permen warna-warni di dalam kotaknya. Merah, ungu, biru, atau hijau. Sementara seorang pelayan membagikan sloki kecil berisi teh Turki, wanita asal Kroasia itu berdiri di atas cat walk seraya menjelaskan cara kerja toko ini. Dengan rambut pirang panjang dikuncir,…

Istanbul: Leather Factory

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم Zyvana invited us into a small room furnished with unarmed lovely colored chairs. Like a group of candy in the box; red, purple, blue, or green all in. While a waiter handed out a small slice of Turkish tea, the Croatian woman stood on the walking cat while explaining how the…

Istanbul: Museum Panorama

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم Jarak antara lapangan parkir dan pintu masuk museum sebenarnya tidak jauh, hanya sekitar 50 meter. Meskipun demikian langkah demi langkah di jalan berbatu antara dua taman terasa begitu berat bagai berjalan diatas lembutnya pasir gurun. Pohon-pohon tanpa daun bagai menatap angkuh, demikian pula rerumputan hijau pucat yang tampak malas-malasan menghadapi musim…

Istanbul: Panorama Museum

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم The distance between parking lot and museum entrance just about 50 meters away. Nevertheless, walking on a rocky road between two parks is so heavy as it runs on the gentle desert sand. The leavesless trees staring at us, as well as the pale green grass. Ironically a pink ice cream…

Istanbul: Manisan Tradisional Khas Turki

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم Akhirnya tur hari ini selesai juga. Selesai makan malam tiap keluarga kembali ke kamar masing-masing; sementara satu-satunya kawan saya di kamar adalah dinginnya udara Istanbul. Duduk sejenak seraya menyalakan televisi yang menayangkan film seri kesukaan saya, Dirilis Ertugrul. “Betapa bahagianya hari ini.” Ujar saya dalam hati, “Turnya seru dan jamaah tidak…

Istanbul: Turkish Delights

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم Finally our tour is finished. After dinner each family back to their respective rooms; while my only friend in the room was the winter wind of Istanbul. Sitting for a moment while turning on the television that aired my favorite movie, Dirilis Ertugrul (Resurrection Ertugul). “What a nice day,” I said,…