Al-Haramain Museum

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ Saya dan Wahyudi menawarkan untuk berkunjung ke Museum Haramain yang berisi benda-benda bersejarah seperti tangga kayu yang dahulu digunakan untuk masuk ke Ka’bah atau sumur zamzam lengkap dengan timbanya. Namun kebanyakan jamaah sudah terlalu letih hingga kami pun segera kembali ke hotel. Hanya keluarga Dokter Keiko yang masih antusias, namun apa…

Gua Hira

Saya teringat saat mendaki gunung bernama Jabal Nur bersama beberapa orang jamaah. Perjalanan kami dimulai dari pangkalan taksi di depan hotel Al-Masa’ dimana seorang kakek Arab yang ramah menyetujui tawaran kami. Dengan ongkos sepuluh real per orang, sang syaikh bersedia mengantar ke kaki gunung dan menunggu hingga kami kembali. Maka kami pun berangkat menggunakan GMC…

Thaif: ketika benci menjadi cinta

  Beberapa tahun lalu sahabat saya Syafii pernah bercerita tentang kunjungannya ke Thaif. Demikian menarik kisahnya hingga saya termakan rayuan untuk mengikuti jejaknya. Alhamdulillah di bulan Ramadhn saya mendapat kesempatan untuk mengunjungi kota tersebut. Berangkat sekitar jam tujuh pagi, perjalanan dari Makkah ditempuh dalam waktu dua jam. Mengendarai coaster yang dikemudikan oleh Majid, supir asal…

Masjid Ji’ronah

Kami tiba di Masjid Ji’ronah yang terletak di sebuah sumber air antara Makkah dan Thaif. Berukuran jauh lebih kecil daripada Masjid Dzul Hulaifah atau Masjid Aisyah, Masjid Ji’ronah terasa semakin kecil berkat antrean panjang kaum ibu di depan toilet wanita. Antrean di toilet laki-laki pun sebenarnya juga padat namun kebanyakan para pria hanya mengambil wudhu…

Rohingyaku sayang

Sebuah gelombang besar menghambur dari dalam bus. Pria dan wanita, tua maupun muda; semua menerjang dengan ganas ke dalam kebun kurma. Demikian hebat hempasan tsunami jamaah hingga saya pun terpaksa kembali menepi. “Ustadz, ana terhalang ombak.” Teriak saya pada ustad Ali yang berdiri di seberang. “Enggak apa-apa, ana berenang.” Pria keturunan arab yang ganteng itu…

Tahallul: Berakhirnya Larangan Ihram

Setelah menyelesaikan sa’i kami berlima kembali ke hotel melalui Gerbang Marwah. Reyhan merengek karena perutnya sakit namun tiap kali diajak ke toilet yang jagoan kecil itu justru ngotot untuk kembali ke hotel. “Di kamar saja.” Katanya sambil sesungukan. “Mau kemana pak?” tanya Pak Nugroho. “Saya mau ke tukang cukur dulu pak. Mau ikut?” “Mau sih…Tapi…”…

Mina: Melontar Jumrah

Bus bergerak menuju sebuah tanah lapang yang berbatasan dengan tebing di sisi kirinya. Diatas tebing itu berdiri istana gubernur beserta pagarnya yang kokoh; mirip sekali dengan kastil abad pertengahan. Berseberangan dengan istana terdapat areal kosong yang dibatasi pagar kawat; di dalamnya nampak tenda-tenda putih yang dilengkapi AC. Tepat diantara tebing dan areal berpagar terdapat jalur…

Mabit di Muzdalifah

Puas mengelilingi Arafah kami pun berangkat ke Masjid Ji’ronah. Ada rasa sedih saat meninggalkan Arafah mengingat di tempat inilah turun ayat terakhir yang berbunyi, “…Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam menjadi agama bagimu.”[1] Dalam perjalanan kami melewati wilayah Muzdalifah yang pada musim haji digunakan…

Mari Kita Wukuf di Arafah

            Penuh. Kiranya hanya kata itu yang dapat menggambarkan suasana Makkah menjelang pelaksanaan wukuf. Bandara-bandara telah ditutup seminggu sebelum wukuf dan semua calon haji yang masih berada di Madinah diberangkatkan menuju Makkah. Sebuah kafilah besar bus yang mengangkut manusia dari berbagai penjuru dunia. Penuhnya Makkah menjelang wukuf mungkin hanya dapat disaingi kondisi pada sepuluh hari…

Sa’i Antara Dua Bukit Bersejarah

Selesai thowaf kami menuju tempat dimana Bukit Shafa dan Bukit Marwah berada. Menyusuri sebuah ruang penuh sesak oleh orang-orang yang shalat maupun minum zamzam, perjalanan dilanjutkan dengan mendaki sebuah ramp. Begitu sampai di lantai dua kami dapat melihat Ka’bah di kanan sedangkan di kiri tampak ribuan orang berjalan tengah menanjak ke sebuah bukit. Itulah Bukit…