Mabit di Muzdalifah

Puas mengelilingi Arafah kami pun berangkat ke Masjid Ji’ronah. Ada rasa sedih saat meninggalkan Arafah mengingat di tempat inilah turun ayat terakhir yang berbunyi, “…Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam menjadi agama bagimu.”[1] Dalam perjalanan kami melewati wilayah Muzdalifah yang pada musim haji digunakan…

Air zamzam yang diberkati

Alhamdulillah kami telah sholat sunnah di belakang Maqam Ibrahim; menyampaikan segala hajat pada Allah yang Menguasai Alam Semesta. Sambil duduk saya memperhatikan para jamaah; tidak peduli semodis apapun mereka, dengan kekayaan yang melimpah dan jabatan yang termasuk super elit, semua bersungguh-sungguh dalam mengharap ridho Allah. Ampunan, harapan, serta keselamatan di dunia dan akhirat merupakan permintaan…

Sholat di Belakang Maqam Ibrahim

Setelah menyelesaikan putaran ketujuh kami pun meninggalkan Mathof lalu menuju areal sholat yang berada dekat Masa’ (tempat melaksanakan sa’i). Keluar dari mathof bukan pekerjaan mudah karena kita akan berhadapan dengan arus manusia yang tidak dapat diprediksi. Sebagian berjalan pelan dan yang lain agak kencang. Maka angkatlah tangan atau mintalah izin secara sopan, in sya’ Allah…

Memasuki Masjidil Haram

Setengah jam kemudian kami berkumpul di lobby untuk menuju Masjidil Haram. Biasanya diantara jamaah ada yang hendak melaksanakan umroh menggunakan kursi roda; untuk itulah kami menyiapkan pemandu khusus. Alhamdulillah para pemandu khusus ini tak lain dari putra-putri nusantara yang amanah, penuh perhatian, serta mampu berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia secara jelas. In sya’ Allah para jamaah…

Museum Asmaul Husna

Saya berjalan kaki menuju gerbang 15 yang teretak di barat Masjid Nabawi, disanalah hotel saya berada. Udara masih agak dingin hingga hamparan marmer biru keabuan tampak seperti danau yang membeku. Disana-sini banyak wanita Bangladesh yang tidur di bawah payung-payung besar warna putih yang terbuka dan tertutup secara otomatis. Mau tidak mau saya harus melewati areal…

Peternakan Unta

kami berjalan disamping danau putih kehijaun. Rumput-rumput hijau pendek seakan tak terganggu teriknya musim panas. Sebuah pintu air warna abu-abu mengingatkan saya pada kota Kudus, hanya saja disini agak sulit untuk mendapatkan soto. Di persimpangan jalan pemandangan pun berubah. Yang ada kini hanyalah hamparan padang pasir putih kemerahan yang dipayungi tiang-tiang listrik raksasa. Tepat dibawah…

Haji Pada Masa Hindia Belanda

Siapa tak kenal Indonesia? Negeri kepulauan terbesar di dunia sekaligus negeri dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Alhamdulillah lima rukun Islam berkembang subur di negeri ini. Syiar-syiar Islam pun mendapat dukungan pemerintah, buktinya kumandang adzan saja dapat terdengar dimana-mana. Negeri yang kaya akan sejarah dan budaya ini juga Allah berkahi dengan kekayaan alam seperti rempah-rempah,…

Thaif

Alhamdulillah akhirnya kami berkunjung ke kota Thaif. Sekitar dua jam Dari Makkah mengendarai coaster, mobil kami pun meliuk-liuk di jalur yang kanan-kirinya tebing tinggi. Di Kota yang nyaris dilempar gunung oleh malaikat ini kami mengunjungi masjid Abbas, pasar buah, juga kebun binatang. Dari kota ini pernah muncul beberapa tokoh seperti sahabat Abu Bakrah, Hajjaj bin…

Keberangkatan

“Makasih pak.” Kata saya pada pak supir yang telah menurunkan koper dari bagasi. Seraya menutup pintu bagasi, sosok berkacamata tebal itu menjawab, “Sama-sama pak.” Setelah mengambil troli yang baru saja ditinggalkan penggunanya, saya pun menuju titik berkumpul jamaah travel kami. Ternyata disana telah menunggu para jamaah yang mengenakan pakaian khas travel kami; ada yang berfoto…