Jakarta: Perjumpaan & Perpisahan

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم Hati saya berbunga-bunga ketika pesawat mendarat di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Betapa tidak, setelah menempuh perjalanan empat jam menuju Istanbul, menunggu waktu transfer kurang lebih empat jam pula, lalu kemudian terbang ke Jakarta selama 12 jam; rasanya tubuh ini remuk. Memang selama perjalanan itu saya sempat beberapa kali tidur namun tetap…

Istanbul: Misir Carsisi (Pasar Mesir)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم “Sudah berapa?” tanya Munya pada saya dalam bahasa Inggris. Gadis gemuk itu bolak-balik bertanya pada saya tiap kali jamaah mengambil lembar kerudung entah yang merah, kuning, bunga-bunga, biru, dan lain-lain. “Baru tiga.” Jawab saya sementara Bu Erni sibuk mengobok-obok tumpukan jilbab di rak sebelah. “Berarti tujuh lagi.” Gadis ini memang cerdas…

Istanbul: Mengarungi Selat Bosporus

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم “Toooottttt…” teriak cerobong kecil kapal seraya menyemburkan asap tipis warna putih. Bunyi mesin Istanbul City (nama kapal yang kami tumpangi) mirip suara mesin lokomotif diesel. Bising dan kasar namun entah mengapa menggambarkan kegagahan. Awak pelabuhan yang tadi melepaskan tali pengikat tampak semakin kecil ketika Istanbul City berayun menuju tengah laut. Udara…

Istanbul: Sentra Kerajinan Kulit

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم Zyvana mempersilakan kami duduk di kursi kecil tak berlengan yang berjejer bak permen warna-warni di dalam kotaknya. Merah, ungu, biru, atau hijau. Sementara seorang pelayan membagikan sloki kecil berisi teh Turki, wanita asal Kroasia itu berdiri di atas cat walk seraya menjelaskan cara kerja toko ini. Dengan rambut pirang panjang dikuncir,…

Istanbul: Museum Panorama

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم Jarak antara lapangan parkir dan pintu masuk museum sebenarnya tidak jauh, hanya sekitar 50 meter. Meskipun demikian langkah demi langkah di jalan berbatu antara dua taman terasa begitu berat bagai berjalan diatas lembutnya pasir gurun. Pohon-pohon tanpa daun bagai menatap angkuh, demikian pula rerumputan hijau pucat yang tampak malas-malasan menghadapi musim…

Istanbul: Manisan Tradisional Khas Turki

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم Akhirnya tur hari ini selesai juga. Selesai makan malam tiap keluarga kembali ke kamar masing-masing; sementara satu-satunya kawan saya di kamar adalah dinginnya udara Istanbul. Duduk sejenak seraya menyalakan televisi yang menayangkan film seri kesukaan saya, Dirilis Ertugrul. “Betapa bahagianya hari ini.” Ujar saya dalam hati, “Turnya seru dan jamaah tidak…

Istanbul: Mata Air Basilica

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم “Kita ke Basilica Cistern yuuuukkk.” Dokter Keiko membujuk, “Mumpung sudah disini.” Kunjungan ke Basilica tidak tercantum dalam jadwal namun tidak singgah di tempat yang luar biasa menarik itu sama artinya dengan penyesalan. Saya meminta pendapat jamaah yang lain, ternyata mereka setuju. Senyum bahagia merona di wajah Dokter Keiko. Menyeberangi jalan berbatu…

Istanbul: Hagia Sophia

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم Pucuk dicinta ulam tiba. Seolah menjadi klimaks dari padatnya rangkaian acara hari ini, Hagia Sophia atau Aya Sofia menyambut kami dengan angkuh; bagai raksasa yang jemu menanti rombongan semut kecil. Tidak semua jamaah ikut masuk ke dalam museum yang dahulu berfungsi sebagai gereja kemudian masjid itu. Pak Anwar dan Bu Ani,…

Istanbul: Istana Topkapi

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم   Bus putih kembali menyusuri jalan sempit yang berbatasan dengan tembok kota tua. Namun kali ini di sisi kiri nampak laut biru yang meski sempit namun dipenuhi kapal-kapal kecil maupun besar. Di seberang sana tampak rumah-rumah bercat putih memenuhi bukit yang di atasnya terdapat menara hijau beratap runcing. Jembatan besi kecil…

Istanbul: Makam Abu Ayyub al-Anshari

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم Berjalan 15 menit melewati reruntuhan tembok kota wana putih kemerahan, bus putih kami berhenti di sebuah lapangan parkir beralas konblok abu-abu. Dari kaca depan nampak gundukan tanah tinggi yang ditutupi pagar hijau. Di baliknya terdapat nisan-nisan batu warna abu-abu dan pohon-pohon besar yang seolah menaungi. “Bapak ibu sekalian, kita sudah sampai…