Manasik Online

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم   Tak terasa program manasik online sudah memasuki bulan keempat. Kini, saya tengah menyiapkan materi untuk siaran hari kamis (15 Februari 2018) in sya’ Allah. Apapun kegiatannya, mempersiapkan diri dan materi merupakan kebiasaan yang baik dan harus dimiliki oleh tiap professional. Mengapa? Karena kita tidak bisa seenaknya mencari alasan atau pembenaran…

The Online manasik Program

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم   What a day for online manasik (tutorial of hajj and umrah) program that entered the fourth month. Now, I am preparing the material for the broadcast on Thursday (February 15, 2018) in sha ‘Allah. Whatever the activities, preparing both ourself and material is good habit that must be owned by…

El programa manasik en línea

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم Qué día para el programa manasik en línea (tutorial de hajj y umrah) que entró en el cuarto mes. Ahora, estoy preparando el material para la transmisión el jueves (15 de febrero de 2018) en sha ‘Allah. Cualesquiera que sean las actividades, prepararnos a nosotros mismos y al material es un…

Jakarta: Perjumpaan & Perpisahan

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم Hati saya berbunga-bunga ketika pesawat mendarat di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Betapa tidak, setelah menempuh perjalanan empat jam menuju Istanbul, menunggu waktu transfer kurang lebih empat jam pula, lalu kemudian terbang ke Jakarta selama 12 jam; rasanya tubuh ini remuk. Memang selama perjalanan itu saya sempat beberapa kali tidur namun tetap…

Istanbul: Misir Carsisi (Pasar Mesir)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم “Sudah berapa?” tanya Munya pada saya dalam bahasa Inggris. Gadis gemuk itu bolak-balik bertanya pada saya tiap kali jamaah mengambil lembar kerudung entah yang merah, kuning, bunga-bunga, biru, dan lain-lain. “Baru tiga.” Jawab saya sementara Bu Erni sibuk mengobok-obok tumpukan jilbab di rak sebelah. “Berarti tujuh lagi.” Gadis ini memang cerdas…

Istanbul: Mengarungi Selat Bosporus

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم “Toooottttt…” teriak cerobong kecil kapal seraya menyemburkan asap tipis warna putih. Bunyi mesin Istanbul City (nama kapal yang kami tumpangi) mirip suara mesin lokomotif diesel. Bising dan kasar namun entah mengapa menggambarkan kegagahan. Awak pelabuhan yang tadi melepaskan tali pengikat tampak semakin kecil ketika Istanbul City berayun menuju tengah laut. Udara…

Istanbul: Sentra Kerajinan Kulit

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم Zyvana mempersilakan kami duduk di kursi kecil tak berlengan yang berjejer bak permen warna-warni di dalam kotaknya. Merah, ungu, biru, atau hijau. Sementara seorang pelayan membagikan sloki kecil berisi teh Turki, wanita asal Kroasia itu berdiri di atas cat walk seraya menjelaskan cara kerja toko ini. Dengan rambut pirang panjang dikuncir,…

Istanbul: Museum Panorama

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم Jarak antara lapangan parkir dan pintu masuk museum sebenarnya tidak jauh, hanya sekitar 50 meter. Meskipun demikian langkah demi langkah di jalan berbatu antara dua taman terasa begitu berat bagai berjalan diatas lembutnya pasir gurun. Pohon-pohon tanpa daun bagai menatap angkuh, demikian pula rerumputan hijau pucat yang tampak malas-malasan menghadapi musim…

Istanbul: Manisan Tradisional Khas Turki

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم Akhirnya tur hari ini selesai juga. Selesai makan malam tiap keluarga kembali ke kamar masing-masing; sementara satu-satunya kawan saya di kamar adalah dinginnya udara Istanbul. Duduk sejenak seraya menyalakan televisi yang menayangkan film seri kesukaan saya, Dirilis Ertugrul. “Betapa bahagianya hari ini.” Ujar saya dalam hati, “Turnya seru dan jamaah tidak…

Istanbul: Mata Air Basilica

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم “Kita ke Basilica Cistern yuuuukkk.” Dokter Keiko membujuk, “Mumpung sudah disini.” Kunjungan ke Basilica tidak tercantum dalam jadwal namun tidak singgah di tempat yang luar biasa menarik itu sama artinya dengan penyesalan. Saya meminta pendapat jamaah yang lain, ternyata mereka setuju. Senyum bahagia merona di wajah Dokter Keiko. Menyeberangi jalan berbatu…