الحكم (Maha Pemutus Perkara)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

أَفَغَيْرَ اللَّهِ أَبْتَغِي حَكَمًا وَهُوَ الَّذِي أَنْزَلَ إِلَيْكُمُ الْكِتَابَ مُفَصَّلًا وَالَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْلَمُونَ أَنَّهُ مُنَزَّلٌ مِنْ رَبِّكَ بِالْحَقِّ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ

Maka patutkah aku mencari hakim selain dari Allah, padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (Al-Qur’an) kepada kalian dengan terperinci? Orang-orang yang telah Kami datangkan kitab kepada mereka, mereka mengetahui bahwa Al-Qur’an itu diturunkan dari Tuhanmu dengan sebenarnya Maka janganlah kalian sekali-kali termasuk orang yang ragu-ragu.(QS. Al An’am: 114)

Allah memerintahkan rasul-Nya untuk menyampaikan ayat tersebut pada orang-orang yang tetap bertahan pada kesyirikan. Orang-orang tersebut terus meminta diperlihatkan mukjizat semata-mata untuk membantah rasulullah. Mereka bahkan telah mendengar isi Al Qur’an dan mengetahui kebenarannya akan tetapi terus bersikap kepala batu.

Sikap keras kepala tidak hanya menempel pada orang-orang musyrik Arab yang tidak memiliki kitab suci (namun telah mencapai tingkat kesusateraan yang demikian tinggi hingga paham bahwa Al Qur’an bukanlah syair); namun juga mengghinggapi sebagian Yahudi dan Nasrani yang memiliki akses ke dua kitab Allah (Taurat dan Injil).

Mereka dengan sadar menyangkal firman Allah yang ada di dalam kitab-kitab mereka tentang kedatangan dan ciri-ciri nabi terakhir,

الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءَهُمْ ۖ وَإِنَّ فَرِيقًا مِنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.(QS. Al Baqarah: 146)

يَاأَهْلَ الْكِتَابِ لِمَ تَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللّهِ وَأَنتُمْ تَشْهَدُونَ

Hai Ahli Kitab, mengapa kamu kafir kepada ayat-ayat Allah, padahal kamu mengetahui (kebenarannya).(QS. Al Imran: 70)

وَلَمَّا جَاءَهُمْ رَسُولٌ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَهُمْ نَبَذَ فَرِيقٌ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ كِتَابَ اللَّهِ وَرَاءَ ظُهُورِهِمْ كَأَنَّهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa (kitab) yang ada pada mereka, sebahagian dari orang-orang yang diberi kitab (Taurat) melemparkan kitab Allah ke belakang (punggung)nya, seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah kitab Allah).(QS. Al Baqarah: 101)

Batasan bagi Ahli Kitab

Yahudi dan Nasrani tetap boleh berpegamg pada Taurat dan Injil (yang isinya belum diubah) selama belum muncul nabi yang terakhir, yaitu Muhammad sholallahu alaihi wa sallam. Adapun ketika beliau telah muncul maka mereka wajib untuk beriman padanya, sebagaimana yang beliau sabdakan

((والذينفس محمد بيده لا يسمع بي أحد من هذه الأمة يهودي ولانصراني ثم يموت ولم يؤمن بما أرسلتبه إلا كان من أصحاب النار)) رواه مسلم.

Demi dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya. Tiada seorang pun dari umat ini yang mendengar seruanku, baik Yahudi maupun Nasrani, tetapi ia tidak beriman kepada seruan yang aku sampaikan, kemudian ia mati, pasti ia termasuk penghuni neraka. (HR. Muslim)

Lalu bagaimana dengan surat Al Baqarah ayat 62 yang sering dijadikan dalil bagi kaum liberal untuk mempromosikan pluralisme? Maka ketahuilah bahwa ayat tersebut berlaku bagi Yahudi, Nasrani, dan Shabi’in yang beriman pada Allah kitab-kitab-Nya (termasuk membenarkan kedatangan nabi terakhir) pada masa sebelum diutusnya Nabi Muhammad. Adapun setelah jelas kabar tentang kemunculan beliau (Nabi Muhammad) maka mereka wajib beriman pada beliau.

Setelah muncul risalah yang dibawa oleh Muhammad sholallahu alaihi wa sallam maka syariat agama sebelumnya telah diganti oleh syariat Islam dan Allah tidak menerima agama kecuali Islam. Ayat yang membenarkan hal ini dapat dilihat di Ali Imran ayat 19 dan 85 serta Al Maidah ayat 3.

Arti Al Hakam

Nama Al Hakam memiliki arti yang sama dengan Al Hakim yaitu Yang memberi keputusan diantara hamba-Nya sesuai dengan kehendak-Nya. Tiada yang dapat membantah atau menolak hukum-Nya.

Wallahu a’lam bishowwab

Sumber gambar:

https://www.gites.fr/gites_oporto-pinheiro-downtown_porto_h3109060_en.htm

2 Comments Add yours

  1. NOIST ISLAM berkata:

    semoga kita dilinduni oleh allah amin

    Disukai oleh 1 orang

    1. Ryan Mayer berkata:

      allahumma aamiyn

      Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s