الهادي (Maha Memberi Petunjuk)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا مِنَ الْمُجْرِمِينَ وَكَفَى بِرَبِّكَ هَادِيًا وَنَصِيرًا

Dan seperti itulah telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong.(Al Furqan: 31)

Ada saat dimana seseorang (tidak semua orang) merenungkan hal-hal yang lebih besar daripada harta, kedudukan, pasangan, atau romantika belaka. Mereka memikirkan sesuatu yang dapat disadari namun tak dapat dilihat atau didengar begitu saja. Yang mereka cari lebih dari sekedar cinta yang dianggap oleh sebagian kaum adalah hal terbesar di dunia. Yang mereka cari adalah kebenaran sejati serta kehidupan di akhirat kelak.

Para pencari kebenaran ini datang dari berbagai kalangan. Kekayaan, gender, atau tingkat intelektual tak jadi soal; karena semuanya terusik oleh keingintahuan yang amat besar.

Diantara mereka ada yang akhirnya tenggelam dalam filsafat atau kelompok kebatinan. Sebagian yang lain berpindah agama. Dan sebagian yang lain menemukan bahwa tujuan hidup adalah untuk menghamba pada Allah.

Para pencari kebenaran tidaklah sedikit walau mereka jelas tidak sebanyak orang yang mencukupkan hidupnya sekedar memenuhi kesenangan duniawi berupa harta, lawan jenis, kedudukan, hingga permainan.

Para pencari kebenaran bersungguh-sungguh dalam pencarian mereka akan tetapi Allah memutuskan siapa yang Ia beri petunjuk dan siapa yang tidak. Jangan katakan Allah tidak adil akan tetapi ingatlah bahwa Allah adalah Al Malik (Raja Tertinggi) dan Ar Robb (Sang Pemilik Semesta) serta Al Qodir (Yang Maha Menakdirkan). Dan Allah adalah Al Hadi atau Yang Maha Memberi Hidayah (petunjuk).

Hidayah Al Bayan

Allah memberi petunjuk bagi para pencari kebenaran entah dengan merenungkan penciptaan alam semesta atau dengan menyaksikan syiar-syiar Islam seperti adzan, sholat, puasa, zakat, atau haji ke baitullah.

Allah juga memberi mereka akses untuk mempelajari hakikat Islam, kandungan Al-Qur’an, hadits-hadits yang bersumber dari rasulullah, perjalanan hidup Nabi Muhammad, hingga biografi para sahabat yang telah mengorbankan nyawa maupun harta mereka demi tegaknya Islam. Petunjuk ini dinamakan hidayatul bayan atau keterangan. Allah berfirman dalam surat At Taubah ayat 115,

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِلَّ قَوْمًا بَعْدَ إِذْ هَدَاهُمْ حَتَّىٰ يُبَيِّنَ لَهُمْ مَا يَتَّقُونَ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Dan Allah sekali-kali tidak akan menyesatkan suatu kaum, sesudah Allah memberi petunjuk kepada mereka sehingga dijelaskan-Nya kepada mereka apa yang harus mereka jauhi. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Hidayah Taufik

Tidak semua yang memperoleh akses ke hidayah al bayan lantas menerima Islam sebagai jawaban dari apa yang mereka cari. Sebagian diberi taufik oleh Allah untuk menerima dan tunduk patuh sepenuhnya pada Allah dan rasul-Nya. Allah berfirman di surat Al Maidah ayat 16,

يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ وَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.

Adapun sebagian yang lain justru berpaling atau menentang setelah datangnya petunjuk yang sudah amat jelas. Kaisar Romawi Heraklius, mayoritas Bani Israil, Kaum Aad, Kaum Aikah, Fir’aun dan pengikutnya, serta Kaum Tsamud merupakan contoh dari golongan ini. Allah berfirman di surat Al Fushilat ayat 17,

وَأَمَّا ثَمُودُ فَهَدَيْنَاهُمْ فَاسْتَحَبُّوا الْعَمَىٰ عَلَى الْهُدَىٰ فَأَخَذَتْهُمْ صَاعِقَةُ الْعَذَابِ الْهُونِ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Dan adapun kaum Tsamud, maka mereka telah Kami beri petunjuk tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) daripada petunjuk, maka mereka disambar petir azab yang menghinakan disebabkan apa yang telah mereka kerjakan.

Allah bahkan mengajak para hamba untuk mengambil petunjuk yang dibawa oleh para nabi dan rasul-Nya agar mereka tidak menyesal di dunia dan akhirat,

وَأَنِيبُوا إِلَىٰ رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ

Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).(QS. Az Zumar: 54)

Tempat kembali

Di akhirat nanti setiap jiwa akan diberi petunjuk ke tempat kembalinya; ngerinya neraka atau nikmatnya surga.

Adapun penduduk neraka, mereka ditunjuki tempat kembali yang sesuai dengan perilaku mereka selama di dunia,

وَقَالُوا يَا وَيْلَنَا هَذَا يَوْمُ الدِّينِ . هَذَا يَوْمُ الْفَصْلِ الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تُكَذِّبُونَ . احْشُرُوا الَّذِينَ ظَلَمُوا وَأَزْوَاجَهُمْ وَمَا كَانُوا يَعْبُدُونَ . مِنْ دُونِ اللَّهِ فَاهْدُوهُمْ إِلَى صِرَاطِ الْجَحِيمِ

Dan mereka berkata, “Aduhai, celakalah kita!” Inilah hari pembalasan. Inilah hari keputusan yang kamu selalu mendustakannya. (Kepada malaikat diperintahkan), “Kumpulkan­lah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah selain Allah, maka tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka.(QS. Ash Shaafat: 20-23)

Sedangkan bagi yang mempertahankan ketaatan pada Allah dan rasul-Nya dengan ikhlas dan ittiba’ hingga akhir hayat maka mereka ditunjuki ke tempat kembalinya,

وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ ۖ وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ ۖ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ ۖ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka; mengalir di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami, membawa kebenaran”. Dan diserukan kepada mereka: “ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan. (QS. Al A’raaf: 43)

Hidayah Umum

Selain petunjuk kepada jalan yang lurus, Allah juga memberi hidayah atau petunjuk bersifat umum kepada seluruh makhluknya.

الَّذِي خَلَقَ فَسَوَّىٰ .وَالَّذِي قَدَّرَ فَهَدَىٰ

Yang menciptakan dan menyempurnakan (penciptaan-Nya). Dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk.(QS. Al A’la: 2-3)

Dengan adanya hidayah umum ini maka bayi yang baru lahir dapat mengenal dan menyusu pada ibunya. Hewan yang baru lahir pun dapat mengenali induknya serta mengikuti kemanapun sang induk pergi.

Hidayah umum juga menjadikan makhluk jantan tertarik dengan betina dan begitu pula sebaliknya. Bilapun ada makhluk yang tertarik pada sesama jenis maka jumlahnya tidak menjadi dominan dan akan selalu mendapat perlawanan dari kalangannya sendiri.

Hidayah jenis ini juga memungkinkan burung terbang dari penjuru selatan bumi ke utara tanpa lelah atau tersasar. Atau ikan salmon yang mampu berenang melawan arus paling deras sekalipun. Atau lebah yang tidak akan makan kecuali dari bunga-bunga yang mereka hinggapi. Kesemuanya itu adalah beberapa contoh dari hidayah umum yang Allah berikan pada para hamba-Nya.

Mudah-mudahan Allah tidak mencabut hidayah yang Ia berikan pada kita, menjadikan kita istiqomah di jalannya, mematikan kita dalam keadaan khusnul khotimah, serta memasukkan kita ke dalam surga-Nya tanpa azab dan hisab.

Allahumma aamiyn, wallahu a’lam bishowwab.

Sumber gambar:

City Break Istanbul

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s