الْوَكِيلُ (Maha Pelindung)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

Bayangkan bila diri anda ditangkap oleh orang-orang yang membenci anda. Mereka mengikat tangan dan kaki lalu mendekatkan anda ke sebuah kuali berisi minyak mendidih. Gelembung-gelembung membuncah sementara uap berbau tidak sedap menguap ke kulit.

Para eksekutor kemudian mengancam akan mencelupkan wajah anda ke cairan panas itu. Begitu ketakutan memenuhi wajah anda mereka menurunkan ancaman “hanya mencelupkan tangan kanan anda saja.”, ketika ketakutan belum juga hilang maka mereka menurunkan lagi ancaman menjadi “hanya mencelupkan satu buah jari anda saja.”

Anggota tubuh manapun yang dicelupkan hasilnya sama saja; anggota tubuh anda bisa matang seperti tempura atau fried chicken. Anda bisa cacat atau bahkan menemui ajal.

Keteguhan Nabi Ibrahim

Apa yang dialami Ibrahim alaihi salaam bahkan lebih mengerikan lagi. Ia tidak diberi amnesti dan hukuman yang menanti bukan sekedar kuali berisi minyak panas. Adalah sebuah tumpukan kayu menggunung yamg dibakar hingga apinya menjulang tinggi ke awan. Betapa tidak, seluruh penduduk negeri yang mendengar perbuatan Nabi Ibrahim terhadap berhala-berhala mereka bergotong royong mengumpulkan kayu bakar.

Apa yang akan kita lakukan jika berada di posisi beliau? Dalam keadaan jauh dari bahaya hampir semua orang bisa bicara idealis; akan tetapi bila bahaya itu hanya beberapa centimeter dari kita, idealis seringkali memudar lalu sirna.

Adapun Ibrahim alaihis salaam, ketika beliau sudah terikat dan diletakan di atas ketapel datanglah Jibril untuk menolongnya. Di luar dugaan, Ibrahim menolak tawaran Jibril seraya berkata

“حاصبيا الله ونعم الوكيل”

Cukuplah Allah bagiku, Dia adalah sebaik-baik Pelindung.

Ibrahim pun dilempar ke dalam api yang nyalanya demikian lama hingga mencapai puluhan hari. Namun Ibrahim tidaklah terbakar sama sekali kecuali tali-tali yang mengikat tubuhnya. Keteguhan beliau dijawab Allah dengan pertolongan,

قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلامًا عَلَى إِبْرَاهِيمَ

Kami berfirman, “Hai api, menjadi dinginlah dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim.(QS. Al Anbiya: 69)

Keimanan para Sahabat

Keteguhan serupa juga Allah berikan pada para sahabat nabi setelah mengalami kekalahan di Pertempuran Uhud.

Saat itu orang-orang Quraisy yang baru kembali ke negeri mereka diliputi penyesalan karena gagal membunuh rasulullah. Mereka pun berinisiatif untuk kembali menyerang Madinah. Peristiwa ini dikenal dengan nama Perang Hamra-ul Asad.

Rasulullah yang mendengar kabar tentang aktivitas pasukan Quraisy pun segera memerintahkan para sahabat untuk kembali berangkat. Dalam kondisi lelah dan penuh luka serta hembusan isu bahwa musuh telah menggalang pasulan yang demikian besar mereka justru besegera dalam menjawab seruan rasul. Demikianlah kualitas keimanan para sahabat. Bukannya takut dan mengeluh mereka justru berkata “Cukuplah Allah menjadi Pelindung kami.”

الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan, “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kalian. Karena itu, takutlah kepada mereka,” maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami .(QS. Ali Imran: 173)

Jangan bersedih Wahai saudaraku

Sesungguhnya jalan menuju surga Allah dikelilingi oleh hal-hal yang tak menyenangkan lagi membuat sedih. Betapa banyak orang yang hendak berserah diri pada Allah justru mendapat cemoohan dan perilaku tak menyenangkan. Tak sedikit pula orang yang menyeru manusia untuk tunduk pada Allah dan rasul-Nya justru dihinakan dan dimusuhi.

Demikianlah sunatullah yang berlaku di dunia ini. Namun ingatlah bahwa salah satu sunatullah lainnya adalah pertolongan Allah pada para hamba-Nya yang beriman dan bertakwa,

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنزلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ أَلا تَخَافُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ . نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ . نُزُلًا مِنْ غَفُورٍ رَحِيمٍ .

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, “Tuhan kami ialah Allah, ” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” Kamilah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS. Al Fushilat: 30-32)

Wallahu a’lam bishowab

Sumber gambar:

https://m.justgola.com/a/hangzhou-wuzhen-water-town-day-tour-1978063556

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s