الكفيل (Maha Bersaksi)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

وَأَوْفُوا بِعَهْدِ اللَّهِ إِذَا عَاهَدْتُمْ وَلا تَنْقُضُوا الأيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيدِهَا وَقَدْ جَعَلْتُمُ اللَّهَ عَلَيْكُمْ كَفِيلا إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ.

Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kalian berjanji, dan janganlah kalian membatalkan sumpah-sumpah (kalian) itu sesudah meneguhkannya, sedangkan kalian telah menjadikan Allah sebagai saksi kalian (terhadap sumpah-sumpah itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kalian perbuat.(QS. An Nahl: 91)

Sumpah atau janji merupakan hal yang sakral sekaligus rawan. Seringkali nilai-nilai moral dan goyah akibat godaan-godaan yang menghampiri. Komitmen yang tadinya terasa demikian ringan tiba-tiba terasa seberat gunung.

Itulah yang sering terjadi dengan janji dan sumpah; maka tak heran bila seseorang berikrar haruslah diiringi keberadaan saksi yang bertugas untuk mengingatkan komitmennya.

Lalu bagaimana bila Allah yang menjadi saksi atas ikrar atau janji kita? beranikah kita menganggap ringan?

Ayat di atas turun berkenaan dengan berbaitnya manusia pada rasulullah bahwa setelah menjadi muslim mereka akan memegang teguh agama barunya dan tak akan mundur meski harus berhadapan dengan orang-orang yang membenci Islam. Mulanya mereka agak gentar dengan banyaknya jumlah orang-orang musyrik akan tetapi Allah menenangkan hati mereka melalui ayat ini dan mereka pun (para sahabat) tidak ada yang meninggalkan Allah dan rasul-Nya.

Alangkah bijak dan beruntung mereka yang mengikuti jejak para sahabat. Sebaliknya betapa ruginya mereka yang mencela atau menyelisihi para sahabat rasul karena beliau bersabda,

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَسُبُّوا أَصْحَابِي فَلَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلَا نَصِيفَهُ

Dari Abu Sa’id Al Khudri Radhiyallahu ‘ahnu, beliau berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,”Janganlah kalian mencela sahabat-sahabatku. Seandainya salah seorang dari kalian berinfaq emas seperti Gunung Uhud, tidak akan menyamai satu mud (infaq) salah seorang dari mereka dan tidak pula setengahnya.

Hadits ini dikeluarkan oleh :

• Imam Al Bukhari dalam Shahih-nya, kitab Al Manaqib, Bab Qauluhu Lau Itakhadztu Khalilan, no. 3397 dan lafaz ini adalah lafazh Al Bukhari.

• Imam Muslim dalam Shahih-nya, kitab Fadhail Al Sahabat, Bab Tahrim Sabbi Ash Shahabat, no. 4610 dan 4611.

• Imam At Tirmidzi dalam Sunan-nya, kitab Al Manaqib ‘An An Nabi, Bab Fiman Sabba Ashabi An Nabi, no. 3796.

• Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya, kitab As Sunnah, Bab An Nahyu ‘An Sabb Ashabi An Nabi, no. 4039.

• Imam Ibnu Majah dalam Sunan-nya, kitab Muqaddimah, Bab Fadhlu Ahli Badr, no. 157.

• Imam Ahmad dalam Musnad-nya, no. 10657, 11092 dan 11180. (https://almanhaj.or.id/3085-jangan-mencela-sahabat-rasulullah.html)

Wallahu a’lam bishowab.

Gambar:

https://www.royalcaribbean.com/cruise-to/gibraltar-united-kingdom

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s