الْوَلِيُّ, الْمَوْلَى (Maha Pelindung)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

Wali dapat diartikan sebagai sosok yang memimpin atau bertanggung jawab terhadap seseorang atau sekelompok orang. Dan sudah menjadi fitrah manusia untuk mencari dan berkumpul di bawah naungan seorang pemimpin. Contoh dari iatilah ini adalah wali kelas atau wali kota. Di sisi lain, wali juga dapat diartikan sebagai wakil misalnya wali raja.

Keberadaan pemimpin atau pelindung amat dibutuhkan di sebuah lingkungan yang kompleks; karena lingkungan yang kompleks haruslah diatur agar tidak terjadi kekacauan. Dan untuk menciptakan stabilitas diperlukan adanya pemimpin atau pelidung atau pengayom yang mampu menjaga dan mengawasi manajemen yang demikian rumit tersebut.

Allah subhana wa ta’ala merupakan wali dan mawla dari jagat semesta. Ia tak hanya menciptakan namun mampu dengan mudahnya mengatur segala sesuatu mulai dari rizki para hamba hingga berjalannya benda-benda angkasa pada poros masing-masing. Allah bercerita tentang salah satu pertolongan terhadap para hamba,

وَهُوَ الَّذِي يُنزلُ الْغَيْثَ مِنْ بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهُ وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ

Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.(QS. Asy Syura: 28)

Perlindungan bersifat Umum

Kekuasaan dan perlindungan Allah diberikan pada manusia yang beriman maupun ingkar. Mereka semua terikat oleh aturan dan takdir Allah yang telah tercatat di Lauh Mahfudz. Dan di akhirat kelak tiap orang -baik mukmin atau kafir- akan kembali ke satu-satunya Pelindung dan Pemimpin yaitu Allah,

ثُمَّ رُدُّوا إِلَى اللَّهِ مَوْلَاهُمُ الْحَقِّ أَلَا لَهُ الْحُكْمُ وَهُوَ أَسْرَعُ الْحَاسِبِينَ

Kemudian mereka (hamba-hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, Penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah bahwa segala hukum (pada hari itu) kepunyaan-Nya. Dan Dialah Pembuat perhitungan yang paling cepat.(QS. Al An’am: 62)

Perlindungan bersifat Khusus

Khusus bagi hamba-hamba yang shalih, Allah memberi perlindungan dalam bentuk hidayah yang mengeluarkan orang dari kegelapan. Ia juga memberi ampunan pada hamba-hamba yang shalih, dan Ia juga memberi pertolongan kala seorang mukmin harus berhadapan dengan musuh-musuhnya,

وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ فَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلاكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ

Dan berjihadlah kalian pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kalian dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kalian dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tua kalian Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al-Qur’an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas diri kalian dan supaya kalian semua menjadi saksi atas segenap manusia; maka dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan berpeganglah kalian pada tali Allah. Dia adalah Penolong kalian, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.(QS. Al Hajj: 78)

Wali-wali Allah yang Sebenarnya

Keberadaan pemimpin menunjukan adanya pihak yang dipimpin; demikian halnya dengan pelindung. Maka keberadaan Allah Al Mawla menunjukan adanya orang-orang yang Ia wakili. Maka siapakah para wali (orang yang diwakili oleh Allah)? jawabannya tertera di hadits berikut ini

عَنْ أَبِـيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللّـهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : «إِنَّ اللهَ تَعَالَـى قَالَ : مَنْ عَادَى لِـيْ وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْـحَرْبِ ، وَمَا تَقَرَّبَ عَبْدِيْ بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَـيَّ مِمَّـا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِيْ يَتَقَرَّبُ إِلَـيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِيْ يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِيْ يُبْصِرُ بِهِ ، وَيَدَهُ الَّتِيْ يَبْطِشُ بِهَا ، وَرِجْلَهُ الَّتِيْ يَمْشِيْ بِهَا ، وَإِنْ سَأَلَنِيْ لَأُعْطِيَنَّهُ ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِـيْ لَأُعِيْذَنَّهُ».

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu ia berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Sesungguhnya Allâh Azza wa Jalla berfirman, ’Barangsiapa memusuhi wali-Ku, sungguh Aku mengumumkan perang kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada hal-hal yang Aku wajibkan kepadanya. Hamba-Ku tidak henti-hentinya mendekat kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, menjadi tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan menjadi kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia meminta kepada-Ku, Aku pasti memberinya. Dan jika ia meminta perlindungan kepadaku, Aku pasti melindunginya.’”

Hadits ini shahih. Diriwayatkan oleh Imam Bukhâri, no. 6502; Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliyâ‘ , I/34, no. 1; al-Baihaqi dalam as-Sunanul Kubra, III/346; X/219 dan al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah, no. 1248, dan lainnya (https://almanhaj.or.id/12414-hadits-yang-paling-mulia-tentang-sifat-sifat-wali-wali-allah-2.html)

Dari hadits di atas kita mengetahui bahwa orang-orang yang Allah jadikan wali adalah yang menjalankan segala kewajiban dari Allah serta menjalankan ibadah sunnah.

Wali Allah tidak identik dengan hal-hal ajaib seperti bisa terbang, berjalan di atas air, atau shalat jumat di Makkah sementara jasadnya ada di Nusantara. Boleh jadi ia hanya seorang yamg sederhana namun amalannya ikhlas dan mencontoh rasulullah.

Maka apabila kita mendapati seorang mengaku atau dianggap wali tetapi tidak menjalankan kewajiban seperti rukun islam maka tentu ia bukan wali Allah.

Orang yang mengklaim terbebas dari syariat Islam jelas bukan wali Allah.

Demikian halnya dengan orang yang tidak menjalankan sunnah rasul maka ia bukan wali Allah.

Dan sudah pasti bukan wali Allah orang-orang yang sengaja menyelisihi syariat Allah yang telah dibawa dan dicontohkan oleh Muhammad shalallahu alaihi wa sallam.

Wallahu a’lam bishowab

Gambar: https://depositphotos.com/101513740/stock-video-paper-boat-floating-on-the.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s