الْمُصَوِّرُ (Yang Membentuk Rupa)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(QS. Hasyr: 24)

Sama halnya dengan Al Baari’, Al Mushowwir merupakan rincian dari Al Khaaliq; dan sudah tentu ia memiliki pengertian tersendiri.

Ibnu Katsir menerangkan [Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr menerangkan dalam kitabnya Fikih Asma’ul Husna. Darus Sunnah Press. hal 150-151], “…Dialah yang apabila menginginkan sesuatu, maka Dia hanya cukup mengatakan, “Jadilah”, maka pasti terjadi, sesuai dengan sifat yang Dia inginkan dan sesuai dengan bentuk yang Dia kehendaki. Sebagaimana dalam firman-Nya,

فِي أَيِّ صُورَةٍ مَا شَاءَ رَكَّبَكَ

Dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu.” (QS. Al-Infithar: 8).

Oleh karena itu, Dia mengatakan dalam ayat ini “Al-Mushawwir” yaitu Yang Melaksanakan apa yang Dia inginkan pengadaannya sesuai dengan sifat yang Dia inginkan.

Dengan nama ini Allah menjelaskan bahwa sebagai satu-satunya Pencipta maka Ia pun memiliki hak untuk membentuk seluruh ciptaan sesuai dengan kehendak-Nya; baik dalam rupa maupun karakter.

Maka lihatlah bagaimana ia menciptakan burung yang dari bentuk paruhnya saja manusia mengadopsi rupa peluru, mata panah, hingga kereta cepat shinkansen.

Perhatikan pula sayap burung yang ketika dipelajari dengan seksama dapat menginspirasi perkembangan ilmu aerodinamis.

Pehatikan unta yang diciptakan dengan punuk besar yang pastinya memiliki fungsi tersendiri.

Allah menciptakan semua itu sesuai kehendak-Nya dan sudah pasti terdapat banyak hikmah di balik semua itu; karena Allah tidak pernah menciptakan hal yang sia-sia.

Adapun mengenai pembentukan manusia maka Ia berfirman dalam surat Ali Imran ayat 6,

هُوَ الَّذِي يُصَوِّرُكُمْ فِي الأرْحَامِ كَيْفَ يَشَاءُ لَا إِلَهَ إِلا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Dialah yang membentuk kalian dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya. Tak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.

Hukum gambar Makhluk bernyawa

Sesungguhnya mencipta dan membentuk makhluk hanyalah milik Allah semata; itulah sebabnya di dalam syariat Islam terdapat aturan tentang gambar dan membuat gambar. Juga terdapat hukum tersendiri tentang menggambar makhluk bernyawa seperti manusia dan hewan serta menggambar benda-benda yang tidak bernyawa.

Khusus untuk menggambar makhluk bernyawa maka terdapat banyak sekali hadits yang mengharamkannya, seperti hadits Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhuma, beliau berkata: aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

من صوَّرَ صورةً في الدُّنيا كلِّفَ يومَ القيامةِ أن ينفخَ فيها الرُّوحَ ، وليسَ بنافخٍ

barangsiapa yang di dunia pernah menggambar gambar (bernyawa), ia akan dituntut untuk meniupkan ruh pada gambar tersebut di hari kiamat, dan ia tidak akan bisa melakukannya” (HR. Bukhari dan Muslim).

Adapun tentang gambar bernyawa maka tertera di hadits berikut,

hadits ‘Aisyah radhiallahu’anha, ia berkata:

قدم رسول الله صلى الله عليه وسلم من سفر وقد سترت سهوة لي بقرام فيه تماثيل، فلما رآه رسول الله صلى الله عليه وسلم تلون وجهه، وقال: “يا عائشة، أشد الناس عذاباً عند الله يوم القيامة الذين يضاهئون بخلق الله”، فقطعناه فجعلنا منه وسادة أو وسادتين

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pulang dari safar. Ketika itu aku menutup jendela rumah dengan gorden yang bergambar (makhluk bernyawa). Ketika melihatnya, wajah Rasulullah berubah. Beliau bersabda: “wahai Aisyah orang yang paling keras adzabnya di hari kiamat adalah yang menandingi ciptaan Allah“. Lalu aku memotong-motongnya dan menjadikannya satu atau dua bantal” (HR. Bukhari dan Muslim).

Perhatikan apa yang dilakukan oleh Ummul Mukminin Aisyah setelah mendengar ucapan rasul. Ia segera menghilangkan gambar tersebut dan tidak lagi memajangnya.

Sesungguhnya syariat Islam tidak melarang gambar atau menggambar secara mutlak; yang dilarang hanya gambar dan menggambar makhluk bernyawa. Bukankah banyak objek tak bernyawa yang dapat digambar? maka fokuslah pada apa yang Allah izinkan; jangan bersusah payah mencari dalih terhadap apa yang Allah haramkan.

Wallahu a’lam bishowab.

Gambar: https://pixels.com/featured/a-moorish-home-in-fez-morocco-omar-hafidi-.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s