الْبَارِئُ (Yang Pertama Kali Mengadakan)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Hasyr: 24)

Al Baari’ memiliki arti yang mirip dengan Al Khaaliq yaitu sama-sama menciptakan segala sesuatu yang ada di semesta. Meskipun demikian, Al Baari’ memiliki arti yang berbeda sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Al-Qayyim, “Al-Baari dan Al-Mushawwir adalah perincian dari nama Al-Khaaliq.” [Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr menerangkan dalam kitabnya Fikih Asma’ul Husna. Darus Sunnah Press. hal 150]

Al Baari’ dapat diartikan sebagai The Originator atau Yang Pertama Kali Mengadakan. Maka sebelum Allah mengadakan atau menjadikan sesuatu (misalnya manusia) maka tak ada satu pun yang menciptakan manusia.

Bukan hanya manusia, bumi, matahari, dan seluruh benda-benda yang nampak di mata saja yang termasuk ke dalam ciptaan Allah. Hal-hal ghaib seperti takdir dan waktu pun Allah yang mengadakannya. Ia berfirman di surat Al Hadid ayat 22,

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الأرْضِ وَلا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri, melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

Kata Nabroaha di ayat tersebut kembali pada Allah karena hanya Ia yang mampu menetapkan segala sesuatu di Lauh Mahfudz.

Kata Baari’ juga digunakan oleh Nabi Musa saat menegur kaumnya yang jatuh dalam penyembahan anak sapi,

وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ إِنَّكُمْ ظَلَمْتُمْ أَنْفُسَكُمْ بِاتِّخَاذِكُمُ الْعِجْلَ فَتُوبُوا إِلَىٰ بَارِئِكُمْ فَاقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ عِنْدَ بَارِئِكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ ۚ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sembahanmu), maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.(QS. Al Baqarah: 54)

Allah adalah yang pertama kali menciptakan mereka (kaumnya Musa) dan Allah juga tidak pernah memerintahkan mereka untuk menjadikan patung anak sapi sebagai wasilah untuk beribadah pada-Nya. Maka perbuatan mereka beribadah pada anak sapi merupakan penghinaan yang amat sangat terhadap Dzat yang menciptakan langit, bumi, dan segala yang ada di jagat semesta.

Al Bariyah

Allah menceritakan masa depan yang menanti manusia di akhirat kelak di surat Al Bayyinah ayat 6 hingga 8. Baik mereka yang mati dalam keadaan kafir maupun beriman pada Allah akan mendapat ganjaran masing-masing. Dan disana Allah menggunakan kata al bariyah untuk menyebut makhluk-makhluk yang dimaksud.

وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ (6) إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ (7) جَزَاؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ذَلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ (8)

Sesungguhnya orang-orang kafir yakni Ahli Kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. Sesugguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ‘adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.(QS. Al Bayyinah: 6-8)

Semoga Allah menjadikan kita khoyrul bariyah yang diganjar surga dan keridhaan-Nya.

Wallahu a’lam bishowab.

Gambar:https://www.telegraph.co.uk/travel/destinations/europe/czech-republic/prague/articles/prague-restaurants/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s