الْخَالِقُ, الْخَلَّاقُ (Yang Maha Menciptakan)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

Sebuah sosok dipertuhankan bukan tanpa alasan. Dan salah satu alasan itu adalah keyakinan bahwa sosok yang dimaksud dapat menciptakan alam semesta beserta isinya. Ini juga yang menjadi alasan mengapa di dalam Al Qur’an terdapat banyak sekali ayat tentang penciptaan semesta; dan ayat-ayat tersebut menceritakan sosok pencipta yang sama yaitu Allah.

Maka suatu hal yang teramat mengherankan ketika manusia mempertuhankan sesuatu yang secara akal sehat diketahui tak akan mampu menciptakan mereka. Binatang, bebatuan, patung yang mereka buat lalu disembah, matahari, atau benda-benda langit; siapapun yang berakal sehat tahu semuanya itu bukan pencipta.

Dan yang lebih mengherankan lagi saat manusia menyembah manusia lain atau manusia yang sudah mati. Kalaulah manusia patut disembah berdasar keyakinan siapa yang menciptakan maka ayah dan ibu kandung lebih layak untuk dijadikan tuhan. Ironisnya hampir tidak ada orang yang menyembah orang tuanya namun mau mempertuhankan orang lain.

Adalah Allah subhana wa ta’ala Yang Maha Esa dan tak akan pernah mati yang justru memiliki segala persyaratan untuk dijadikan tuhan; karena Ia Maha Pencipta,

هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Hasyr: 24)

Allah menamakan dirinya Al Khooliq untuk menceritakan pada manusia dan jin bahwa Ia satu-satunya Sang Pencipta. Dan di dua tempat (surat Al Hijr 86 dan Yaasin 81) Ia menggunakan sighah mubalaghah (bentuk lain sebuah kata dalam bahasa Arab) dari Al Khooliq yaitu Al Khollaq. Maka kata Al Khollaq memiliki arti Sangat atau Yang Paling Maha Pencipta.

إِنَّ رَبَّكَ هُوَ الْخَلَّاقُ الْعَلِيمُ

“Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Yang Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Hijr: 86)

Ketika kita berbicara tentang sifat maha menciptakan maka kita akan mendapatkan dua pengertian.

1. Allah menciptakan sesuatu yang belum pernah diciptakan oleh siapapun seblelumnya. Salah satu contohnya dapat kita temui di surat Al Furqan ayat 2,

الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ وَلَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا

“Yang kepunyaan-Nyalah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan-(Nya), dan Dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.”

Ayat ini menafsirkan ayat sebelumnya yang bercerita tentang diturunkannya Al Furqon atau Al Qur’an. Ayat tersebut (ayat 1) menggunakan kata nazzala untuk menceritakan diturunkannya Al Qur’an secara berangsur-angsur. Adapun untuk menceritakan peristiwa turunnya kita-kitab sebelum Al Qur’an; Allah menggunakan kata nazala atau diturunkan dalam satu waktu. Maka sebelum Al Qur’an tidak ada kitab yang diturunkan secara berangsur.

2. Allah memiliki rencana di balik penciptaan sesuatu. Salah satu contohnya dapat kita temui di surat Adz Dzariyaat ayat 56,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”

Maka ketika telah datang tanda-tanda kekuasaan Allah yang jelas namun seseorang tetap enggan untuk mengabdi atau tunduk patuh maka ia telah melanggar perintah-Nya.

Wallahu a’lam bishowab.

Gambar: https://www.stocksy.com/es/198159/wooden-dock-on-turquoise-water-sea-on-tropical-exotic-island

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s