العزيز (Yang Maha Perkasa)

on

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

Perkasa. Kata yang satu ini identik dengan kekuatan dan ketangguhan; serta jauh dari bentuk-bentuk kelemahan.

Ketika kata yang satu ini disematkan pada Allah maka kita harus meyakini bahwa Ia adalah yang Paling Perkasa. Adapun para makhluk, seperkasa apapun mereka namun mustahil untuk melebihi keperkasaan Allah. jangankan melebihi, menyamainya pun tidaklah akan mungkin.

Nama Al-Aziz berarti Maha Perkasa namun bisa pula diartikan sebagai Dzat yang bagi-Nya seluruh makna kekuasaan. Hal ini Ia terangkan dalam surat Yunus ayat 65,

وَلَا يَحْزُنْكَ قَوْلُهُمْ ۘ إِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا ۚ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Janganlah kamu sedih oleh perkataan mereka. Sesungguhnya kekuasaan itu seluruhnya adalah kepunyaan Allah. Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Ayat ini merupakan bagian dari 9 ayat (ayat 62 sampai 70) yang menjelaskan tentang wali-wali Allah dan kabar gembira untuk mereka. Bahwa apapun yang dilakukan atau diyakini oleh orang-orang yang berpaling dari Allah tidak akan berpengaruh apapun terhadap kekuasan-Nya.

Beberapa makna Al-Aziz

Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr menerangkan dalam kitabnya (Fikih Asma’ul Husna. Darus Sunnah Press. hal 412-414) bahwa keperkasaan Allah dikembalikan pada tiga makna:

1. Kekuasaan yang berarti kekuatan.

Allah menegaskan di dalam banyak ayat bahwa Ia adalah Yang Paling Perkasa dan Paling Kuat. Maka sekuat apapun makhluk dan seperkasa apapun tak akan mungkin mengalahkanNya; sebagaimana yang terjadi pada kaum Aad.

فَأَمَّا عَادٌ فَاسْتَكْبَرُوا فِي الأرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَقَالُوا مَنْ أَشَدُّ مِنَّا قُوَّةً أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ الَّذِي خَلَقَهُمْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُمْ قُوَّةً وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يَجْحَدُونَ

“Adapun kaum ‘Ad, maka mereka menyombongkan diri di muka bumi tanpa alasan yang benar dan berkata, “Siapakah yang lebih besar kekuatannya daripada kami?” Dan apakah mereka itu tidak memperhatikan bahwa Allah Yang Menciptakan mereka adalah lebih besar kekuatan-Nya daripada mereka? Dan adalah mereka mengingkari tanda-tanda (kekuatan) Kami.”

2. Kekuasaan yang berarti ketidakbutuhan.

Allah adalah yang maha memberi dan tak pernah lelah. Kekayaannya pun tak akan pernah habis atau berkurang. Ia juga tidak butuh materi, pasangan, atau keturunan sebagaimana para makhluk membutuhkannya untuk bertahan hidup. Maka sudah pasti Ia tidak akan butuh pada para hamba. justru para hamba yang bergantung pada-Nya.

{سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ. وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ . وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .

Mahasuci Tuhanmu Yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan. Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam. (QS. Ash Shafaat: 180-182)

Ayat ini berisi bantahan Allah terhadap perkataan-perkataan mereka yang kafir pada-Nya seperti Allah memiliki anak, Allah memiliki anak perempuan, serta Allah memiliki nasab dengan jin.

3. Kekuasaan yang berarti keperkasaan dan kemenangan atas seluruh makhluk yang ada.

Dengan kemampuan yang demikian maka mudah bagi Allah untuk memberi pada seseorang atau mengambil dari seseorang tak peduli sekuat apapun dia. Allah juga bebas memberi dan mengambil dari siapapun tanpa rasa sungkan apalagi takut. Allah menjelaskan hal ini di surat Ali Imran ayat 26-27,

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنزعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ () تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ ()

Katakanlah, “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang, dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan.”

Wallahu a’lam bi shawab.

Gambar: https://www.sarasotamagazine.com/articles/2017/8/25/the-sandmen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s