الْخَبِيرُ (Maha Teliti)

on

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

Tak dapat dipungkiri bahwa anak merupakan sumber kebahagiaan orang tua. Ia adalah sumber kekuatan dalam mengalami tekanan dan pahitnya hidup. Tantangan demi tantangan diterjang demi sesuap nasi bagi sang anak, demi senyumnya ketika bermain bersama teman-teman, dan demi prestasinya di dunia pendidikan. Jangan lupakan pula demi kebahagiaannya di akhirat kelak.

Sudah sepatutnya kita besyukur pada Allah yang telah mengabadikan kisah Luqman dan anaknya; sebuah teladan bagi orang tua berapa pun usia anda.

يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ

(Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui (QS. Luqman: 16)

Dikisahkan bahwa Luqman mengajarkan anaknya tentang keesaan Allah, sebagaimana Ia (Allah) adalah satu-satunya dzat yang menciptakan dan mengatur alam semesta maka sepatutnya hanya Ia yang layak dijadikan tempat untuk meminta sekaligus satu-satunya yang layak disembah.

Luqman pun mengajari anaknya tentang pengetahuan Allah yang amat luas dan tak tertandingi. Allah tidak pernah tidur atau beristirahat bahkan Allah tidak pernah lelah. Pengetahuan-Nya mencakup segala hal, yang besar dan kecil, yang nampak maupun tersembunyi, serta yang belum terjadi maupun yang sudah. Pengetahuan Allah yang detail ini adalah konsekuensi dari nama-Nya yaitu Al Khabir atau Yang Maha Teliti.

Kesadaran serta pemahaman bahwa Allah Maha Teliti dapat membantu kita untuk tunduk patuh pada-Nya; menjaga kita dari sifat khianat atau berburuk sangka pada takdir yang terjadi pada kita.

Pengetahuan Allah sangat detail dan mustahil disamakan apalagi dilampaui oleh makhluk manapun. Apabila Ia menakdirkan seauatu maka sudah pasti Ia mengetahui konsekuensinya bagi tiap makhluk. Hanya saja Allah tidak punya kewajiban untuk menjelaskan segala ketetapan-Nya pada tiap hamba.

Allah Maha Teliti dalam segala hal. Tidak ada istilahnya Allah salah dalam perhitungan atau luput dari satu hal. Ia Maha Mengetahui segala hal, Maha Melihat, Maha Mendengar, Maha Kuasa, dan Maha Teliti. Maka mintalah yang terbaik untuk agama, dunia, dan akhirat kita.

Sumber gambar: https://www.google.com/search?q=water&safe=strict&client=ms-android-samsung&source=android-browser&prmd=nmsiv&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwjUn8qV6qbjAhUYA3IKHbTJCpoQ_AUIDigE&biw=360&bih=520#imgrc=b9geqq9KNonpsM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s