الْمَلِكُ Yang Maha Menguasai

on

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

 

Salah satu kepastian dalam hidup ini adalah adanya raja, pemimpin, atau penguasa baik di kalangan manusia, hewan, maupun jin. Hal ini wajar karena makhluk hidup –khususnya manusia- membutuhkan sosok yang dapat diandalkan dalam banyak hal. Biasanya ia yang paling perkasa, paling berani, paling kaya, paling cerdas, atau paling mampu mengaturlah yang dijadikan raja.

Bermodal kharisma pribadi, kekayaan, serta dukungan militer maupun orang bijak; tidakah sulit bagi raja untuk memerintahkan rakyat melakukan apa yang ia inginkan. Dan rakyat pun akan tunduk patuh pada perintah raja baik karena cinta maupun takut.

Seorang raja mampu memerintah rakyatnya untuk mendirikan bangunan-bangunan yang canggih dan megah. Ia juga mampu mendorong mereka untuk menyerang negeri-negeri lain dan menaklukannya. Segala keutamaan yang dimiliki oleh para raja sedikit banyak akan mempengaruhi jiwa maupun pikirannya. Penentangan para bawahan tentu bukan hal yang dapat diterima begitu saja. Ego yang tinggi juga menyebabkan seorang raja atau penguasa tidak dapat menerima adanya orang yang setara dengannya.  Tak heran bila sejarah mencatat peperangan antara dua raja besar untuk menjadi penguasa nomor satu.

Meskipun demikian, sekuat apapun dirinya atau sekaya apapun hartanya; para raja tak akan pernah lepas dari maut. Sepanjang apapun usia maupun secinta apapun rakyat kelak ia akan menemui ajal. Kedudukan dan kejayaan pun sirna dan sosok lain akan duduk di singgasananya. Inilah akhir kisah para raja; baik yang adil maupun dzolim.

Sedangkan di atas sana, di atas arsy’ bersemayam sosok raja yang berbeda. Ia abadi dan tak pernah lelah. Kekayaan-Nya tak terbatas dan kerajaan-Nya tak dapat disaingi oleh siapapun. Ia tak dapat dikalahkan namun begitu pemurah terhadap para hamba yang membangkang. Ia adalah Al-Malik atau Yang Maha Berkuasa.

Berbeda dengan para raja dunia yang kekuasaanya terbatas dan memiliki pesaing, Allah tak dapat ditandingi oleh siapapun. Kekuasaanya mencakup langit, bumi, alam semesta, serta segala apa yang ada di dalamnya. Ia tak hanya berkuasa di dunia namun juga Penguasa di hari kiamat kelak.

Maka berpikirlah ribuan kali sebelum bersikap congkak. Jangan sampai kita termasuk golongan yang ditantang oleh Allah di hari kiamat kelak. Bukankah rasulullah telah bersabda,

يَقْبِدُ اللهُ الْاَرْضَ وَ يَطْوِي السَّمَاءَ بِيَمِنِهِ ثُمَّ يَقُوْلُ: أَنَا الْمَلِكُ أَيْنَ مُلُوْكُ الاَرضِ؟ أَيْنَ الْجَبَّارُوْنَ؟ أَيْنَ الْمُتَكَبِّرُوْنَ؟

“Allah (pada hari kiamat) akan menggenggam bumi dan melipat langit dengan tangan kanan-Nya, lalu berfirman: ‘dimanakah raja-raja bumi? Dimanakah mereka yang merasa perkasa? Dimana orang-orang yang sombong?’”[1]

 

English

 

[1] Fathul baari (XIII/404) dan Muslim (IV/2148). [Al-Bukhari (no. 4812, 6519, 7382), Muslim (no. 2788 (23)), Ahmad (no. 8850)] shahih tafsir ibnu katsir juz 1, hal. 80. Bogor, Pustaka Ibnu Katsir, Rabi’uts Tsani 1429 H / April 2008

One Comment Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s