Dan Mendung Pun Berakhir

on

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

Sejarah. Bagi sebagian orang, kata itu mungkin tak lebih dari rangkaian cerita masa lalu yang telah terjadi. Telah berhenti dan tak ada kaitannya dengan masa kini.

Bagi sebagian yang lain, sejarah bak cermin yang mampu mengatakan segala sesuatunya jauh lebih jujur daripada emosi jiwa.

Lembar-lembar cerita kekalahan Sultan Bayazid di Pertempuran Ankara baru saja ditutup namun bayangnya masih membekas. Betapa dahsyat kerusakan yang ditimbulkan setelahnya; Daulah Utsmani terperosok dalam perang saudara meletihkan selama sepuluh tahun. Baru berakhir dengan kemenangan Pangeran Muhammad Celebi atas saudara-saudaranya yang semua memperebutkan tahta.

Sebuah kenyataan pahit nampak dalam sepuluh tahun tersebut. Para kontestan harus menahan malu akibat daerahnya diambil satu-persatu melalui perjanjian dengan Kekaisaran Romawi Timur. Hal ini seolah nampak bagai tindakan pengecut, akan tetapi bila dilihat menggunakan sudut pandang yang lebih luas; hal ini merupakan strategi yang tepat.

Romawi Timur puas dengan sekedar menonton, begitu pula dengan Venezia, Genoa, dan Karaman. Satu hal yang tak mereka sadari adalah semakin kuatnya Pangeran Muhammad yang pada akhirnya berhasil menjadi sultan. Muhammad Celebi pun diberi keturunan yang akan mengambil kembali semua daerah yang diserahkan pada Romawi Timur. Beliau adalah Sultan Murad. Jauh lebih hebat lagi, penaklukan Konstantinopel juga terwujud di tangan cucunya yang juga bernama Muhammad.

Betapa besar keuntungan yang diraih setelah masa-masa yang pilu dan memalukan.

Fase pemerintahan Muhammad Celebi membuat saya tersadar, bahwa hidup akan selalu berputar. Setelah gelap terbitlah benderang in sya’ Allah.

Satu musim tidak berangkat (dihitung sejak selesai haji hingga umrah ramadhan) akibat salah memilih rekan bisnis merupakan petaka. Bukan hanya kehilangan nikmatnya beribadah di dua kota suci. Jam terbang bahkan pintu nafkah pun sirna.

Awalnya memang pahit, akan tetapi kini saya mengerti bahwa betapa banyak nikmat lain yang Allah berikan. Sebut saja kesempatan untuk memulai usaha umrah sendiri atau jadi tahu seperti apa aslinya travel x yang pernah jadi rekanan.

Lebih daripada itu, saya pun mendapat kesempatan untuk memperluas cakrawala. Dua belas tahun di bidang yang sama sudah tentu membuat pelakunya menyelam terlalu dalam dan agak payah untuk kembali ke permukaan.

Di fase berat ini saya pun mendapat kesempatan berkunjung ke Cina dan mendapati kenyataan disana berbeda sekali dengan hoax-hoax yang beredar di media sosial.

Perjalanan ke Cina juga memberi teman-teman baru yang sudah senior di dunia bisnis. Alhamdulillah mereka pun bukan orang yang pelit ilmu.

Saya juga berkesempatan menekuni panahan yang tertunda sekian lama (mudah-mudahan bisa istiqomah mempelajari panahan berkuda).

Kalau mau diurutkan, masih banyak nikmat lain yang saya peroleh namun cukup segitu saja contohnya.

Satu hal penting yang harus kita sadari, Allah tidak akan membiarkan kita mengaku beriman tanpa diberi cobaan.

Perbanyaklah berdoa pada Allah agar kita dijadikan banyak bersabar dan bersyukur. Mudah-mudahan esok, limpahan rizki dan barokah hadir bersamaan dengan terbitnya fajar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s