Panahan: Antara Beladiri dan Ketaatan Pada Rasulullah.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

Jauh sebelum perjumpaan dengan busur-busur Manchuria, saya tak pernah berpikir panahan sebagai pelajaran tambahan yang akan dipilih. Beberapa alternatif yang terbesit di pikiran adalah memperdalam arnis (beladiri Phillipina) atau salah satu cabang dari Muay Boran.

Memilih tambahan badiri bukanlah hal yang bisa dilakukan secara serampangan mengingat banyaknya hal yang harus dipikir. Biaya, waktu, tempat, karakter guru, dan yang tak kalah penting adalah harus terjauh dari kesyirikan.

Teringat pesan singkat guru yang ternyata sama sekali tidak singkat ketika dijalankan. Saat itu beliau hanya berpesan, “Tambahin yang lain.” yakni saya harus belajar beladiri lain untuk dikombinasikan dengan apa yang beliau ajarkan.

Kalau mau jujur, systema adalah yang paling mirip akan tetapi entah kenapa saya kurang serius mencari beladiri Rusia itu. Ketika coba untuk memperdalam arnis, ada saja alasan yang membuat saya batal datang.

Yang unik saat memutuskan untuk mempelajari Muay Korat, yakni salah satu tinju kuno (muay boran) dari Siam atau Thailand. Qodarullah, alamat yang tertera di situs tidak sesuai dan ketika saya tanyakan pada orang-orang di Bangkok semua tidak tahu atau menunjukan jalan yang membuat saya justru semakin tersasar.

Saya pun pulang dengan kepala tertunduk, mirip anak kecil dilanda duka. Qodarullah saya justru berjumpa seorang praktisi Muay Chaia atau tinju kuno dari Thailand Selatan. Alhamdulillah mesti perjumpaan kami singkat namun beliau mau membagi ilmunya. Semoga kelak saya bisa berlatih lagi dengannya.

Ketika berada di Cina pun sama saja. Saya ingin sekali mempelajari salah satu beladiri tradisional mereka, khususnya bai ji quan namun qodarullah tidak kesampaian.

Hal yang berbeda justru didapat saat hendak belajar panahan. Alhamdulillah mungkin ini pilihan yang Allah tunjukkan untuk saya, karena prosesnya jauh lebih mudah dari disiplin-disiplin ilmu di atas.

Satu hal penting yang juga tak boleh dilupakan, panahan merupakan keterampilan yang direkomendasikan oleh rasulullah; sebagaimana yang tertera dalam hadits yang diriwayatkan oleh sahabat ‘Uqbah bin ‘Amir:

سمعتُ رسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ ، وهو على المنبرِ ، يقول وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ . ألا إنَّ القوةَ الرميُ . ألا إنَّ القوةَ الرميُ . ألا إنَّ القوةَ الرميُ

“Aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berkhutbah di atas mimbar. Tentang ayat ‘dan persiapkanlah bagi mereka al quwwah (kekuatan) yang kalian mampu‘ (QS. Al Anfal: 60) Rasulullah bersabda: ‘ketahuilah bahwa al quwwah itu adalah skill menembak (sampai 3 kali)’” (HR. Muslim 1917)

Jika teman-teman butuh kererangan lebih lengkap soal keutamaan memanah dalam Islam, silakan klik link berikut https://muslim.or.id/13849-anjuran-berlatih-memanah-dan-menembak.html

Mudah-mudahan Allah jadikan kita hamba yang ikhlas dalam beribadah pada-Nya, mudah dalam meneladani rasul-Nya, serta rela dengan jalan yang ditempuh oleh para sahabat beliau.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s