Pelajaran Dari Canton Fair 2018

on

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

Seorang pemuda jangkung asyik menggerakan tubuhnya untuk mengalirkan chi; dan tiap dua atau tiga gerakan ia menoleh ke tablet tipis dalam genggaman.

Dari atas kursi plastik saya memperhatikan tingkahnya sementara berbagai bahasa -Arab, Rusia, Inggris, Melayu, maupun Indonesia- memenuhi udara. Karpet hijau yang menutupi aspal kelabu bagai padang rumput luas di bawah perkemahan multi etnik.

Pemuda itu masih asyik dengan taichi-nya sementara beberapa pemuda lain bersender di dinding sementara seorang pria Afrika membuka sepatu di dekat tempat wudhu. Diantara pemuda itu ada yang menelepon menggunakan bahasa Mandarin; namun begitu seorang wanita ta Arab keluar dari mushola ia segera menyambut dengan bahasa Arab fasih.

Saya tersenyum sendiri, tak menyangka apa yang ada di zaman Cheng Ho terjadi persis di depan mata.

Demi memperkenalkan Dinasti Ming pada dunia, Kaisar Zhu Di mensponsori perjalanan Cheng Ho ke tujuh lautan. Tujuannya untuk menjalin hubungan diplomatik dan ekonomi dengan negara-negara Asia, Timur Tengah, dan Afrika. Kala itu Eropa belum diperhitungkan karena dianggap masih terbelakang.

Demi mewujudkan proyek ambisius ini Cheng Ho membangun kapal-kapal raksasa yang mampu mengangkut ribuan orang, dilengkapi meriam, dan diawaki para ahli di berbagai bidang. Turut pula kapal-kapal perang yang lebih kecil, kapal pengangkut perbekalan dan kapal pengangkut air.

Selain kapal, Cheng Ho juga mendirikan sekolah bahasa di Nanjing yang melatih pemuda-pemuda untuk menguasai bahasa negara-negara sahabat yang akan dikunjungi; diantaranya bahasa Arab. Akademi inilah yang melahirkan para ahli bahasa yang kelak akan memainkan peran penting dalam diplomasi. Beberapa sarjana muslim seperti Ma Huan dan Fei Xin pun menjadi staf Cheng Ho yang juga muslim. Jangan lupakan pula orang Italia yang masuk islam, Nicolo da Conti.

Persiapan tersebut memakan waktu lebih dari setahun; termasuk menyiapkan barang-barang yang akan diperdagangkan seperti porselin, teh, obat-obatan, atau senjata.

Seorang pria India meminta izin untuk mengambil tasnya yang berada dekat saya. Cukup lama juga saya duduk di mushola ini. Klien pemuda tadi rupanya sudah selesai sholat dan kini mereka kembali ke dalam ruang pameran.

Kerajaan Tengah sedang menghidupkan kembali warisan Dinasti Tang, Yuan, dan Ming yang lama terkubur; Sebuah kekuatan global yang tersambung melalui Jalur Sutera.

Sebaliknya, ada pula suatu kaum yang tengah menghidupkan warisan yang lama terkubur. Sayangnya apa yang coba mereka hidupkan tidak akan membawa manfaat kecuali kerusakan.

Apa yang mereka bangkitkan hanya sikap anti-Islam dan anti-sunnah yang dihias dalam bentuk istilah anti-arabisasi.

Andai apa yang rasulullah dakwahkan hanya budaya Arab, mustahil beliau diusir dari Makkah dan dikepung suku-suku Arab dalam perang khondaq.

Suara air mengalir semakin pelan tanda ditutupnya keran abu-abu. Saya pun bangkit dari kursi menuju pintu masuk aula Canton Fair. Sebuah keluarga huihui baru saja menuju mushola. Sang ayah tersenyum seraya mengucap salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s