No Estas Solo, Amigo.

on

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

“Benarkah agamamu peduli pada kemampuan berkuda?” Kira-kira demikian pertanyaan seorang bakero atau koboi Mexico.

Saya pun mengiyakan. Sebagaimana panahan dan renang, berkuda pun merupakan sebuah keterampilan yang layak untuk dilatih.

Sejak obrolan tentang berkuda, kawan berambut coklat itu sering mengirim postingan tentang kuda dan rodeo. Dan diskusi kami pun melebar kemana-mana; akidah, tuhan, rumah tangga, dan apa lagi kalau bukan haji-umrah.

Seorang penunggang kuda dari keluarga yang turun-temurun mengelola ranch; kawan saya mampu merawat dan menunggang kuda sama baiknya. Dan orang-orang Mexico ini mewarisi keterampilan berkuda sejak masa nenek moyang mereka di Spanyol.

Berawal dari adaptasi gaya berkuda suku Zanata (salah satu suku di Afrika Utara) orang-orang Latin menciptakan gaya jinetes, yaitu menunggang kuda lincah sambil menyerang musuh menggunakan lembing yang ringan kemudian menghindar.

Setelah berakhir masa reconquista atau pengusiran orang-orang Islam dari Spanyol dan Portugal; orang-orang Latin mendapat peta-peta bangsa Arab dan Afrika Utara dan menggunakannya untuk berlayar ke dunia baru atau Amerika.

Di dunia baru mereka memperkenalkan kuda pada penduduk pribumi yang hampir tidak pernah melihat makhluk itu sebelumnya.

Kawan saya sedang menyelami ajaran Islam; semoga Allah memberi hidayah taufiq pada dia dan keluarganya.

no estas solo, amigo.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s