Semoga Allah Membalas Kebaikanmu

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

thank you
https://www.postable.com/cards/thank-you/general

            Terima kasih dan rasa syukur merupakan kebenaran mutlak yang diyakini oleh tiap manusia. Apapun agama, kebangsaan, status sosial, usia, maupun jenis kelamin; manusia sepakat bahwa dua hal tadi berada dalam koridor kebaikan. Hanya orang-orang rusak saja yang menganggap buruk keduanya.

Seringkali kita mewujudkan rasa syukur atau terima kasih dengan perbuatan lain. Kita tak segan untuk mengirim hadiah pada mereka yang telah menolong atau setidaknya sekedar senyum dan mengucapkan terima kasih. Kita pun tak jarang mendoakan kebaikan ketika mengingat orang yang telah berjasa bagi kita.

Termasuk rasa syukur juga memperbanyak ibadah dan ketaatan pada Allah, Tuhan Semesta Alam.

Dalam Islam, manusia diajarkan untuk membalas kebaikan yang sama pada orang yang telah berjasa; atau bahkan membalas dengan sesuatu yang lebih baik. Apabila kita tidak atau belum mampu melakukannya, maka kami diperitah untuk mendoakan kebaikan bagi mereka yang telah berbuat baik. Tak lupa, seorang muslim pun dilarang untuk membalas kebaikan dengan keburukan; karena perbuatan tersebut tidaklah dimiliki kecuali oleh orang-orang yang sangat rendah kepribadiannya.

Salah satu tradisi dalam Islam adalah saling mendoakan entah orang tersebut memiliki hubungan kekerabatan atau tidak. Doa paling baik adalah yang berisi permintaan agar diri sendiri maupun orang yang kita cintai mendapat keselamatan di dunia dan akhirat. Dan termasuk doa yang baik adalah kala orang yang kita cintai tak tahu bahwa ia didoakan.

Sebuah doa sederhana bagi mereka yang telah berbuat baik kepada kita adalah ucapan,

جَازَاكَ اللهُ خَيْرًا

Jazaakallahu khoyron.

“Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan”[1]

Apabila si pelaku seorang wanita, kita katakan “jazaakillahu khoyron.”

Apabila pelakunya lebih dari satu orang, maka kita ucapkan “jazakumullahu khoyron.”

 

English

Latin

中文

 

[1] HR. At-Tirmidzi no. 2035, An-Nasa’i dalam ‘Amalul Yaum wal lailah no.180 dan Ibnu Hibban no. 3404. Lihat Shahiih al-Jami’ish Shaghiir no. 6368 dan Shahiih at-targhiib wat Tarhiib I/571 no. 969. [1] Abdul Qadir Jawas, Yazid bin. Kumpulan Doa dari al-Qur’an dan as-Sunnah yang Shahih. Bogor: Pustaka Imam Syafi’i, 2005.

 

3 Comments Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s