Manasik Online

on

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

 

Tak terasa program manasik online sudah memasuki bulan keempat. Kini, saya tengah menyiapkan materi untuk siaran hari kamis (15 Februari 2018) in sya’ Allah.

Apapun kegiatannya, mempersiapkan diri dan materi merupakan kebiasaan yang baik dan harus dimiliki oleh tiap professional. Mengapa? Karena kita tidak bisa seenaknya mencari alasan atau pembenaran dari kesalahan yang kita buat. Membiasakan dua kebiasaan tadi justru akan menurunkan kualitas maupun kredibilitas kita. Sebaliknya, ada cara-cara elegan yang layak ditempuh; berusaha semaksimal mungkin dan berdoa. Perbaiki tiap kesalahan dan belajarlah darinya. Pelajari karakter orang-orang hebat, bukan hanya cara mereka meraih kesuksesan namun juga bagaimana mereka bertahan dari kegagalan. Pelajari juga kisah-kisah orang atau kaum yang hancur; mengapa bencana itu menimpa mereka?

“Lalu kenapa kita jatuh?”

“Agar bisa bangkit kembali.”manasik online

Berawal dari sebuah obrolan iseng antara saya, ibu, dan istri (kami bertiga mengelola website bukanmanasikbiasa.com) tentang kemungkinan mengadakan manasik haji-umrah di facebook. Selama ini hampir tidak ada yang menjalankan program sejenis dan kami juga heran kenapa jarang sekali yang melirik. Padahal kesempatan dibaliknya amat luar biasa. Bayangkan, tiap hari minimal ada seribu (1000) orang yang berangkat umrah dari Indonesia; bukankah ini sebuah kesempatan emas untuk mendakwahkan tata cara berhaji atau umrah sesuai petunjuk rasulullah?

Tentu saja kami menyadari alasan program manasik online jarang dilirik. Umumnya, masyarakat (termasuk di Indonesia) masih berpikir secara konvensional. “Untuk apa belajar manasik haji-umrah, saya kan tidak berangkat kesana?” atau “Nanti kalau sudah pasti berangkat umrah atau haji saya akan belajar manasik!” atau “Ah, untuk apa belajar manasik, cukup melihat dan bertanya pada ustadz!”

Alasan-alasan klise diatas tepat bila diucapkan satu atau dua abad lalu; dimana perjalanan haji-umrah masih sangat mahal dan menghabiskan waktu sangat panjang. Adapun kini, waktu pelaksanaan haji-umrah jauh lebih singkat dan biayanya tak semahal dulu. Informasi tentang haji-umrah dan tanah suci juga mudah diakses melalui internet. Yang kurang hanya satu, yaitu kemauan untuk belajar. Bukankah haji-umrah bagian dari lima rukun Islam? Dan apakah kita tidak tertarik untuk mendalami rukun Islam yang kelima itu? Atau kembali pada salah satu alasan klise diatas?

Meski banyak yang masih berpikiran konvensional namun tidak berarti manasik online sepi peminat. Awalnya kami memposting sebuah iklan sederhana di facebook yang kira-kira seperti ini bunyinya, “Teman-teman, bila diadakan manasik haji-umrah online, apakah berminat untuk mengikutinya?”

Alhamdulillah kami pun mendapat respon positif. Para pecinta dunia haji-umrah bermunculan dan hingga kini masih setia mendampingi kami di Kamis pagi. Rata-rata mereka adalah orang-orang yang pernah menunaikan ibadah haji-umrah dan yang selalu merindukan suasana dua kota suci. Selain dua tipe publik tadi, ada pula mereka yang belum pernah berangkat namun tengah menunggu waktu yang tepat. Last but not the least, ada juga mereka yang sedang semangat untuk memperdalam ilmu agama. Bersama merekalah kami melangsungkan manasik online.

Kini obrolan setengah serius tadi menjadi kenyataan. Betapa banyak ide aneh yang justru luar biasa ketika dipraktekan. Salman Al-Farisi dengan idenya membuat parit pertahanan di sekeliling Madinah. Sultan Muhammad Al-Fatih yang membuat jalan tol diatas bukit kecil agar dapat memindahkan 70 kapal perang. Dua ide tersebut merupakan suatu yang janggal bagi kebanyakan orang saat itu. Namun ketika dicoba? Pasukan koalisi dibuat frustasi untuk menyeberangi parit. Sebaliknya, rantai raksasa yang dipasang di pintu masuk Konstantinopel justru membuat armada Byzantium berada di areal yang sama dengan armada Utsmani yang berlayar diatas bukit.

Bagi teman-teman yang ingin bergabung di program manasik haji-umrah online, bisa mengunjungi akun facebook kami di alamat: tigermayer1@gmail.com.

Kehadiran anda merupakan suatu kehormatan bagi kami.

English

Latin

2 Comments Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s