Bangkok: Persaudaraan dalam Islam

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. (Al-Hujurot ayat 10)

حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى المسلمِ خَمْسٌ: رَدُّ السَّلامِ، وَعِيادَةُ الْمَرِيْضِ، وَاتِّباعُ الْجَنائِزِ، وَإِجابَةُ الدَّعْوَةِ، وَتَشْمِيْتُ الْعاطِسِ

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada lima: Menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengantar jenazah, memenuhi undangan, dan mendoakan yang bersin.” (HR. Al-Bukhari no. 1240 dan Muslim no. 2162)

لا تحاسدوا ولا تَناجَشُوا ولا تباغضوا ولا تدابروا ولا يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ,وكونوا عباد الله إخواناً. اَلْمُسْلِمُ أَخُو المسلمِ: لا يَظْلِمُهُ ولا يَخْذُلُهُ ولا يَكْذِبُهُ ولا يَحْقِرُهُ. اَلتَّقْوَى هَهُنا – يُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاثَ مَرَّاتٍ- بِحَسْبِ امْرِيءٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخاهُ الْمُسْلِمَ. كُلُّ الْمسلمِ عَلَى المسلمِ حَرامٌ: دَمُهُ وَمالُهُ وعِرْضُهُ

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Jangan kalian saling hasad, jangan saling melakukan najasy, jangan kalian saling membenci, jangan kalian saling membelakangi, jangan sebagian kalian membeli barang yang telah dibeli orang lain, dan jadilah kalian sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara muslim bagi lainnya, karenanya jangan dia menzhaliminya, jangan menghinanya, jangan berdusta kepadanya, dan jangan merendahkannya. Ketakwaan itu di sini -beliau menunjuk ke dadanya dan beliau mengucapkannya 3 kali-. Cukuplah seorang muslim dikatakan jelek akhlaknya jika dia merendahkan saudaranya sesama muslim. Setiap muslim diharamkan mengganggu darah, harta, dan kehormatan muslim lainnya.” (HR. Muslim no. 2564)

platinum1.jpg

Ruang sholat itu amat kecil, hampir tak ada mushola di Indonesia yang semungil itu. Meskipun demikian jangan tanya soal kebersihannya; nilainya bintang lima. Dilengkapi wastafel untuk berwudhu dan pendingin ruangan yang tak lelah meniupkan udara sejuk; rasanya tengah beribadah di negeri yang mayoritas penduduknya muslim. Terima kasih pada Mall Platinum Bangkok yang menyediakan tempat sholat sebagus ini.

Sementara ibu sholat di mushola khusus wanita di lantai dua, saya harus mendaki ke lantai lima menuju mushola khusus pria. Sementara ibu sholat bersama orang-orang Arab, saya berjamaah dengan orang Melayu, Thai, dan Burma (Myanmar). Ma sya’ Allah, tata cara sholat orang Thai yang mengimami kami benar-benar sesuai sunnah rasul. Selesai sholat saya ingin berkenalan namun ia pergi dengan terburu-buru; mungkin ada urusan. Si bapak Melayu juga hilang entah kemana.

Selesai memakai sepatu saya berjumpa dengan orang Burma yang tadi sholat bersama. Saya pun berkenalan dengannya. Acan, seorang Muslim Burma berwajah unik; antara Cina dan Eropa. Kami berbincang sejenak hingga akhirnya berpisah di depan eskalator. Sadar bahwa belum tentu akan berjumpa lagi, saya pun memberi kartu nama dan berharap dapat menjalin ukhuwah melalui website. “Ti su, Acan. Terima kasih Acan.”

Inilah kebahagiaan saya selama berada di Bangkok. Banyak sekali saudara muslim yang saya temui. Kami pun tak segan untuk bertukar salam di depan umum. Bahkan di Mall Platinum pengumuman disiarkan melalui empat bahasa: Thai, Inggris, Mandarin, dan Arab.

Disana orang Thai, Burma, Pakistan, Melayu, Eropa, Indonesia, atau Arab saling mengucap salam dan shalat berjamaah. Kami seolah lupa dengan kewarganegaraan masing-masing. Apa yang terlebih dahulu muncul dalam benak adalah pikiran bahwa mereka adalah saudara seiman dari negara yang berbeda. Kami semua sujud bersama, merendahkan diri di hadapan Allah. Ia telah menciptakan kami sebagai bangsa yang berbeda-beda; namun Ia beri kami hidayah untuk bersama menyembah-Nya. Ia adalah satu-satunya Tuhan yang layak diibadahi dengan benar. Tiada satupun sekutu bagi-Nya.

English

Latin

2 Comments Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s