Jeddah: Bandara Internasional King Abdul Aziz

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

bandara jeddah
Image: http://www.bhatkallys.com/gulf/jeddah-airport-serves-5-2m-umrah-pilgrims/

Lho kita turun di bandara internasional ya am (paman)?” tanya saya pada Musa yang tengah asyik memainkan stir.

Iya, instruksi Yusuf seperti itu.” Jawab Musa yang mirip aktor Morgan Freeman mengenakan gamis krem dengan motif garis-garis vertikal.

Pada dasarnya tidak ada masalah apakah kita akan boarding melalui bandara internasional maupun bandara haji karena keduanya memiliki keunikan masing-masing.

Bandara internasional berukuran lebih kecil dan mirip terminal dua Bandara Soekarno Hatta namun tidak bertingkat dua. Disini para jamaah hanya perlu menempuh jarak singkat dari lapangan parkir ke pintu masuk bandara dan para calon penumpang disini tidak seluruhnya muslim. Kelebihan lain bandara internasional juga terlihat dari proses check in yang relatif lebih cepat dan praktis serta dekatnya jarak antara konter imigrasi dengan boarding room.

Beda halnya dengan bandara internasional, Bandara Haji berukuran jauh lebih besar dengan ciri payung-payung putih raksasa yang menjadi atap bagi pelatarannya. Begitu turun dari bus para jamaah harus menempuh jarak sekitar 100 meter melalui lantai yang keseluruhannya biru untuk menuju ruang check in. Calon penumpang disini pun semuanya muslim dan dengan mudah kita dapati banyak antrean panjang para jamaah umroh yang akan pulang ke negeri masing-masing.

Di sisi lain kita juga dengan mudah menyaksikan rombongan jamaah umroh yang baru datang dalam keadaan berihrom. Salah satu keunggulan bandara ini adalah tersedianya mushola dan toilet dalam jumlah yang demikian banyak. Disini pula kita dapat menjumpai toko yang menjual zamzam bagi jamaah umroh yang hendak pulang. Kita dapat menyaksikan dus-dus warna putih atau orange didistribusikan petugas travel yang menempel dus-dus tadi dengan stiker perusahaannya. Kelak di bandara tujuan, para handling travel dengan mudah dapat mengenali mana zamzam miliknya dan mana yang milik travel lain. Cukup lihat stikernya saja. Keuntungan lain di bandara haji, sepengalaman saya, juga dapat ditemukan di konter paspornya karena rata-rata petugas disini selain fasih berbahasa Indonesia juga lebih memahami budaya nusantara dibanding rekan-rekannya di bandara internasional.

Jeddah memiliki empat bandara yang saling berhubungan melalui tanah lapang super luas berisi hangar-hangar serta landasan-landasan pacu. Para jamaah yang baru datang atau hendak pulang biasanya diarahkan ke Bandara Haji atau Bandara Internasional. Adapun penumpang maskapai Saudi, meski awalnya sama-sama diarahkan ke salah satu dari dua bandara tadi namun setelah boarding mereka akan diangkut menggunakan bus yang akan mengantar ke terminal khusus Saudi Airlines. Terakhir ada pula bandara khusus anggota k eluarga kerajaan yang tidak dapat diakses masyarakat umum.

Yusuf menyambut kami persis di depan bus. Wajah pria gemuk berambut keriting itu tenang saja tanpa takut tertabrak. Setelah mengucap salam dan cipika-cipiki, Yusuf meminta saya dan para jamaah untuk duduk di kursi-kursi yang masih kosong sementara ia mengurus tiket. Alhamdulillah tak butuh waktu lama untuk menemukan deretan bangku yang kosong dan kami pun duduk tanpa perlu berebut tempat.

Sekitar lima belas kami beristirahat dengan tenang, dimana para jamaah saling mengutarakan rencana apa saja yang akan mereka lakukan setibanya di tanah air. Sebagian jamaah pun sudah mulai menyambangi kedai-kedai penjual makanan sekedar untuk memesan kopi hangat yang cocok menemani istirahat. Bu Ani dan Bu Erni bertanya apa nama brand busana syar’i milik istri saya, “La Moura, bu. (https://www.facebook.com/mourasolshop/)

English

Latin

6 Comments Add yours

  1. My Surya berkata:

    Wajah Bapak Yusuf terlihat tenang tanpa takut tertabrak saat menyambut di depan bus, aku jadi mikir-mikir sampai kalimat ini terhadap Bapak Yusuf, kok bisa begitu? Apakah karena bus perlahan berhenti dan atau sudah berhenti, yaa. Barangkali beliau sudah sangat berpengalaman, sehingga tenang-tenang saja. 😀

    Disukai oleh 1 orang

    1. Ryan Mayer berkata:

      jujur aja bun, saya kurang tepat dalam menulis kalimat tersebut🤣
      kejadian sesungguhnya: begitu bus kami tiba (belum berhenti) yusuf melenggang santai ke arah kami sementara di jalan yang ia lewati mobil wara-wiri😎

      Disukai oleh 1 orang

  2. My Surya berkata:

    Ooo… Hehee, iya Pak, aku mulai memahami situasinya, terimakasih sudah meluruskan. Semoga Bapak Yusuf selalu dalam lindungan Allah Yang Maha Menjaga, di mana pun beliau berada, dalam tugas pengabdian beliau. Aamiin… 🙂

    Disukai oleh 1 orang

    1. Ryan Mayer berkata:

      aamiyn.., =)

      Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s