Jeddah: Masjid Apung

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم

jeddah
Image: Ryan Mayer’s document.

Setelah puas memborong oleh-oleh di Pasar Balad kami melanjutkan perjalanan menuju Laut Merah. Begitu turun dari bus kami segera melaksanakan sholat dzuhur dan ashar di Masjid Apung.

Terletak di tepi pantai Jeddah, bangunan yang bernama asli Masjid Ar-Rahmah ini dibangun oleh seorang wanita Saudi yang baru saja mendapat warisan. Siapa yang menyangka bahwa masjid yang dibangunnya justru menjadi salah satu tujuan wisata jamaah asal Indonesia. Karena letaknya persis di atas air maka orang-orang Indonesia menyebutnya masjid apung dan hingga kini julukan itu lebih populer dari nama resminya. Membangun masjid sendiri, apabila dilakukan dengan niat ikhlas maka akan mendapat ganjaran yang luar biasa, sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan Jabir bin Abdillah,

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ

Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.[1]

Pintu masuk masjid ini berada di pantai sementara sebagian bangunannya, terutama yang menuju toilet wanita, berada di atas air. Keseluruhan bangunan ditopang oleh tiang-tiang beton yang pada saat pasang akan terendam air hingga seolah menimbulkan kesan mengapung di atas air.

Di pelataran masjid banyak mukimin[2] Indonesia yang menjual kurma muda, delima, cincin, hingga mie instan. Tadinya mereka menjajakan dagangan di pinggir pantai yang dihiasi banyak paviliun tempat jamaah menyantap makan siang. Bahkan di deretan paviliun itu tadinya banyak tukang baso yang diantaranya berasal dari Ciamis; namun entah mengapa sekarang mereka sudah jarang nampak.

Allah Akbar Allah Akbar.” Adzan dzuhur berkumandang dan kami segera mengambil air wudhu. Setelah iqomat, semua orang yang berasal dari berbagai negara berdiri rapih dan rapat di belakang sang imam yang mengenakan gamis putih dengan kafiyeh merah putih. Kami semua sujud kepada Allah diatas karpet warna hijau yang lembut sementara AC yang dingin berhembus di atas punggung.

Selesai sholat kami semua kembali ke bus sekedar untuk menyaksikan sebuah peristiwa yang emosional. Wahyudi yang selama sepuluh hari mendampingi kami harus mengucapkan selamat jalan karena muthawwif tidak diperkenankan pemerintah Saudi untuk turut masuk ke dalam bandara. Wahyudi menyampaikan pidato perpisahan seraya meminta maaf atas kekurangannya dalam melayani kami. Ia kemudian berpelukan dengan sebagian bapak-bapak kemudian saya. Inilah kehidupan, ada saat berjumpa dan ada pula saat berpisah. Musa menutup pintu bus dan kami melambaikan tangan pada Wahyudi. Seiring perjalanan menuju bandara maka semakin kuat pula rasa rindu terhadap tanah air dan sanak keluarga yang menanti.

[1] HR. Ibnu Majah (no. 738).  Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih.

[2] Penduduk Indonesia yang telah tinggal di Saudi dalam waktu lama, sebagian ada yang mencapai 20 tahun bahkan lebih.

English

Latin

7 Comments Add yours

  1. My Surya berkata:

    Begitulah kehidupan, ada perjumpaan ada juga perpisahan. Apakah lambaian tangan saat bertemu atau berpisah? Sungguh, keduanya sangat berkesan di hati. ~~

    Disukai oleh 1 orang

    1. Ryan Mayer berkata:

      betul bundo, tapi in sya allah kita belum berpisah; karena masih banyak yang hendak diceritakan😁

      Disukai oleh 1 orang

      1. My Surya berkata:

        Alhamdulillah, 😀 InsyaAllah… ku menyimak cerita perjalanan penuh rindu di sini, dengan senang hati. Meski menguras airmata hampir setiap sudut pandang. Begitulah. Terima kasiih sangat untuk semuaaa, pokoknya. Barakallah. 🙂

        Disukai oleh 1 orang

      2. Ryan Mayer berkata:

        wa fiyki barokallah bundo😄

        Disukai oleh 1 orang

  2. My Surya berkata:

    Aamiin ya Rabbal’alamiin. 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s