Rasa Syukur: Sebuah Keharusan

tempered glass
Image: Ryan Mayer’s document.

“Subhanallah, ternyata ini yang menyebabkan macet.” Batin saya ketika melihat pemandangan di luar jendela.

Sebuah truk besar warna hijau tengah diderek sementara dua orang polisi mengamankan mobil van abu-abu yang remuk bagai roti tercabik. Inilah penyebab kemacetan tak normal di jalan tol yang sering saya lalui.

Batin saya pun kembali ke tempered glass yang pecah berkeping-keping; menambah kerjaan dan keluarnya beberapa ratus ribu Rupiah. Namun saya pun segera menengok ke kursi belakang; putra saya tengah tertidur pulas tanpa peduli dengan kemacetan parah di luar. Demikian pula ibunya. Di bangku sebelah, ibu saya yang mengantuk pun tetap mampu memainkan peran sebagai navigator handal. Alhamdulillah kami semua baik-baik saja tanpa luka sedikit pun.

Apalah artinya rasa letih, jemu, dan sejumlah uang untuk smartphone yang alhamdulillah tidak rusak sedikit pun? Apalah artinya itu semua dibanding kebahagiaan berjumpa ayah beberapa jam sebelumnya? Dan apalah artinya segala yang kami alami dibanding yang menimpa para korban kecelakaan?

Manusia sering sesumbar menganggap diri paling hebat; namun ketika ujian benar-benar datang mereka pun merengek. Play victim dan melankolis biasa menjadi pilihan favorit; seolah Tuhan tak pernah berbuat adil. Kenyataannya tak demikian! Allah telah berjanji bahwa Ia tak akan mencoba hamba-hamba-Nya dengan sesuatu yang diluar kemampuan mereka,

لَا يُكَلِّفُ اللهُ نفْسًا إلَّا وُسْعَهَا، لَهَا مَا كَسَبَتْ وَ عَلَيْهَا مَا أكتَسَبَت رَبَّنَا لَا تُأَخِذْنٰاإِن نَّسِينٰا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَ لاَ تَحْمِل إصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى ألَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَ لاَ تُحَمِلْنَا مَ لَا طَاقَتَ لَنَ بِهِ. وَأعْفُ عَنَّا وَأغْفِرلَناَ وَرْحَمْنٰا أَنْتَ

مَوْلٰنَا فَنْصُرْنَا عَلَى ألْقَوْمِ ألكٰافِرِيْنَ

“Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (Al-Baqarah: 286).

Percayalah pada-Nya dan engkau akan merasa terlindungi, in sya’ Allah.

English

Latin

5 Comments Add yours

  1. My Surya berkata:

    Alhamdulillah, bersyukur sungguh indahnya, meski lelah masih bisa tersenyum dengan mudah adalah anugerah dari Allah 🙂

    Disukai oleh 1 orang

    1. Mayer San berkata:

      betul bun, alhamdulillah. dengan bersyukur kita juga bisa menyadari apa yang selama ini kita lengah terhadapnya.😀

      Disukai oleh 1 orang

  2. My Surya berkata:

    Iyah, jadi teringatkan lagi. Terimakasih. Masih banyak yang bisa kita syukuri, ternyata. Dari hal-hal kecil, walau yang sedikit, dengan bersyukur tetap menenangkan. Apapun itu. 🙂

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s