Thowaf di Baitullah

 

Ribuan manusia berputar kearah yang sama. Melawan arah putaran jarum jam. Ka’bah berada tepat di sisi kiri.

Sebagian mengenakan pakaian ihram sementara lainnya berpakaian bebas. Orang-orang Melayu, Pakistan, India, Arab, Turki, Eropa, Cina, Jepang, dan dari bangsa-bangsa lain semuanya berkumpul untuk memenuhi panggilan Allah. Mereka semua datang berkendaraan atau berjalan kaki, bahkan banyak yang datang dari tempat-tempat yang teramat jauh. Maha suci Allah yang menganugerahkan kami daya dan kekuatan untuk mengunjungi rumah-Nya.

Sebelum bergabung dengan saudara-saudara seiman, kami mengatur ulang barisan. Wahyudi memimpin di depan sementara saya mengawal di belakang; untuk mengumpulkan mencegah jamaah terpisah dari kelompok.

Setelah barisan siap kami pun masuk ke putaran thowaf, berjalan diantara orang-orang yang menangis, berdoa, atau yang mengikuti teriakan muthowwifnya, “Subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha illallah, wallahu akbar.

Kami masuk areal thawaf dari tangga yang sejajar rukun Yamani, sementara orang-orang mengucapkan “Robbana aatina fiddunya hasanah wa fil aakhiroti hasanah wa kinaa adzaaban naar.” Kami berjalan dengan sabar hingga lampu neon hijau tepat di sisi kanan. Begitu Hajar Aswad tepat di sisi kiri maka tangan kanan pun diangkat dan wajah menghadap ke batu surga itu sebelum membaca, “Bismillah Allah Akbar.” Putaran pertama thowaf pun dimulai.

Thowaf atau memutari Ka’bah dilakukan sebanyak tujuh kali dan tidak ada bacaan khusus kecuali di dua tempat, yaitu Rukun Yamani dan Hajar Aswad. Setiap orang boleh membaca zikir apapun yang ia sukai atau ingat, atau boleh pula berdoa meminta hajat menggunakan bahasa masing-masing. Apabila kita menangis maka tak perlu ditahan karena sebuah hal yang wajar untuk menangis bila berada di tanah suci. Dan kita pun harus bersabar bila ditabrak atau disela orang lain; keduanya merupakan hal yang biasa terjadi kala thowaf. Jangan membalas namun perbanyak istighfar.

Bagi mereka yang mampu mencium hajar aswad maka ciumlah, bila tidak bisa cukup mengelusnya dengan tangan kemudian kita cium tangan itu, atau bila tidak bisa cukup melambai ke arah Hajar Aswad dengan tangan kanan. Dari hajar aswad kita akan mengelilingi Ka’bah sambil berdoa masing-masing. Setibanya di Rukun Yamani (sebuah sudut yang terletak sebelum sudut Hajar Aswad) kita membaca doa,

رَبَّنٰا ءَاتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ

(Rabbanaa aatinaa fiddunya hasanah, wa fil aakhiroti hasanah, wa qinaa adzaaban naar)

thawaf.jpg
Image: https://arminarekasurabaya.wordpress.com/2012/06/30/macam-macam-thawaf/

Saat thowaf kita akan melewati beberapa tempat bersejarah seperti Maqam Ibrahim. Berbentuk mirip sangkar burung warna emas, bangunan yang tak jauh dari Hajar Aswad ini berisi sebuah batu yang padanya tampak bekas telapak kaki Nabi Ibrahim. Batu inilah yang dulu digunakan beliau sebagai tangga untuk membangun Ka’bah. Kadang kita dapati orang mengelus-elus, memeluk, mencium, atau mengusap-usapnya dengan harapan mendapat berkah. Jangan dicontoh karena selain tidak ada perintahnya dari rasul, perbuatan-perbuatan tadi juga dapat menjerumuskan seseorang ke dalam kesyirikan. Kita boleh melihat atau mengintipnya namun jangan mengalap berkah.

Tak jauh dari Hajar Aswad terdapat sebuah pintu emas di dinding Ka’bah. Antara Hajar Aswad dan pintu tersebut terdapat sebuah celah kecil yang dikerubungi orang. Daerah itu dikenal dengan nama Multazam. Disana orang-orang berusaha untuk menempelkan pipi dan tubuh sekaligus berdoa;  karena rasul menjelaskan doa di Multazam cepat dikabulkan. Bila kita hendak melaksanakan ibadah yang disebut iltizam itu, ingat pula saudara-saudara seiman yang turut mengantre.

Beberapa meter dari Multazam tampak sebuah pagar marmer berbentuk tapal kuda warna abu-abu. Diatas pagar itu terdapat beberapa lampu berwarna emas. Pagar ini dinamakan Hijir Ismail. Bila kita mendekatinya maka tampak orang-orang tengah sholat di dalam pagar itu sementara yang lain mengantre di depan pintu masuk kecil yang dijaga satu atau dua orang askar berseragam coklat. Mereka rela mengantre disana karena mengingat hadits nabi yang menceritakan keinginan ibunda Aisyah untuk sholat didalam Ka’bah. Rasulullah pun memerintahkan ibunda untuk sholat di Hijir Ismail karena tempat itu mulanya bagian dari Ka’bah.

Pada zaman dahulu kala Makkah tertimpa banjir bandang hingga Ka’bah roboh. Orang-orang Quraisy pun berinisiatif untuk menggalang dana demi renovasi Rumah Allah namun hasilnya tidak cukup untuk melakukan pembangunan total. Sesungguhnya orang-orang Quraisy mampu mengumpulkan dana lebih untuk keperluan renovasi apabila mereka bersedia mencampurkan uang halal dan uang haram. Namun mereka tidak melakukannya. Meski sering bermaksiat dan jatuh ke dalam kesyirikan namun mereka meyakini bahwa haram hukumnya merenovasi rumah tuhan menggunakan uang haram. Alhasil di bagian Hijir Ismail hanya dibangun pagar dan bukannya dinding.

English

Latin

9 Comments Add yours

  1. My Surya berkata:

    “Subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha illallah, wallahu akbar.” Semoga perjalanan para jamaah haji lancar, sehat dan selamat, menjadi haji yang mabrur, aamin ya Rabbal’alamiin. 🙂

    Suka

    1. Mayer San berkata:

      Allahuma aamiyn. Semoga yang belum berangkat atau ingin kembali berangkat dimudahkan jalannya oleh Tuhan Pemilik Ka’bah.

      Disukai oleh 1 orang

      1. My Surya berkata:

        Aamiin, aku termasuk yang belum berangkat dan ingin. Masih menjaga harapan, semoga ada jalan kemudahan, memenuhi undangan-menuju Rumah-Nya. Terimakasih untuk doa pelega jiwa ini yang rindu Ka’bah 🙂

        Disukai oleh 1 orang

  2. Mayer San berkata:

    Semua berawal dari doa dan titip doa. Yang penting kita jangan bosan berdoa. Semoga Allah lapangkan jalan anda dan orang-orang tercinta tuk beribadah di dua tanah suci.😁

    Disukai oleh 1 orang

  3. My Surya berkata:

    Aamiin ya Allah… 🙂 Terimakasih ya, Bapak Mayer San atas semua kerelaan menanggapi dan doanya buat kami, menjadi jalan hadirnya senyuman di ruang hati. Semoga perjalanan Bapak dan kawan-kawan di sana senantiasa mendapat kemudahan. 🙂 🙂 🙂

    Disukai oleh 1 orang

  4. Mayer San berkata:

    Terima kasih kembali bundo. Kami berharap Allah mengabulkan permohonan bundo, baik untuk kami maupun untuk bundo sekeluarga.

    Bila trlah di tanah suci nanti jangan lupa doakan kami; dan jangan lupa pula berbagi dengan kami melalui laman My Surya☉🌝🌞

    Disukai oleh 1 orang

  5. My Surya berkata:

    insyaAllah, #harulagi. Menjaga ingatan berkelanjutan dan masih mempunyai kesempatan merangkai catatan perjalanan hidup yang penuh kejutan ini.

    Harap Allah memberkahi langkah-langkah jemari. Hingga ia pun bisa melambai Ka’bah lebih dekat hingga Hajar Aswad.

    Husnuzan kepada Allah, berdoa lagi dan lagi. #Nitipimpiansepenuhhati 🙂 🙂 🙂

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s