Museum Asmaul Husna

museum asmaul husna
Image: https://www.pinterest.com/pin/441986150913775254/

Saya berjalan kaki menuju gerbang 15 yang teretak di barat Masjid Nabawi, disanalah hotel saya berada. Udara masih agak dingin hingga hamparan marmer biru keabuan tampak seperti danau yang membeku. Disana-sini banyak wanita Bangladesh yang tidur di bawah payung-payung besar warna putih yang terbuka dan tertutup secara otomatis. Mau tidak mau saya harus melewati areal ini karena memang searah dengan hotel.

Seiring nampaknya matahari, mereka yang asyik tidur dalam balutan baju dan sari warna-warni terbangun. Masih dari tempat yang sama , beberapa muda-mudi Pakistan tampak berjalan bergandeng tangan; nampaknya mereka pengantin baru. Di bagian lain orang-orang yang lebih tua nampak khusyuk membaca Al-Qur’an. Beberapa meter dari sana tampak khalaqah pengajian orang-orang Aljazair. Jauh di depan sana, seorang pria India atau Pakistan berbaju biru tengah membagikan roti pada siapapun yang melintas di hadapannya.

“Masya Allah pagi-pagi sudah bersedekah.” Saya mengagumi perbuatan luhur pria itu. Dan untuk menghormati kebesaran jiwanya sekaligus memadamkan pemberontakan di perut saya pun mengampirinya. Senyum hangat menemani sepotong roti coklat yang juga hangat pindah dari tangannya ke tangan saya, “Jazakallahu khoyron.” Ucap saya yang dibalas sebuah senyuman.

Kini tangan kanan saya menenteng roti yang akan memperkaya variasi menu sarapan. Begitu mendekati pintu 15 tiba-tiba pandangan saya tertuju pada Gedung Pameran Muhammad Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam yang lebih akrab dipanggil Museum Asmaul Husna.

Pada rangkaian ziarah Madinah kali ini saya tidak sempat mengunjungi gedung putih yang diatasnya terpampang banyak kaligrafi seperti nama-nama Allah. Pikiran pun terbang ke beberapa tahun lalu kala Subhi mengajak saya kesana.

Seorang mahasiswa di Universitas Madinah yang kini membuka usaha travel haji-umroh; Subhi dan saya sama-sama Cina muslim yang gemar petualangan dan bisnis. Tinggi, kurus, dengan sebuah tahi lalat di dagu; Subhi mengajak saya ke tempat-tempat yang hampir tidak pernah dicantumkan di jadwal city tour umroh reguler.

Museum itu sendiri berisi foto-foto Madinah tempoe doeloe serta beberapa peninggalan sahabat rasul. Siapapun yang penasaran dengan sejarah Madinah maka wajib untuk datang ke tempat yang juga menyediakan slide-slide film berisi sejarah kota yang dulu bernama Yasrib.  Atau bisa juga berangkat bersama kami; in sya’ Allah anda akan kami ajak ke tempat-tempat yang tak kalah menarik namun tidak dicantumkan oleh jadwal city tour umroh reguler. Ditunggu ya confirmnya. Jazakumullah khoyron.

*****

English

Latin

2 Comments Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s