Jabal Magnet

jabal-magnet-1.png
Image: https://duniatimteng.com/jabal-magnet-misteri-gunung-bermagnet-di-madinah/

Sementara Wahyudi mengumuman jadwal manasik sore hari nanti, bus kami melaju diantara gedung-gedung tiga tingkat berwarna coklat.

“Jam berapa kita kumpul?” tanya Pak Rudi yang memang paling on time.

“Jam empat pak.” Jawab Wahyudi dengan logat Madura yang kental.

Meski mata memandang lekat para pejalan kaki yang memadati trotoar abu-abu, pikiran saya justru kembali ke sebuah pengalaman yang terjadi beberapa tahun lalu, saat kami mengunjungi Jabal atau Bukit Magnet.

Suasana sekitar Jabal Magnet mirip dengan dunia koboi di wild west. Hamparan padang pasir sunyi yang tak ditemani apapun kecuali bukit-bukit gersang. Jalan disana mulus dan sepi namun mobil-mobil lebih senang menepi untuk menyaksikan keunikan tempat ini.

Bus kami berhenti di ujung jalan yang terdiri dari gunung cadas warna merah. Supir membuka pintu dan para jamaah berhamburan keluar untuk berfoto ria. Satu jepretan dua jepretan lama-lama tenggorokan pun mulai haus. Sebuah truk es krim warna putih dan coklat entah bagaimana ceritanya sudah berhenti di dekat kami sementara seorang pria India di dalamnya mulai menjajakan es krim atau minuman dingin lainnya.

Bersama mengalirnya cola dingin di tenggorokan atau manisnya es krim, berdatangan pula petugas-petugas cleaning service berpakaian serba hijau yang kepalanya terbungkus kafieh (tutup kepala khas Arab) kotak-kotak merah-putih. Umumnya mereka rekan sebangsa tukang es krim tadi. Mereka berharap jamaah umroh sudi berbagi kebahagiaan dan alhamdulillah kami bukan orang-orang yang kikir.

Selesai berfoto ria dan menikmati minuman dingin, bus pun kembali ke arah datangnya. Supir segera memindahkan perseneling ke posisi netral serta menjauhkan kaki dari pedal gas; ajaib, bus berjalan sendiri padahal saat itu kami tengah brerada di tanjakan. Makin lama kecepatan pun meningkat hingga 60 km/jam. Demikian takjubnya para jamaah hingga mereka pun bertasbih, “Subhanallah.”

Lama-kelamaan ucapan tasbih berganti menjadi takbir kala melihat pemandangan di luar. Banyak mobil pribadi yang sengaja berhenti hanya untuk menggelindingkan botol air mineral di tengah jalan. Dengan sendirinya botol itu akan menggelinding kearah jalan yang menanjak.

English

Espanol

5 Comments Add yours

  1. My Surya berkata:

    Indahnya berbagi kebahagiaan hingga jabal magnet. Semakin penasaran dengan botol aqua yang menggelinding ke arah menanjak. Kun Fayakun, sungguh Allah Maha Berkehendak.

    Terimakasih Bapak, untuk berkisah juga tentang hal ini 🙂

    Disukai oleh 1 orang

    1. Mayer San berkata:

      terima kasih kembali bundo. sebenarnya terlalu banyak bukti kekuasaan Allah yang ada di tanah suci. hanya kalo diceritain semua mungkin malah banyak yang tak percaya. in sya’ Allah bundo pun kelak tolong bagi pengalaman bersama kami ya😁

      Disukai oleh 1 orang

  2. My Surya berkata:

    Bukti-bukti kekuasaan Allah yang dapat menambah keyakinan dan meningkatkan keimanan, insyaAllah.. Mohon doakan selalu, undangan-Nya sampai juga pada kami dan bisa menjejakkan langkah hingga d sana, ya. Paa. ^^

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s