Keunikan Masjid Qiblatain

Front-of-Masjid-Qiblatain.jpg
Image: http://www.islamiclandmaks.com

“Bapak ibu silakan lihat ke sebelah kanan.” Semua pandangan tertuju pada bangunan persegi berwarna putih yang dikenal sebagai Masjid Qiblatain. Bangunan yang juga dikenal dengan nama Masjid Banu Salamah ini mirip Masjid Quba, hanya saja disini terdapat dua lantai untuk sholat sedangkan menaranya hanya dua buah. Beberapa tahun lalu saya pernah singgah di masjid yang interiornya berwarna putih gading, ditopang tiang-tiang dan lengkungan, serta dilengkapi karpet warna merah yang terhampar. Pada umumnya travel-travel umroh tidak memasukan masjid ini dalam agenda mereka; bus tak berhenti dan jamaah cukup menyaksikan lewat jendela. Tidak ada hal sakral pada bangunan yang berjarak sekitar lima kilometer arah barat laut Masjid Nabawi ini. Lalu dimana keistimewaannya?

Sejak rasulullah bermukim di Madinah, beliau sholat kearah Baitul Maqdis selama 16 atau 17 bulan karena kala itu banyak sekali berhala di sekitar Ka’bah. Orang-orang Yahudi pun menjadikan alasan ini untuk mengolok-olok Islam. Mereka mengganggap agama mereka yang benar sedangkan kaum muslim jatuh pada kekeliruan. Sejak saat itu rasul sering menengadahkan wajah ke langit seraya memohon agar kiblat dikembalikan ke Ka’bah. Setelah lama menunggu, Allah pun mengabulkan permintaan beliau melalui surat Al-Baqarah ayat 144,

قَد نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِس السَمَّاءِ فَلَوُلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَّلِ وَجْهَكَ شَطْرَ لْمَسِجِدِ الْحَرَامِ وَ حَيْسُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُهَكُمْ شَطْرَهُ وَ إِنَّ الَّذِيْنَ أُتُوْا الْكِتٰبَ لَيَعْلَمُوْنَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ وَ مَا اللهُ بِغٰفِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ

Sungguh Kami (sering) melihat wajahmu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkanmu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah wajahmu kearahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al-Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Rabb-nya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.

Ketika ayat tentang pemindahan kiblat ini turun, sekelompok sahabat yang tinggal di wilayah Banu Salamah tengah mengerjakan sholat ashar. Kemudian lewat seorang sahabat yang baru saja menunaikan sholat ashar menghadap ke Ka’bah bersama rasulullah. Sahabat itu kemudian mengumumkan berita itu pada kelompok yang tengah sholat tadi hingga mereka serta-merta pun berbalik arah dari Baitul Maqdis menuju Ka’bah.

English

Espanol

2 Comments Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s