Gunung Uhud; Sebuah Pelajaran

jabal-uhud-dari-jabal-rumat.jpg
Image: http://duniatimteng.com/jabal-uhud-gunung-yang-disebut-nabi-kelak-ada-di-surga/

Setelah berjalan lima belas menit dari kebun kurma, bus kami pun tiba di Gunung Uhud. “Itu dia Gunung Uhud, yang besar dan berwarna kemerahan.” Saya menunjuk keluar jendela yang langsung diikuti oleh tolehan para jamaah. Sebagian besar dari mereka segera mengambil handphone dan mulai mengambil gambar; dan seperti biasa Bu Anis bertanya tentang sejarahnya.

“Barangkali bapak dan ibu ingat ketika kita mau mendarat, Gunung Uhud terlihat jelas dari udara. Bentuknya memanjang seperti punuk unta warna merah. Dinamakan Uhud karena meski tampak seperti beberapa gunung namun sebenarnya ia hanya satu.”

Kami turun dari bus dan segera menuju Makam Uhud untuk mendoakan 70 orang sahabat yang gugur dalam Perang Uhud. Meski turun dari bus bersama-sama namun yang turut berziarah hanya Bu Erni dan Nek Ema. Keluarga Pak Oni sudah duluan naik ke Jabal Rumat atau Bukit Pemanah sementara Pak Nugie sekeluarga sibuk membeli oleh-oleh di deretan tenda berpayung yang menjual henna, kurma, rumput fatima, hati unta, siwak, dan lain-lain.

Selesai berziarah saya mengulang sedikit penjelasan tentang perang Uhud. Bahwasanya umat Islam hampir memenangkan pertempuran apabila pasukan pemanah tidak melanggar perintah rasul. Kemenangan yang sudah di depan mata justru berubah menjadi bencana. 70 orang sahabat gugur, termasuk dua orang pemuka muhajirin. Yang pertama adalah Hamzah bin Abdul Mutholib, paman nabi yang juga orang paling ditakuti di Mekkah. Yang kedua adalah Mush’ab bin Umair; seorang pemuda tampan dan kaya raya, berpendidikan dan mahir menunggang kuda. Ia rela melepaskan semua itu dan diusir keluarganya semata-mata untuk masuk Islam. Ketika wafat, Mush’ab tidak memiliki apapun untuk dijadikan kafan kecuali sebuah kain yang biasa ia jadikan mantel. Bila kain itu ditutupkan pada wajahnya maka kakinya akan tampak, dan bila kakinya ditutupi justru wajahnya yang nampak. Maka bagian kakinya pun ditutupi dengan rerumputan. Rasulullah memuji Mush’ab yang ia kenal sebagai pemuda paling wangi dan paling elok pakaiannya diantara penduduk Mekkah.

Kini saya bersama Bu Erni dan Nek Ema berada di bawah Bukit Pemanah yang juga dikenal sebagai Gunung ‘Ainain. Demikian kecil, rendah, dan sempit bukit ini karena panjangnya hanya 180 M dan luasnya 40 M. Pada Perang Uhud, rasulullah menempatkan 50 orang pemanah yang dipimpin Abdullah bin Jubair di atas Gunung ‘Ainain dengan tugas untuk menghalangi pasukan musuh menyusup dari belakang. Rasulullah juga memerintahkan mereka untuk tidak turun kecuali sudah mendapat perintah dari beliau.

Begitu tanda-tanda kemenangan telah tampak dan pasukan kafir melarikan diri, sebagian besar pemanah memaksa untuk turun dengan dalih tidak akan kebagian rampasan perang apabila tetap berada disana. Abdullah bin Jubair mencegah mereka turun namun hanya 15 orang yang mentaati perintahnya. Naas bagi pasukan muslim, Kholid bin Walid yang memimpin kavaleri Quraisy memanfaatkan kecerobohan itu untuk berputar kearah belakang dan naik ke bukit. Abdullah bin Jubair dan sisa pasukan disana gugur. Ketika pasukan Quraisy lain menyaksikan kesuksesan Kholid, mereka yang tadinya melarikan diri menjadi berani kembali. Senjata kembali diangkat dan dihunuskan pada pasukan muslim yang tengah asyik mengumpulkan harta rampasan perang.

Sungguh benar apa yang Allah firmankan dalam surat Al-Hasyr ayat 7,
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا
“Dan apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah, dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.”

English

Espanol

2 Comments Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s