Keceriaan di Kebun Kurma Madinah

kebun kurma.jpg
Image: http://www.panoramio.com/photo/71000319

“Ayo ayah bunda sekalian, silakan dipilih kurmanya.” Teriak karyawan toko dari balik kios kecil yang menyediakan mie instan, teh, dan kopi hangat.

Ketika semakin banyak bus parkir di lapangan terbuka berpasir putih, sang MC pun semakin bersemangat, “Disini ada kurma ajwa, sukari, ruthob, kurma muda, silakan dipilih. Coklat juga ada.”

Tak ayal para jamaah yang baru saja turun dari bus merah, biru, abu-abu, kuning, hitam, atau putih termakan rayuannya. Mereka turun dari bus bagai pasukan semut yang keluar dari sarang. Sekali lagi pemandangan ini menjadikan si MC menjadi lebih percaya diri, “Selamat datang ayah bunda sekalian, mari silakan masuk. Disini bisa bayar pakai Real, Rupiah, atau Dollar.”

Senyum bahagia tampak di wajah para jamaah, terutama para wanita yang meski gayanya nampak serupa; bedak putih dengan kacamata hitam besar yang seolah menutupi tatapan ‘lapar oleh-oleh’ yang demikian membara di mata.

“Ih aku mau dong ajwa, ada yang nitip.” Ucap seorang wanita. Kurma ajwa memang salah satu produk yang paling banyak dicari meski harganya lebih mahal daripada kurma-kurma lainnya. Kurma yang satu inilah yang direkomendasikan oleh rasulullah melalui sabdanya,
مَنْ تَصَبَّحَ بِسَبْعِ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً، لَمْ يَضُرَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ سُمٌّ وَلاَ سِحْرٌ
“Barangsiapa mengkonsumsi tujuh butir kurma Ajwah pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir.”(HR. Al-Bukhari (no. 5769) dan Muslim (no. 2047) (155), dari Shahabat Sa’ad bin Abu Waqqash)

Saya memaklumi hasrat para jamaah membeli oleh-oleh demi keluarga tercinta. Saya sendiri pun begitu kala pertama kali mengunjungi tanah suci. Namun kini, alhamdulillah, hampir tiap bulan saya berangkat untuk membimbing jamaah; perasaan kalap untuk membeli oleh-oleh telah berkurang drastis. Alih-alih ikut belanja, saya lebih suka duduk santai di sofa-sofa tua di bawah naungan dedaunan kurma yang hijau. Sementara riak air terdengar dari sungai kecil diantara batang-batang pohon warna coklat, beberapa ekor angsa putih sibuk mandi air dingin.

Saya mengintip sejenak ke dalam pasar kurma yang dipenuhi lapak-lapak berisi macam-macam kurma, coklat, dan kacang Arab. Para karyawan toko yang hampir semuanya orang Indonesia sibuk menjawab pertanyaan kaum wanita, “Ini berapa mas?” Beda dengan kaum hawa, mayoritas jamaah pria lebih suka mencicipi kurma, merokok, atau antre di toilet kecil beratap seng.

Pemilik kebun kurma yang bernama Fahad juga tak kalah sibuk. Tinggi menjulang dalam thob (gamis) warna putih, pria asli Madinah itu sesekali menjawab tawaran ibu-ibu dan di kali yang lain menyuruh para muthowwif dan supir bus yang meminta tips untuk menunggu. Pria baby face ini hanya satu dari sekian banyak petani Madinah yang menjadikan kebun kurmanya sebagai pusat penjualan oleh-oleh jamaah haji dan umroh. Usaha jual beli atau perkebunan kurma sendiri bukan hal asing bagi penduduk kota itu karena memang sejak zaman nenek moyangnya mereka adalah petani handal.

Saya menyeruput teh hangat dari seloki kecil sementara cangkir-cangkir kosong teronggok sunyi di atas nampan. Tetes air warna coklat jatuh dari mulut ceret yang juga berwarna coklat, pertanda masih ada teh yang dapat diminum.

Ketika acara belanja selesai kami kembali ke bus nomor 47. Bu Erni dan Nek Ema tampak demikian puas setelah memborong kurma. “Biar saya bawakan bu.” Kata Wahyudi seraya mengambil dua boks kurma dari tangan Bu Erni.

Merasa tak mau kalah, saya pun menawarkan jasa pada Nek Ema yang tengah menyantap semangkok mie instant, “Mau saya bawain mienya nek?”
Kami semua pun tertawa.

English

Espanol

2 Comments Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s