Kota Suci Madinah

Alhamdulillah, setelah mengudara selama dua jam melintasi Laut Tengah, Cyprus, dan Mesir akhirnya kami tiba di Madinah. Begitu pesawat menurunkan ketinggian, tabir awan pun terbuka, Bukit Uhud yang mirip puntuk unta berwarna merah menyambut kedatangan kami. Rumah-rumah Madinah yang berwarna putih maupun gedung-gedungnya yang tidak terlalu tinggi melambangkan kebersahajaan sementara dedaunan hijau yang tak lain adalah kebun-kebun kurma milik penduduk setempat menimbulkan perasaan yang ganjil; mirip kerinduan seseorang akan kampung halamannya.

Masjid_Nabawi_Madina_(4).jpg
http://mosquesinfo.blogspot.co.id/2013/01/masjid-nabawi-madina.html

Ketika pintu pesawat dibuka dan para penumpang mulai bergegas menuju bagian dalam bandara; hidung saya pun mencium aroma yang terakhir saya temui enam bulan lalu. Aroma khas Madinah yang tak bosan-bosannya saya hirup sejak lima tahun lalu. “Alhamdulillah, terima kasih ya Allah, Engkau kembalikan hamba ke kota nabi-Mu.” Ujar saya dalam hati seraya tak henti-hentinya bersyukur.

Dari ban berjalan yang membawa kami ke konter imigrasi saya memperhatikan pesawat demi pesawat yang terparkir rapi di lapangan luas berwarna putih kekuningan. Suasana di Prince Mohammad bin Abdul Aziz Airport demikian sunyi dan nyaman seolah kita tengah berjalan diantara deretan rak buku di perpustakaan. Terminal haji di Bandara King Abdul Aziz Jeddah juga sebenarnya menawarkan kesunyian di bawah payung-payung besar warna putihnya; namun tidak senyaman di Madinah.

 

Sejarahnya

Terletak 430 Km di utara Makkah, kota yang sebelum kehadiran rasulullah dinamakan Yasrib ini merupakan tempat yang indah lagi subur. Terletak dekat perbatasan dengan Jordan, pada zaman dahulu Madinah menjadi persinggahan bagi saudagar Syam (Suriah, Palestina, Lebanon, dan Jordan) yang hendak berniaga ke Yaman atau sebaliknya. Umumnya kafilah yang berangkat menuju Madinah (dan juga Makkah) membawa beragam komoditi perniagaan seperti kain, pakaian, minyak, gandum, parfum, perhiasan, dan senjata. Barang-barang ini terjual laris di Madinah sementara dari sana kafilah-kafilah tadi pulang atau melanjutkan perjalanan seraya mengangkut produk khas Madinah seperti kurma, gandum, dan beberapa jenis perkakas rumah tangga. Demikian terkenal produk Madinah hingga pada masa Daulah Umayyah, komoditi khas kota ini dapat ditemui di India, Persia, Bukhara (Uzbekistan), dan Mesir.

Sebelum hijrahnya rasulullah dan muslimin Makkah, Madinah dikuasai oleh dua suku Arab yang saling bersaing dan bertikai padahal kakek mereka satu. Suku Aus dan Khazraj terlibat permusuhan turun-temurun hingga akhirnya mereka dapat diperalat oleh orang-orang Yahudi yang bermigrasi dari Palestina.

Mulanya para imigran keturunan Nabi Ya’qub ini memiliki sebuah kerajaan yang dipimpin Nabi Daud. Pasca wafatnya Nabi Daud dan Nabi Sulaiman, Kerajaan Israil terpecah menjadi dua. Sepuluh suku Israil di utara mempertahankan kerajaan, sementara dua suku lainnya mendirikan Kerajaan Yahudi di selatan. Seiring berjalannya waktu, Kerajaan Israel ditaklukan Kerajaan Asyiria sementara Kerajaan Yahudi dihancurkan Kerajaan Babylonia. Tiga suku dari Kerajaan Yahudi (Nadhir, Quraizhah, dan Qoinuqo) kemudian bermigrasi ke Madinah dan hidup bertetangga dengan orang-orang Aus dan Khazraj. Karena mereka berasal dari Kerajaan Yahudilah maka mereka condong disebut Yahudi daripada Bani Israil.

Ketika sebagian suku Aus dan Khazraj melaksanakan haji ke Makkah mereka pun berjumpa dengan rasulullah dan masuk Islam. Mereka bahkan bersumpah setia dibawah pohon Ridwan untuk membela rasulullah dan para muhajirin dengan jiwa dan harta mereka. Sejak peristiwa yang dikenal sebagai Baitur Ridwan hingga wafatnya, rasulullah tidak pernah meninggalkan penduduk Aus dan Khazraj yang disebut kaum Anshar atau penolong. Bahkan ketika kaum anshar cemas peristiwa Fathu Makkah akan membuat rasulullah kembali bermukim di Makkah, beliau pun menenangkan para anshar bahwasanya beliau akan kembali ke Madinah dan tetap hidup bersama penduduk anshar.

 

Keistimewaannya

Inilah kota yang disucikan oleh rasulullah. Sebuah kota yang menjadi pusat berkumpulnya para penuntut ilmu syar’i yang ikhlas karena Allah. Dimulai oleh sahabat Abu Hurairah, diikuti Umar bin Abdul Aziz, lalu Imam Malik bin Anas, hingga saat ini terdapat ribuan mahasiswa dari berbagai negara yang mempelajari ilmu-ilmu syar’i di kota Madinah. Demikian diberkahi kota ini hingga dalam salah satu pesannya, rasulullah bersabda,

من استطاع أن يموت بامدينة فليمت بها، فإني أشفع لمن يموت بها

Barangsiapa diantara kalian yang sanggup untuk wafat di Madinah maka wafatlah di Madinah, sesungguhnya aku akan memberi syafaat kepada siapa yang wafat di Madinah.[1]

Kota ini juga dijamin keamanannya oleh Allah hingga hari kiamat nanti. Ketika tiap tempat di muka bumi ini didatangi Dajjal, maka hanya Madinah dan Makkah saja yang tidak mungkin dimasuki olehnya,

عَلَى أَنْقَابِ الْمَدِيْنَةٌ مَلاَ ءِكَةٌ لَا يَدْخُلُهَا الطَّاءُوْنُ وَ لَا الدَّجَّالُ

Di atas jalan-jalan kota Madinah ada para malaikat, (Madinah) tidak akan dimasuki penyakit tha’un (wabah) dan tidak pula dimasuki Dajjal.[2]

Keistimewaan lain dari Madinah adalah statusnya sebagai satu dari tiga tempat suci umat Islam; dimana rasulullah langsung yang merekomendasikannya,

لَا تُسَّدُ الرِحَّالُ إَلَّا إلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ المَسْجِدِ الْحَرَامِ وَ مَسجِدِ الرَّسُوْلِ وَ مَسْجِدِ الْاَقْصَى

Tidak boleh bepergian untuk ziarah (dalam rangka ibadah), kecuali ke tiga masjid. Masjidil Haram, Masjid Rasul, dan Masjid Al-Aqsha.[3]

Jangan lupakan pula besarnya keutamaan dari Masjid Nabawi yang terdapat di dalam kota ini,

صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى هَذَا خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ

Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih baik dari 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom.[4]

 

[1] Hadits riwayat At-Tirmidzi

[2] Shahih, HR. Al-Bukhari (no. 1880) dan Muslim (no. 1379)

[3] Shahih, HR. Al-Bukhari (no. 1189) dan Muslim (no. 1397)

[4]Shahih HR. Al-Bukhari (no. 1190) dan Muslim (no. 1394), dari Abu Hurairah

English

Spanish

2 Comments Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s