Umrah Ramadhan

 

Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang memberi kita kesempatan untuk menjalankan umrah Romadhon yang tentu berbeda dari umrah di bulan lain. Sebagaimana yang kita ketahui, umrah termasuk ibadah fisik yang dimulai sejak kita berihram dari miqat hingga tahalul di Makkah. In sya’ Allah rangkaian ibadah ini akan menghabiskan waktu sekitar lima jam. Bagi mereka yang melaksanakannya setelah berbuka maka tidak ada masalah, adapun bagi mereka yang

sa'i.jpg
http://hajiumrahnews.com/2016/02/16/sai-antara-shafa-dan-marwah/

menjalankannya di siang hari maka dibutuhkan kesabaran lebih. Tak hanya menahan lapar, haus, dan letih, namun mereka juga harus meredam emosi. Memang bukan perkara mudah namun ganjarannya pun tidak sembarangan. Rasulullah menjelaskan bahwa pahala umrah di bulan Ramadhan sebagaimana pahala berhaji bersama beliau,

 

 

فَاِنَّ عُمرْةً فِي رَمَضَانَ تَقْضِي حَجَّةً مَعِي

Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan seperti berhaji bersamaku.” (HR. Bukhari no.1863).[1]

 

Selain itu ada pula nikmat lain yang dapat kita peroleh,

اِنَّ لِلَّهِ فيِ كُلِّ يوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ شَهْرِ رَمَضَانَ وَ اِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ

“Sesungguhnya Allah membebebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan, dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.[2]

 

Juga yang satu ini

اِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ اَبْوَابُ الجَنَّةِ وَ غُلِقَتْ اَبْوابُ النَّارِ وَ صُفِّدَتِ الشَيَاطِيْنُ

“Apabila tiba Ramadhan, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu.”[3]

            Kita berharap Allah berkenan menerima amal ibadah baik selama melaksanakan umroh, sebelum, serta sesudahnya. Dan kita pun sepatutnya memohon agar tiap ibadah dijalankan dengan ikhlas dan ittiba’ (mencontoh Rasulullah); karena tanpa keduanya amal ibadah menjadi sia-sia. Allahuma aamiyn.

English

Espanol

 

[1]     https://rumaysho.com/2657-umrah-ramadhan-seperti-haji-bersama-nabi336.html

[2]     HR. Al Bazaar, dari Jabir bin Abdillah. Al-Haitsami dalam Majma’ Al-Zawaid (10/149) mengatakan bahwa periwayatnya tsiqoh (terpercaya). Lihat Jaami’ul Ahadits, 9/224. https://muslim.or.id/4007-keutamaan-bulan-ramadhan.html

[3]     HR. Bukhari no. 3277 dan Muslim no. 1079, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. https://muslim.or.id/4007-keutamaan-bulan-ramadhan.html

2 Comments Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s