Mengapa kami gembira menyambut Ramadhan?

Wahai kawanku, izinkan aku menjelaskan padamu tentang sebuah perkara yang engkau anggap mengherankan. Engkau bertanya untuk apa kami menahan diri dari makan dan minum sejak fajar hingga terbenam matahari; padahal tidak ada yang menghalangi kami untuk melakukannya?

Engkau pun heran karena kami menahan diri dari bercumbu dengan istri atau suami di siang hari padahal siapapun tahu kami telah menikah secara resmi?

Dan engkau pun penasaran, mengapa di bulan yang satu ini (Ramadhan) kami berlomba dalam beribadah; seolah melepaskan begitu saja dunia ini?

Ketahuilah kawan, setiap muslim yang mencintai Allah dan rasul-Nya meyakini akan kebenaran perkataan rasulullah,

مَن صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِن ذَنْبِهِ

Barangsiapa yang  berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760) diriwayatkan dari Abu Hurairah.

Kami rela berperang dengan ego pribadi demi mengharap ampunan Allah. Kami pun rela mengekang hawa nafsu pribadi karena sa

SPANISH-HOME-6
http://www.interior-idea.com/spanish-house/

dar bahwa Allah dan rasul-Nya tidak pernah berdusta. Apa yang Allah janjikan merupakan sebuah kenyataan meski saat ini kita mungkin belum melihatnya. Apa yang dipesankan rasulullah merupakan kebenaran karena beliau tidak menyampaikan berita tentang agama kecuali dari Allah datangnya. Kami juga ingin mencontoh para sahabat rasul yang senantiasa tunduk patuh pada apa yang disampaikan Allah dan rasul-Nya; mereka menjadi generasi terbaik dan tidak akan pernah dikalahkan oleh generasi manapun.

Wahai kawanku, pada dasarnya apa yang Allah perintahkan pada kami di bulan Ramadhan tidaklah berbeda mutlak dengan bulan-bulan lainnya. Memang benar kewajiban bagi kami untuk berpuasa sebulan penuh tidak ditemui di bulan-bulan lain; namun perintah untuk mengendalikan hawa nafsu senantiasa berlaku di setiap waktu dan tempat. Bulan Ramadhan menjadi istimewa karena saat itulah Allah menurunkan Al-Qur’an yang merupakan petunjuk bagi siapapun yang menginginkan keselamatan di dunia dan akhirat.

شَهرُ رَمَضَانَ أَلَذِّى أُنزِلَ فِيْهِ الْقُرْءَانُ هُدًى لِّنَّاسِ وَ بَيِنٰتٍ مِّنَ الهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ

Ramadhan adalah bulan yang didalamnya diturunkan (permualaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan yang bathil)…” (Al-Baqarah: 185)

Seorang mukmin dilarang untuk mendahulukan hawa nafsu dari Al-Qur’an dan sunnah rasul. Apabila ego dan hasrat kami bertentangan Al-Qur’an dan sunnah maka kewajiban kami adalah untuk tunduk pada Al-Qur’an dan sunnah.

Dan ketahuilah kawan, senantiasa memperturutkan hawa nafsu seolah indah. Ia memang menyenangkan di awal, namun di pertengahan dan akhir ia hanya mendatangkan kesedihan dan penyesalan.

Wahai kawanku, tidak ada yang menghalangimu untuk turut merasakan indahnya Ramadhan. Masuklah ke dalam Islam dan mari jalankan bulan suci ini bersama. Engkau akan dapati bulan suci ini sebagai momen terindah dalam hidupmu, in sya’ Allah.

 

English

Spanish

One Comment Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s