Suatu pagi di Mina

Seekor burung Elang terbang melayang di atas karavan. Sayapnya membentang lebar, berwarna Abu- abu berpadu putih. Langit Mina yang cerah memayunginya. Beberapa karavan  telah disulap menjadi kedai yang menyediakan makanan ringan dan minuman panas maupun hangat. Kedai- kedai itu membelakangi bukit batu berwarna Abu-abu dan menghadap jalan beraspal.

Di belakang jalan beraspal berdiri tenda- tenda putih, ‘rumah’ para jamaah haji selama di Mina. Hari masih pagi, masih banyak waktu untuk menenangkan perut yang sudah meronta- ronta minta diisi. Kami menyebrangi jalan menuju kedai karavan. Mau minum apa? teh, kopi, kopi susu, teh susu dan coklat panas, semua ada. Saya memilih segelas kopi hitam dan sepotong roti manis.

Mba Rini memesan teh dicampur susu dan sepotong roti juga. Kami menikmati minuman panas sambil duduk di atas bongkahan batu besar yang menggeletak di pinggir jalan. Elang masih tetap berputar- putar di atas atap kedai. Langit pagi berwarna biru muda dengan gumpalan- gumpalan awan putih menghiasinya.

Jamaah dari berbagai negara melewati kami menuju terowongan Mina, untuk selanjutnya mendekati lokasi melontar humrah. Kami masih tetap duduk menghabiskan sisa minuman dan roti kami. Beberapa pedagang menggelar dagangannya di atas karpet kecil di sepanjang pinggir jalan. Sebagian besar menjual kaos kaki bahan rajut, yang cocok sekali untuk oleh- oleh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s