Maghrib di Mina

Sore itu hujan turun sangat lebat disertai gelegar halilintar yang  memenuhi angkasa. Tenda- tenda putih tempat jamaah haji berlindung basah, tidak hanya bagian luarnya tapi juga bagian dalam.

Beberapa laki- laki muda keturunan Arab berpakaian gamis putih tampak kegirangan dengan datangnya hujan. Mereka lari melewati tenda kami di bawah siraman air hujan sambil tertawa riang. Saat itu kami berdiam di dalam tenda sambil tak lepas membisikkan do’a.

Matahari terbenam mengundang gelap yang mulai menyelimuti bumi perkemahan jamaah. Rintik hujan terlihat dari sorotan cahaya mobil patroli polisi. Suara sirene ambulance tidak berhenti memenuhi telinga. Satu persatu mobil ambulance meluncur menuju lokasi melempar jumrah.

Gelap malam disertai gerimis yang turun, ditambah lagi lalu- lalang mobil ambulance, menciptakan suasana yang menyakitkan. Begitu banyak ambulance! lampu merah yang berputar- putar di atap ambulance merupakan pemandangan yang mendebarkan. Beredar kabar, jalan menuju lokasi lempar jumrah tergenang air akibat curah hujan sore tadi.

Genangan air yang cukup tinggi, sehingga mampu untuk membuat beberapa jamaah terperangkap dan akhirnya pulang kepada Allah Penciptanya. Begitu banyak yang meninggal. Begitu cepat berita tersebar dan sampai ke tanah air. Mereka yang wafat adalah para jamaah yang baru pulang dari melempar jumrah. 💧

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s