Umroh Al-Hudaibiyah

on

Saat itu tahun 6 H. Rasulullah telah tiba di pinggiran Makkah bersama sekitar 1400 orang sahabat. Mereka tidak membawa senjata kecuali pedang yang disarungi (apabila berangkat perang, mereka membawa lebih banyak senjata serta mengenakan baju zirah) serta hewan-hewan kurban. Turut serta bersama beliau Ummul Mukminin Ummu Salamah. Kedatangan mereka ke Mekkah tidak lain untuk melepas kerinduan berthawaf mengelilingi Ka’bah. Mereka datang hanya untuk melaksanakan umroh.

Di luar dugaan, kaum Quraisy merespon kedatangan umat Islam sebagai ancaman. Mereka mengutus pasukan demi pasukan untuk memblokade pintu-pintu masuk menuju Makkah. Mereka dipimpin oleh para jawara Quraisy yang salah satunya adalah Khalid bin Walid.

Singkat cerita, terjadi negoisasi antara kaum Quraisy dengan umat Islam yang diwakili oleh Utsman bin Affan yang menghasilkan beberapa kesepakatan yaitu:

  1. Umat Islam harus kembali ke Madinah dan baru diizinkan melaksanakan umroh tahun berikutnya. Itu pun dibatasi hanya tiga hari dan tidak boleh membawa senjata kecuali yang biasa dibawa seorang musafir (pedang yang disarungi).
  2. Gencatan senjata selama 10 tahun.
  3. Setiap kabilah Arab diberi kebebasan untuk bergabung dengan umat Islam atau Quraisy.
  4. Setiap orang Quraisy yang melarikan diri pada Rasulullah wajib dikembalikan, sedangkan setiap orang yang melarikan diri dari Rasulullah tidak wajib dikembalikan oleh Quraisy.

Para sahabat pun kecewa dengan kegagalan mereka untuk berumroh serta adanya unsur ketidakadilan dalam perjanjian yang ditandatangani di Hudaibiyah itu. Demikian sedih para sahabat hingga ajakan rasulullah untuk mencukur rambut dan memotong hewan kurban tidak direspon. Pada saat itu Ummul Mukminin Ummu Salamah pun menyarankan rasulullah untuk bercukur dan memotong hewan kurban tanpa mengajak satupun sahabat. Menyaksikan perbuatan rasulullah itu, para sahabat pun segera berduyun-duyun mencontoh beliau. Inilah kualitas keimanan para sahabat yang tak mungkin disamakan oleh generasi-generasi berikutnya.

Lantas apa yang terjadi setelah para sabahat kembali ke Madinah? Ternyata Allah mengganti kekecewaan mereka dengan nikmat yang lebih banyak. Diantara nikmat-nikmat tersebut adalah:

  1. Dakwah Islam sampai pada para penguasa negara di sekeliling jazirah Arab. Najasi Ashamah dari Kerajaan Axum (Habasyah / Ethiopia), Penguasa Oman, serta Al-Mundzir Bin Sawi dari Bahrain masuk Islam. Muqauqis dari Mesir dan Heraklius dari Romawi tidak masuk Islam namun memuliakan utusan rasul dan memberi mereka hadiah. Adapun Kisra Persia menyobek surat rasulullah dan menghinakannya. Rasulullah pun mendoakan keburukan baginya dan tak lama kemudian ia dibunuh dan Kekaisaran Sassaniyah terlibat perang saudara.
  2. Masuk Islamnya tokoh-tokoh Quraisy seperti Khalid bin Walid dan Amr bin Al-Ash.
  3. Benteng-benteng kokoh milik Yahudi yang berada di Khaibar (sebelah utara Madinah) berhasil ditaklukan. Orang-orang Yahudi Khaibar senantiasa memprovokasi kabilah-kabilah Arab untuk memusuhi rasulullah dan mengganggu Madinah. Dengan takluknya Khaibar di tahun ke-7 H maka berkuranglah ancaman yang datang dari utara.
  4. Umratul Qadha yang terjadi tahun 7 H.
  5. Kemenangan di Perang Mu’tah yang terjadi tahun 8 H. Kala itu 3000 orang pasukan muslim berhasil menghentikan 200.000 pasukan Romawi yang hendak menyerbu Madinah.
  6. Penaklukan Makkah atau Fathu Makkah tahun 8 H. Dalam peristiwa itu hampir tidak ada perlawanan dari Quraisy dan pasukan muslim memasuki Makkah dengan damai. Tidak ada yang dihancurkan oleh rasulullah dan para sahabat kecuali berhala-berhala. Lebih dari itu, penduduk Makkah pun diberi amnesti hingga mereka masuk Islam. Penaklukan Makkah ini merupakan kebenaran akan janji Allah dalam surat An-Nashr.

Demikianlah teladan para sahabat rasulullah. Mereka memang kecewa karena tidak jadi umroh pada peristiwa Hudaibiyah, namun mereka tetap setia mengikuti rasul. Mereka tidak mundur dari Islam sedikit pun. Mereka rela bersabar menanggung kekecewaan hingga akhirnya Allah memberi mereka nikmat yang lebih banyak dan lebih besar. Kini, apakah kita akan meneladani mereka atau tetap mengikuti ego bahwa segala sesuatu haruslah sesuai keinginan kita? Manapun yang anda pilih, at least coba renungkan perkataan Rasulullah pada Abdullah bin Abbas berikut ini,

كُنْتُ خَلَفَ رَسُلُوْ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَوْمًا فَقَلَ لِي: يَا غُلَمُ، إِنِّ أُعَلِمُكَ كَلِمَاتٍ: اِحْفَظِ الله يَحْفَظْكَ، اِحْفَظِ الله تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ الله، وَ اِذَا اسْتَعَنْتَ فَسْتَعِنْ بِ اللهِ، وَاعْلَمُ أَنَّ الَاُمَّةَ لَوِجْتَمَعَتْ عَلَى اَنْ يَنْفَعُوْكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُكَ إَلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَ اللهُ لَكَ. وَلَوِجْتَمَعُوْا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُوْكَ إَلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَ اللهُ عَلَيْكَ. رُفِعَتِ الأَقْلَامُ وَ جَفًّتِ الصُّحُفُ.

Pada suatu hari aku pernah berada di belakang Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, lalu beliau berkata kepadaku: “Wahai anak kecil. Sesungguhnya aku akan ajarkan kepadamu beberapa kalimat; jagalah Allah maka Dia akan menjagamu, jagalah Allah niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu, apabila engkau meminta maka mintalah hanya kepada Allah, dan apabila engkau memohon pertolongan maka mohonlah kepada Allah semata. Ketahuilah, bahwasanya apabila umat ini berkumpul untuk memberikan suatu manfaat kepadamu maka mereka tidak akan bisa melakukannya sedikitpun kecuali dengan apa yang telah Allah tuliskan untukmu. Dan seandainya mereka berkumpul untuk menimpakan suatu bahaya kepadamu maka mereka tidak dapat melakukannya sedikitpun kecuali dengan sesuatu yang telah Allah gariskan untukmu. Pena- pena telah diangkat dan catatan (takdir) telah kering.2

Sumber gambar: http://ronaldieya.blogspot.co.id/2012/08/a-visit-to-hudaibiyah.html

2HR At Tirmidzi (7/228-229 –Tuhfatul Ahwadzi), hadits no. 2516), disahihkan oleh Syaikh Al Albani), dan dia berkata: (hadits ini adalah) hadits hasan sahih.Sumber: https://muslim.or.id/615-penjelasan-hadits-arbain-nawawiyah-iman-kepada-takdir.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s