Terpenting Namun Sering Terlupakan

american-red-maple-tree-350w

Sebuah pertanyaan yang sering dilontarkan jamaah adalah mengapa ibadah harus sesuai Al-Qur’an dan petunjuk rasulullah?

Bagi siapapun yang telah terbiasa dengan pengajian tauhid maka pembahasan tentang tafsir ayat-ayat Al-Qur’an atau faidah-faidah hadits bukanlah hal yang baru. Namun bagi mereka yang belum terbiasa, maka ayat-ayat maupun hadits-hadits menjadi sesuatu yang teramat asing. Padahal apabila kita merujuk kepada Al-Qur’an maka akan kita dapati demikian banyak perintah untuk berpegang pada ayat-ayat Allah (Al-Qur’an) maupun petunjuk rasulullah (hadits), sebgaimana yang terdapat dalam surat Ali Imran ayat 32,

قُلْ اَطِيْعُوا اللهَ وَ الرَسُوْلَ فَ اِنْ تَوَلَّوْ فَا اِنَّ اللهَ لَا يُحِبُّ الْكَفِرِيْن

Katakanlah: Taatilah Allah dan rasul, maka apabila kalian berpaling maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang ingkar.

Perintah yang sama juga terdapat pada surat An-Nisaa ayat 59,

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah rasul-Nya dan ulil amri diantara kamu. Kemudian bila kamu berlainan pendapat tentang sesuatu maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Kurangnya perhatian terhadap pelajaran akidah juga membuat seorang tidak acuh pada ajaran agamanya sendiri. Ketika ditanya apa tujuan hidup kebanyakan manusia pun bingung. Kebanyakan hanya menjawab hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan dunia semata. Jarang yang menjawab untuk beribadah pada Allah sebagaimana yang Allah sampaikan dalam surat Adz-Dzariat ayat 56-58,

وَ مَا خَلَقْتُ اَلْجِنَّ وَ اَلْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُونِ. مَاٰ ِاُرِيْدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَّ مَٰا ُاُرِيدُ اَنْ يُطْعِمُوْنِ. اِنَّ اللهَ هُوَا الرَّزَاقَ ذُو القُوَّةِ الْمَتِينُ

Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah padaku. Aku tidak mengharap diberi rizki dan tidak pula mengharap diberi makan. Sesungguhnya Allah Yang Maha Pemberi rizki yang memiliki Kekuatan yang sangat kokoh.

Demikianlah dasar akidah Islam. Kita tidak diciptakan kecuali untuk mentaati segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya sekuat tenaga. Maka apabila dasar akidah ini telah banyak diabaikan, jangan heran bila sebagian orang keberatan untuk diajak meneladani rasulullah dalam berbagai aspek hidup, terutama dalam tata cara beribadah; padahal hal tersebut telah diperintahkan oleh Allah dalam banyak ayat, misalnya dalam surat Ali-Imran ayat 31,

قُلْ اِنْ كُنتُمتُحِبُّونَ اللهَ فَاتَّبِعُوْنِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَ يَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوبَكُمْ، وَ اللهُ غَفُوْرُ َرَّحِيْمِ

Katakanlah (wahai Muhammad): Apabila kalian mencintai Allah maka ikutilah aku. Allah akan menyayangi kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Alhamdulillah, saat ini dakwah yang mengajak manusia kembali pada Al-Qur’an dan As-Sunnah semakin membumi hingga semakin banyak manusia yang sadar bahwa tidaklah diterima amal ibadah kecuali bila didasari keikhlasan dan mencontoh rasulullah. Persoalan akidah ini demikian penting dan idealnya dijadikan yang paling penting oleh umat Islam. Apabila akidah yang didasari tauhid telah tertanam kokoh di hati seseorang maka ia pun akan mendapat penjagaan dan petunjuk dari Allah. Orang yang akidahnya kokoh tidak akan meremehkan ayat-ayat Allah atau mengolok-olok sunnah nabi-Nya. Orang yang akidahnya kokoh tidak mungkin mencerca para sahabat rasul maupun istri-istri beliau. Kekuatan akidah akan menjadikan seorang mukmin kokoh seumpama pohon yang kokoh dan rindang. Allah memberikan permisaan ini dalam Surat Ibrahim ayat 24 dan 25.

.أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللّهُ مَثَلاً كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاء

Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kuat dan cabangnya (menjulang) ke langit,

Semoga Allah mengokohkan akidah kita dan menjadikan kita istiqomah dalam mengikuti cara beragama rasulullah, keluarga, para sahabat, serta orang-orang yang meneladani beliau. Semoga Allah memudahkan kita untuk menempuh jalan para sahabat, karena merekalah yang diridhai oleh Allah dan mereka pula yang pertama kali mengorbankan jiwa dan hartanya demi membela rasulullah. Rasulullah telah mengabarkan tentang keutamaan mereka dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imran bin Hushain (Shahih Al-Bukhari no. 3650),

خَيْرُ النَّاسِ قَرنِي ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ، ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ،

Sebaik-baik manusia adalah yang sezaman denganku, kemudian yang setelahnya, kemudian yang setelahnya.

Sumber gambar: http://www.fast-growing-trees.com/Ginkgo-Tree.htm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s