Arab

luxury-suite-hotel-burj-al-arab

Setelah terlambat sekitar tiga puluh menit akhirnya yang ditunggu-tunggu pun tiba. Sebuah sedan hijau tua berhenti di depan tenda, membuat kaum wanita berpakaian warna-warni segera menuju pintu masuk. Pintu belakang mobil pun terbuka. Seorang pemuda arab berkulit gelap dengan jas warna hitam keluar dari sisi kanan sementara dari sisi kiri muncul seorang wanita yang mengenakan gaun merah marun. Seiring langkah kedua mempelai menuju rumah, para wanita pun segera bersahut-sahutan yang terdengar mirip nyanyian perang bangsa indian. Acara pun berlanjut dengan saweran. Dari dalam tenda saya dan seorang kawan bernama Haris Al-Amri menyaksikan kedua mempelai berjalan menuju pelaminan. Pengantin pria adalah teman saya sekaligus sepupu Haris. Hampir semua yang hadir adalah orang-orang keturunan Arab yang biasa disebut Jamaah. Disana ada beberapa marga Arab seperti bin Tebe’ atau Awlaqi. Mereka adalah sebagian dari keluarga-keluarga lain seperti Bawazir, Barawas, Bin Bajri, Sonqor, Sunkar, atau Abdat.

Klasifikasi bangsa Arab
Menurut para sejarawan1 garis keturunan bangsa Arab dapat dibagi menjadi tiga yaitu:
1. Arab Ba’idah atau kaum-kaum Arab kuno yang sudah punah dan tidak mungkin melacak rincian yang cukup tentang sejarah mereka seperti Ad, Tsamud, Judais, dan Imlaq (bangsa Raksasa).
2. Arab Musta’ribah atau kaum-kaum Arab yang berasal dari keturunan nabi Ismail. Mereka juga dikenal sebagai Arab Adnaniyah yang berarti Arab keturunan Adnan (salah satu keturunan nabi Ismail). Inti dari bangsa Adnan ialah nabi Ismail dan ibundanya (Hajar) yang menetap di Makkah dan menjadi penguasa dari sumur zamzam. Pada suatu ketika sekelompok orang dari kabilah Jurhum (salah satu suku Arab Qahthaniyah) singgah disana dan meminta izin untuk bermukim dan permintaan mereka dikabulkan oleh Hajar.
3. Arab Aribah atau kaum-kaum Arab yang ebrasal dari garis keturunan Ya’rib bin Yasyjub bin Qahthan. Mereka dikenal sebagai Arab Qahthaniyah. Mulanya bangsa Qahthaniyah tinggal di Yaman (terutama di negeri Saba’) kemudian mereka bermigrasi ke bagian utara Jazirah Arab seperti Hijaz, Nejd, Irak, dan Transyordan. Kisah tentang orang-orang dari negeri Saba’ ini terdapat dalam surat Saba’ ayat 15-19.
لَقَدْ كَانَ لِسَبَاٍ فٍي مَسْكَنِهِمْ اٰيَةٌ، جَنَّتٰنِ عَنْ يَّمِيْنٍ وَّ شِمَالٍ.كُلُوْا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ. بَلدَةٌ طَيِّبَةٌ وَ رَبٌّ غَفُوْرٌ.
“Sungguh, bagi kaum Saba’ ada tanda (kebesaran Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun d sebelah kanan dan di sebelah kiri, (kepada mereka dikatakan), “Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada- Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik (nyaman) sedang (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.”

Meskipun secara umum bangsa Arab terbagi menjadi dua (Adnaniyah dan Qahthaniyah) namun dalam kenyataannya dua induk tersebut terbagi-bagi lagi menjad banyak suku atau kabilah. Dan hampir dari tiap kabilah terdapat sosok yang menjadi sahabat rasulullah. Berikut ini beberapa kabilah yang tergabung diantara keduanya.

Klasifikasi Arab Qahthaniyah2
Saba’, Himyar, Quda’ah, Kalb (salah satu anggotanya sahabat bernama Dihyah bin Khalifah), Udhrah (Zaid bin Haritsah dan Usamah bin Zaid), Juhainah (Ayas bin Sahl), Baliyy (Zaid bin Aslam), Kahlan, Bajilah (Jarir bin Abdullah), Asy’ar (Abu Musa), Lakhm (Hatib bin Abi Baltaah), Khuzaah (Ummul Mukminin Juwairiyah), Daus (Tufail bin Amr dan Abu Hurairah), Khazraj (Saad bin Ubadah, Qais bin Saad, Zaid bin Arqam, dan Anas bin Malik), Aus (Saad bin Muadz dan Usaid bin Hudair), Ans (Ammar bin Yasir), Tayy (Adi bin Hatim), Ju’afi (Bisr bin Hanzalah), dan An-Nakh’a (Zurarah bin Qais).

Klasifikasi Arab Adnaniyah3
Khuzaah, Qais, Ghatafan, Sa’d (Halimah ibu susu rasulullah dan Said bin Zaid)), Tsaqif (Urwah bin Mas’ud), Adiyy (Umar bin Khattab), Zuhrah (Abdurrahman bin Auf, Saad bin Abi Waqqas, Zubair bin Awwam, serta ibunda rasul Aminah), Umayyah (Abu Sufyan, Muawyah, dan Utsman bin Affan), Asad (Ummul Mukminin Zainab binti Jahsh), Ghifar (Abu Dzarr Jundub bin Junadah), Taim (Thalhah bin Ubaidillah), dan Quraisy (Abbas bin Abdul Mutholib, Ali bin Abi Thalib, serta Hamzah bin Abdul Mutholib).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s