The One And Only

number-one-painted

Terkadang kita dihadapkan pada sebuah jalan buntu. Langkah terhenti dan jiwa pun layu. Disaat seperti itu hati manusia mengaku meski lisan belum tentu mengucapkan. Kebutuhan akan sosok yang dapat mengayomi dan tempat untuk menyandarkan hati. Sosok yang memberi harapan disaat diri dikelilingi kegelapan.

Boleh jadi seseorang tidak mengakui adanya tuhan. Ia menyangkal sosok tuhan yang diakui agama formal atau aliran kepercayaan. Tapi apakah ia bisa menyangkal kesepian dan harapan? Kala jiwa mencari siapa yang tepat dijadikan sandaran? Seseorang bisa saja atheis, tapi coba tengok kala jiwanya menangis. Apakah ia mencari tempat menaruh harapan? Atau sekedar kawan untuk mengusir kesepian? Saat itulah ia sadar bahwa ia rentan.

Beda halnya dengan seorang mukmin. Ia pun dapat bersedih lagi kesepian. Tapi ia punya sosok yang dapat memberi harapan. Allah Robb al-alamiyn.

اللهُ الصَّمَدُ

(Allah adalah Illah yang bergantung kepada-Nya segala urusan)

Ia adalah satu-satunya. Tunduk pada-Nya segala yang ada di alam semesta. Sebagaimana yang ia tegaskan pada kita.

قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ

(Katakanlah, “Dialah Allah Yang Maha Esa”)

Kita mengatakan dalam sholat, “Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nastaiyn.” tapi rajin menaruh harapan pada yang lain. Bukankah Allah tidak suka dipersekutukan? Coba buka Al-Qur’an, betapa banyak ayat tentang larangan syirik? Pernahkan anda coba menyelidik?

Allah tidak butuh sekutu. Dan Ia tidak pernah menunjuk siapapun untuk posisi itu. Berdoalah pada-Nya langsung. Tanpa harus melalui perantara si ini dan si itu. Ketika anda katakan tidak afdhol meminta tanpa melalui perantara. Patung, pohon, atau kubur. Maka tengoklah rasulullah dan para anbiyaa’. Adakah mereka memohon pada Allah lewat perantara patung, pohon, atau kubur?

Ketika Allah menegaskan tidak patut bagi-Nya sekutu. Maka para nabi pun menegaskan hal itu. Karena kalimat tauhid berlandaskan wahyu. Adapun mempersekutukan Allah, itu berasal dari hawa nafsu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s