What Is Life For?

3

“Sebenarnya hidup itu untuk apa sih?” Tanya salah seorang kawan.

Pertanyaan itu mungkin tepat bila disampaikan seorang filsuf, namun yang bertanya bukanlah seorang kutu buku, agamis, atau filsuf. Dengan wajah kuning langsat yang serasi dengan soft lens birunya, gadis berambut coklat sebahu ini merupakan seorang yang modis. Nilai-nilai pelajarannya bagus dan performanya ketika presentasi pun bak seorang profesional. Saya lupa mobil yang dikendarainya namun kawan satu ini bekerja sebagai humas dari beberapa restaurant seafood yang semua adalah milik orang tuanya.

“What is life for?” Ulang saya. Tiada yang menyangka bahwa pertanyaan ringan kawan saya ini justru menjadi langkah awal sebuah pencarian akan makna hidup. Ya, apakah tujuan kita hidup? Apakah hanya untuk mengejar ambisi yang terpendam di hati? Ataukah hanya menjalaninya seadanya hingga ajal menghampiri? Tentu saja semua orang memiliki jawaban sendiri terhadap pertanyaan yang satu ini.

Seandainya anda tengah berada pada persimpangan jalan atau tak tahu lagi hendak kemana, jangan berhenti berharap dan jangan berputus asa. Bila orang-orang di sekitar tak lagi mampu memberi jawaban akan apa yang kita cari, maka ingatlah bahwa di atas sana ada Zat yang Perkasa lagi Maha Penyayang. Angkatlah tangan dan memohonlah pada-Nya. Jadikanlah Ia sebagai satu-satunya tempat meminta dan menggantungkan harapan. Ia adalah Allah. Dan tidaklah ada salahnya apabila anda merenungi tiga buah ayat berikut dan renungkanlah tafsirnya. Inilah ayat yang saya maksud,  Adh – Dzariyat (Angin yang menerbangkan / The Winds that scatter): 56-58 :

وَ مَا خَلَقْتُ اَلْجِنَّ وَ اَلْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُونِ. مَاٰ ِاُرِيْدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَّ مَٰا ُاُرِيدُ اَنْ يُطْعِمُوْنِ. اِنَّ اللهَ هُوَا الرَّزَاقَ ذُو القُوَّةِ الْمَتِينُ

And i have not created Jinns and men except that they should serve (worship) Me. No Sustenance do I require of them nor do I require that they should feed Me. For Allah is He Who gives (all) sustenance -Lord of Power- Steadfast (for ever)

Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat kokoh.

 

8 Comments Add yours

  1. My Surya berkata:

    “Seandainya anda tengah berada pada persimpangan jalan atau tak tahu lagi hendak kemana, jangan berhenti berharap dan jangan berputus asa. Bila orang-orang di sekitar tak lagi mampu memberi jawaban akan apa yang kita cari, maka ingatlah bahwa di atas sana ada Zat yang Perkasa lagi Maha Penyayang. Angkatlah tangan dan memohonlah pada-Nya. Jadikanlah Ia sebagai satu-satunya tempat meminta dan menggantungkan harapan. Ia adalah Allah. ”
    ….. Membaca paragraf ini, aku jadi terharu lagi, karena seriiing berada di persimpangan dalam kondisi seperti di atas. Terima kasih, jadi teringatkan lagi.

    Disukai oleh 1 orang

    1. Ryan Mayer berkata:

      terima kasih kembali bundo😀

      Disukai oleh 1 orang

  2. Ryan Mayer berkata:

    bundo ada wa kah?

    Suka

    1. My Surya berkata:

      Sekarang sekarang ini belum pakai wa- lagi Bapak Ryan 🙂 dulunya pernah ada juga. Karena alasan asalan ga install aplikasinya setelah sempat eror hp, he.

      Disukai oleh 1 orang

      1. Ryan Mayer berkata:

        siap bundo hehe =)

        Disukai oleh 1 orang

  3. My Surya berkata:

    Iyo, 🙂 samo-samo

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s