Shalat Ied di Makkah

Selesai sholat subuh kami segera bergabung dengan ribuan orang yang memenuhi jalan menuju Masjidil Haram. Nyaris tidak ada permukaan jalan yang tampak karena seluruhnya tertutupi sajadah-sajadah yang digelar jauh sebelum subuh.

kami sendiri maklum bila tidak dapat mencapai Masjidil Haram karena siapa pun yang hendak sholat disana harus sudah ada di tempat minimal tengah malam. Bahkan banyak yang menginap. Adapun kami, pukul 3.30 pagi waktu Makkah baru kembali ke penginapan setelah menghadiri undangan makan dari salah satu kawan yang tinggal di Makkah.

Pagi itu kami berempat berjuang keras mencari secuil tempat di jalan yang telah demikian sesaknya. Hati pun terus berdoa karena baik dari belakang maupun depan muncul gelombang demi gelombang manusia yang juga mencari tempat shalat.

Alhamdulillah ibu dan nenek saya mendapat tempat setelah tak lama berjalan. Umar mendapat tempat di emperan toko. Adapun saya diserang kebingungan mau kemana lagi. “ya Allah tolong beri hamba tempat untuk sholat.”

Alhamdulillah tak lama kemudian doa saya dikabulkan. Melihat ke arah kanan, sekelompok manusia bergegas menuju bukit kecil yang telah dipapas oleh alat-alat berat. Jadilah saya bergabung dengan mereka naik ke atas bukit itu.

Ternyata disana pun banyak orang yang tak mendapat tempat di bawah hingga bukit kecil yang licin dan tak rata itu pun tak kalah ramainya.

Subhanallah, meski harus menahan rasa perih karena shalat di atas hamparan batu tajam seukuran tangan namun nikmat sholat Ied pun tetap meresap ke dalam hati.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s