Zakat Fithri di Makkah

mak21.jpg

Malam itu kami berjalan menuju Masjidil Haram bersama ribuan orang lain. Di tengah jalan kami pun singgah di sebuah pos kecil yang berada dekat Zamzam Tower.

Di bangunan yang mirip jamur itu banyak sekali orang mengantre. India, Pakistan, Mesir, Indonesia; semua datang untuk membazar zakat fithri.

Di pos ini kami tidak menyerahkan makanan pokok seperti beras atau gandum; cukup serahkan 20 real Saudi yang ditukar dengan sebuah bukti pembayaran zakat.

Zakat fithri atau fithrah adalah zakat yang disebabkan oleh bolehnya makan setelah berakhirnya Ramadhan. Pertama kali diwajibkan pada tahun 2 Hijriyah bersamaan dengan perintah puasa Ramadhan.

Tujuan dari zakat ini adalah untuk menyucikan orang yang berpuasa sekaligus memberi makan orang miskin, sebagaimana yang diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas[1],

وَ عَنْ ابنِ عَبّاس رَضِيَ اللهُ عَنهُمَا قَالَ: فَرَضَ رَسُلُ اللهِ صلّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ زَكاَةَ الفِطْرِ طُهرَةً لِصَّاءِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَ الرَّفث وَ طُعْمَةً لِلمَسَاكِيْنِ، فَمَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ فهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُوْلَةٌ، وَ مَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنَ الصّدَقَاتِ. رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَابْنُ مَاجَح، وَ صَحَّهُ الحَاكِمُ.

Dari Abdullah ibnu Abbas radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithrah untuk membersihkan orang yang berpuasa dari kesia-siaan dan perkataan kotor dan memberi makan fakir miskin. Barangsiapa menunaikan zakat fitrah sebelum shalat id maka ia merupakan zakat yang diterima oleh Allah. Dan barangsiapa menunaikan setelah shalat d maka ia menjadi sedekah biasa.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah) dinilai shahih oleh Al-Hakim.[2]

Di tanah air kita masih bisa membayar zakat fitri pada subuh sebelum sholat id; adapun di Makkah sulit. Bahkan untuk masuk ke dalam Masjidil Haram pun kita harus mulai bergerak sejak tengah malam. Apabila anda melihat jalan setelah subuh maka akan anda dapati entah berapa ribu manusia telah duduk di jalan raya sepanjang satu kilometer atau lebih. Bagi yang lebih terlambat lagi maka siap-siaplah untuk sholat id di atas bukit.

Secara spesifik makanan yang dapat digunakan untuk membayar zakat fitri adalah kurma, gandum, anggur kering, atau keju. Namun demikian makanan pokok lain seperti beras pun dapat digunakan selama takarannya sesuai, wallahu a’lam. Sahabat Abu Said Al-Khudri bercerita tentang cara sahabat membayar zakat fithrah,

وَ عَن أَبِي سَعِدٍ الخُدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنهُ قَالَ: كُنَّا نُعْطِيْهَا فِي زَمَانِ النَّبِيِّ صلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ صَاعًا مِن طَعَامٍ، أَوْ صَاعًا مِن تَمْرٍ، أَو صَاعًا مِن شَعِيْرٍ، أَو صَاعًا مِن زَبِيْبٍ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ. زَفِي رِوَايَةٍ: أَو صَاعاً مِن أَقِطَ.

Dari Abu Said Al-Khudi radhiyallahu anhu, ia berkata: Kami memberikan zakat fithrah di masa Nabi shollallahu alayhi wasallam satu sha’(setara 2,75 liter) makanan, satu sha’ kurma, satu sha’ gandum, dan satu sha’ anggur kering.” (HR. Muttafaq alaihi).[3] Dalam satu riwayat, “atau satu sha’ keju.”[4]

English

Espanol

[1] Sunan Abu Dawud (no. 1609). Terdapat di Kitab Syarah Bulughul Maram bab Zakat Fithri.

[2] Abu Dawud (1609), Ibnu Majah (1827), dan Al-Hakim (1488)

[3] Bukhari (1508) dan Muslim (985)

[4] Bukhari (1506)

2 Comments Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s