Mencium Hajar Aswad

hajar aswad

Sesudah menunaikan sholat sunnah di belakang Maqam Ibrahim, kami berdelapan pun menuju Hajar Aswad. Sadar bahwa hanya dua orang saja yang masih produktif dan memiliki kemampuan fisik untuk berenang di lautan manusia, saya pun memecah rombongan menjadi dua kelompok. Pada kesempatan pertama, pak At berangkat bersama istri dan kedua orang mertuanya. Pada kesempatan kedua pak At membawa kedua orang tuanya. mereka ingin sekali mencium Hajar Aswad, namun kami sadar bahwa untuk menciumnya dibutuhkan lebih dari sekedar kekuatan fisik. Kita amat membutuhkan pertolongan Allah, maka banyak-banyaklah memohon pada-Nya karena semakin anda mendekati Hajar Aswad maka semakin sesak pula orang-orang yang seluruhnya ingin mencium batu surga tersebut.

Dibutuhkan kesabaran ekstra karena ada kalanya kita disikut atau didorong orang. Jangan marah dan jangan pula membalas. Dan yang lebih penting lagi adalah jangan mau bila tiba-tiba muncul orang yang menawarkan jasa cium Hajar Aswad. Awalnya mereka mengatakan gratis namun setelahnya anda akan dimintai bayaran yang jumlahnya bisa mencapai Rp. 1.500.000 bahkan lebih. Dan demi memudahkan anda mencium Hajar Aswad, mereka pun tidak sungkan untuk mendorong atau memukul wajah orang lain asal kliennya dapat memasukan kepala ke selubung perak yang menutupi Hajar Aswad. Kita harus ingat bahwa hukum mencium Hajar Aswad hanya sunnah sementara menyakiti sesama muslim adalah haram.

Lalu, apakah yang membuat Hajar Aswad demikian berharga hingga banyak orang yang berusaha untuk menciumnya? Rasulullah bersabda,

نَزَلَ الحَجَرُ أَلأَسْوَدُ مِنْ الْجَنَّةِ وَ هُوَ أَشَدُّ بَيَاضًا مِنْ اللَّبَنِ، فَسَوَّدَتْهُ خَطَايَا بَنِيْ اٰدَمَ.

Hajar Aswad diturunkan dari surga, saat itu warnanya lebih putih dari susu, lalu dosa- dosa keturunan Adam membuatnya berubah menjadi hitam.1

Bila kita hendak mencium Hajar Aswad maka usahakan kita telah merapat ke dinding Ka’bah saat tiba di Rukun Yamani. Dari situ berjalan terus hingga kita tiba di kumpulan orang yang saling berebut untuk mencium Hajar Aswad. Setibanya disana mengantri dan banyak-banyaklah berdoa. Apabila salah satu anggota keluarga anda mendapat kesempatan untuk memasukan kepalanya ke selubung Hajar Aswad maka anda dan anggota keluarga lainnya menjaga di sekelilingnya. Bagi anda yang tengah mencium Hajar Aswad pun jangan berlama-lama karena suka tidak suka anda akan ditarik-tarik oleh orang lain yang sudah tidak sabar.

1HR. Bukhari no.1597 dan Muslim no.1270. Sejarah Mekkah Al Mukarramah. Syaikh Shafiyur Rahman Al-Mubarak Furi, Riyadh: Darussalam, hal.65.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s