Sholat di Hijir Ismail

Hijir Ismail Makkah

Semangat keluarga pak At daam beribadah di Masjidil Haram harus diacungi jempol. Bayangkan saja, dua orang kakek dan tiga nenek sudah tidak sabar untuk shalat di dalam Ka’bah. Inginkah anda merasakan sholat di dalam Ka’bah? Bila berminat maka silakan menuju Hijir Ismail yang berbentuk seperti tapal kuda berwarna abu-abu.

Cukup mudah menemukannya karena dari Multazam anda cukup bergerak memutari Ka’bah hingga terlihat tembok abu-abu yang diatasnya terdapat lampu-lampu berkaki berwarna keemasan. Bila anda telah menemukannya maka itulah dia Hijir Ismail. Mendekatlah pada dinding Hijir Ismail hingga anda menjumpai kumpulan orang yang berusaha memasuki pintu masuk kecil yang hanya mampu dilewati oleh maksimal dua orang. Tunggulah dengan sabar hingga anda mendapat kesempatan untuk memasukinya.

Begitu anda telah berada di dalam Hijir Ismail maka carilah tempat untuk sholat namun jangan mengharap sebuah tempat yang lapang karena seringkali kita harus ruku’ di atas pundak orang karena demikian sempitnya tempat itu. Selesai sholat dua rakaat maka segeralah keluar dan jangan terlampau lama berdoa karena baik untuk memasuki atau keluar darinya membutuhkan upaya yang sungguh-sungguh. Tidak perlu heran bila wajah dan tubuh anda dipenuhi keringat sementara baju anda yang tadinya rapih menjadi lecek karena desak-desakan. Nikmati saja, karena itulah konsekuensi yang harus kita terima untuk sholat di dalam Ka’bah.

Lalu apa yang dimaksud sholat di Hijir Ismail sama dengan sholat di dalam Ka’bah? Jawabannya dapat kita temukan dalam sebuah hadits yang bercerita tentang keinginan Ummul Mukmini Aisyah untuk sholat di dalam Ka’bah. Rasulullah memenuhi permintaan istrinya dengan bersabda,

أُدْخُلِي الْحِجْرَ، فَإِنَّهُ مِنَ الْبَيْتِ

Masuklah ke dalam Hijir, karena ia masih bagian dari Baitullah.1

Pada awalnya Nabi Ibrahim dan putra beliau -Nabi Ismail- membangun Ka’bah dengan bentuk persegi panjang dan bukannya kotak seperti yang kita saksikan saat ini. Beberapa abad kemudian terjadi banjir bandang di Makkah yang menghancurkan beberapa bagian Ka’bah hingga kaum Quraisy pun berinisiatif untuk merenovasinya. Mereka pun mengumpulkan uang dari perniagaan yang halal namun jumlahnya hanya cukup untuk membangun dua pertiga bagian saja. Seandainya mereka mengikutsertakan uang haram maka jumlahnya akan cukup untuk melakukan renovasi total; namun mereka tidak ingin memperbaiki Baitullah menggunakan uang haram. Maka dibangunlah Ka’bah dengan mengorbankan bagian hijir ismail. 

1HR. Nasa’i no. 2914. Sejarah Mekkah Al Mukarramah. Syaikh Shafiyur Rahman Al-Mubarak Furi, Riyadh: Darussalam, hal.81.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s