Iltizam

Setelah puas mencium Hajar Aswad, Pak At dan keluarganya tidak sabar untuk sampai di Multazam. “Ayolah kita ke pintu Ka’bah tu.” kata ayah Pak At dengan logat Melayunya yang kental.

Seperti halnya Hajar Aswad, Multazam yang berada di antara batu surgmultazam.jpga dan Pintu Emas juga ramai dikerumuni manusia. Jangan harap kita dapat seenaknya melakukan iltizam atau menempelkan pipi dan tubuh disana. Orang saling berebut dan apabila telah iltizam mereka pun larut dalam doa yang disertai isak tangis. Kita harus memaklumi perbuatan mereka karena  doa yang dipanjatkan di Multazam insya Allah cepat dikabulkan.

Melakukan iltizam sendiri merupa
kan satu bagian dari meneladani perbuatan Rasulullah dan para sahabat beliau yang mulia demikian pula para ulama. Dalam Sunan Abu Daud diriwayatkan bahwa Abdurrahman bn Abu Shafwan berkata, “Saat Rasulullah menaklukan kota Mekkah, aku keluar dan melihat Rasulullah dan para sahabat keluar dari Ka’bah. Mereka menyentuh sudut dari pintu Ka’bah sampai ke Hathim (ruang antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah), menempelken pipi mereka ke Ka’bah, dan Rasulullah berada di tengah-tengah mereka.”1

1Diriwayatkan oleh Abu Daud no. 1898. Sanadnya termasuk Yazid bin Ziyad Al Hashimi yang dinilai dhaif, tetapi selain ia para perawinya tsiqah, beberapa riwayat saat digabung menjadikannya kuat. Sejarah Mekkah Al Mukarramah. Syaikh Shafiyur Rahman Al-Mubarak Furi, Riyadh: Darussalam, hal.81.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s