Larangan-larangan saat berihrom

mak12

Ibadah haji dan umrah memiliki rukun dan larangan yang seluruhnya penting untuk diperhatikan. Larangan-larangan tersebut mulai berlaku sejak jamaah mengenakan pakaian ihrom di miqot yang telah ditentukan. Adapun larangan-larangan tersebut adalah:

  1. Rofats atau berbicara mesum yang mengarah pada percumbuan dan persetubuhan. Hal ini berdasarkan hadits rasulullah yang artinya: مَنْ حَجَّ هَذَا لبَيْتَ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ اُمُّهُ“Barang siapa mengerjakan ibadah haji ke rumah ini (Baitullah, Ka’bah yang mulia), lalu ia tidak rafats (berkata kotor, berkata kepada yang membawa pada persetubuhan atau bersetubuh disaat irham) dan tidak berbuat kefasikan (berbuat pelanggaran, maksiat dan caci maki), maka ia kembali (sesudah haji), sebagaimana ia dilahirkan oleh ibunya.1
  2. Berhubungan suami istri.
  3. Berbuat fasik atau tindakan-tindakan yang melanggar syariat.
  4. Mengenakan wangi-wangian seperti parfum dan sabun baik pada tubuh atau kain ihrom setelah melafadzkan niat umroh / haji.
  5. Sengaja mencabut rambut dan bulu-bulu tubuh serta menggunting kuku.
  6. Mengenakan sepatu atau sandal yang menutupi mata kaki atau kaus kaki bagi pria.
  7. Sengaja menutup kepala baik menggunakan topi, kain, dan koran. Sebaliknya, seorang wanita justru tidak boleh membuka hijabnya di depan umum.
  8. Mengenakan pakaian berjahit yang memiliki pola seperti celana, baju, celana dalam, serta kaus kutang.
  9. Melamar, menikah, dan menikahkan orang lain sebagaimana yang tertera dalam hadits yang diriwayatkan oleh Utsman bin Affan yang artinya, وَ ءَنْ عَسْمَانَ بْنِ ءَفَانَ، اَنَ رَسُلَ الله قَالَ: لَايَنْكِحَ الْمُحْرِمُ وَلَ يُنْكِحُ، وَلَ يَخْطُبُ.“Bahwa Rasulullah berkata, “Orang yang berihrom tidak boleh menikah, tidak boleh menikahkan, dan tidak boleh meminang.2
  10. Berburu dan menyuruh orang lain berburu untuknya. Hal ini sebagaimana yang tertera dalam hadits yang artinya: وَ صَنْ اَبِي قَتَادَةَ اَلاَنْصَارِيً، فِي قِصَةِ صَيدِهِ الْحِمَارَ الْوَححْشِيَّ وَهُوَغَيْرُ مُحْرِمِ قَالَ:فَقَالَ رَسُولَ اللهِ لاَصْحَابِهِ وَ كَانُوا مُحْرِمِينَ: هَلْ مِنْكُمْ اَحَدٌ اَمَرَهُ اَو اَشَارَ اِلَيْحِ بِشَيْءٍ؟ قَلُو: لاَ. قَالَ: فَكُلُوا مَا بَقِيَ مِنْ لَحْمِهِ.“Dari Abu Qatadah Al-Anshari tentang kisahnya berburu keledai liar ketika dia berihram. Dia berkata: “Rasulullah bersabda kepada sahabat-sahabatnya ketika mereka berihram, apakah di antara kalian ada menyuruhnya atau memberi isyarat kepadanya untuk berburu?” mereka berkata, “Tidak.” Beliau bersabda, “Makanlah sisa dagingnya.” Mutafaq Alaih.3

Panduan Manasik Haji & Umrah, Ustadz. Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Jakarta: Pustaka Imam Syafii, 2010, hal. 31-32, diriwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah.

Bulughul Maram, Al-Asqalani, Al-Hafidz Ibnu Hajar, Jakarta: Pustaka As-Sunnah, cetakan 1 Desember 2007, hal. 357

Ibid, hal. 357.

English

Spanish

2 Comments Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s