Tiba di Madinah

 

raudhah 2

Sesampainya di Madinah bus kami segera meluncur ke hotel yang telah ditentukan. Para jamaah pun dipersilakan untuk menuju lobby hotel untuk mendapatkan kunci kamar masing-masing. Selagi panitia membagikan kunci kamar, para porter hotel menurunkan koper dan mengumpulkannya di tempat yang telah ditentukan. Setelah mendapatkan kunci kamar masing-masing maka para jamaah dipersilakan untuk mengambil koper lalu membawanya ke kamar masing-masing.

Kegiatan yang rutin dilakukan oleh para jamaah umroh selama berada di kota Madinah adalah mengunjungi Masjid Nabawi, berziarah ke Raudhah, menziarahi makam Rasulullah, serta berziarah ke makam Baqi. Dalam dunia haji-umroh, rangkaian ziarah tadi disebut ziarah dalam yang artinya ziarah di dalam areal Masjid Nabawi.

Para jamaah disarankan untuk memperbanyak sholat di Masjid Nabawi karena Rasulullah mengatakan bahwa satu sholat disana lebih utama 1000 kali lipat dibanding sholat di masjid-masjid lainnya,

صَلَاةٌ فِيْ مَسْجِدِي هٰذَا أَفْطَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيْمَا سِوَاهُ إِلَّ الْمَسْجِدَ الْحرَامَ.

Satu shalat di masjidku lebih afdhal daripada seribu shalat di Masjid yang lain, kecuali    Masjidil Haram.”[1]

 

Terdapat satu buah ibadah lain yang tidak akan pernah kita dapatkan dimanapun kecuali di Masjid Nabawi, yaitu sholat sunnah di Raudhah. Lalu apa itu raudhah?

Bila anda memasuki Masjid Nabawi maka berjalanlah menuju suatu bagian Masjid yang nyaris tidak pernah sepi. Pertama-tama anda akan melihat sejumlah orang yang tengah duduk atau shalat sunnah lalu kemudian tampaklah manusia dalam jumlah besar yang tengah mengantri. Ikutlah mengantri dan bersabar karena semua yang mengantri disana hendak menuju tempat yang sama yaitu Raudhah. Biasanya antrian dibagi menjadi beberapa kelompok yang dipisahkan oleh pagar putih dari kain dan dijaga oleh para askar berseragam hijau kekuningan. Para polisi ini kemudian akan memberikan wejangan singkat agar kita tidak berebutan atau menyakiti sesama muslim yang sama-sama hendak ke Raudhah.

Semakin dekat Raudhah semakin anda dapat melihat orang-orang shalat diantara mimbar putih Rasulullah yang menjulang tinggi ke langit-langit masjid dan bekas rumah nabi yang kini menjadi makam beliau. Perhatikanlah bahwa orang-orang yang anda saksikan tadi sholat di atas karpet berwarna hijau sementara anda berdiri di atas karpet warna merah.

Ketika orang-orang tadi telah menyelesaikan sholat maka para askar akan mengosongkan Raudhah sementara rombongan yang sesudahnya bersiap untuk lari ke Raudhah. Para askar akan kembali mengingatkan agar tidak saling berebutan dan sesudahnya membuka pagar kain tadi. Disini anda harus hati-hati karena semua orang berlari ke arah yang sama. Tidak usah heran bila anda terdorong kesana-kemari atau terjatuh. Begitu menginjak karpet hijau maka sholatlah karena anda telah berada di Raudhah. Rasulullah bersabda,

 

مَا بَيْنَ بَيْتِي وَ مِنْبَرِي رَوضَةٌ مِنْ رِيَاضِ اَلْجَنَّةِ

Di antara rumahku dan mimbarku ada sebuah taman dari taman-taman Surga.

Selesai sholat, keluarlah dari Raudhah menuju pintu keluar masjid yang berada di sebelah kiri Raudhah. Disana akan anda jumpai sebuah bangunan yang ditutupi pintu berwarna keemasan sementara para askar yang menjaganya berulang-ulang meminta para jamaah yang lewat untuk tidak memfoto atau merekamnya. Para askar juga akan melarang orang-orang yang berdoa seraya menghadap atau mengangkat tangan ke arah bangunan tersebut karena haram hukumnya berdoa menghadap kuburan, apalagi kuburan itu membelakangi kiblat. Lalu mengapa para askar itu melarang perbuatan orang-orang tadi? Jawabannya karena tempat itu merupakan makam Rasulullah dan kedua orang sahabatnya, -Abu Bakar As-Shiddiq dan Umar bin Khattab-. Ketika melintasinya kita cukup mengucapkan اَسَّلَامُ عَلَيْكُم يَا رَسُوْلُ اَللهِ وَ رَحْمةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ، اَسَّلَامُ عَلَيْكَ يَا اَبَا بَكْرٍ، اَسَّلَامُ عَلَيْكَ يَا عُمَرُ tanpa mengangkat tangan, merendah-rendahkan diri, atau berdoa seraya menghadap makam.

 

Ziarah Luar

Selain ziarah dalam, para jamaah juga akan diajak untuk mengikuti program ziarah luar yang mencakup kunjungan ke Masjid Quba’, Kebun Kurma, serta Bukit Uhud. Dalam perjalanan pulang insya Allah kita akan melewati Masjid Qiblatain dan Masjid Sab’ah. Ada pula program tambahan (di luar jadwal yang ditentukan travel) berupa kunjungan ke Peternakan Unta, Jabal Magnet, atau Percetakan Al-Qur’an. Para jamaah dipersilakan untuk menentukan apakah berminat untuk mengikuti program tambahan (dikenakan biaya sekitar 20 Saudi Real/jamaah) atau tidak.

Pada hari dilangsungkannya ziarah luar, para jamaah diminta untuk berkumpul di lobby jam tujuh pagi dalam keadaan telah berwudhu. Untuk apa berwudhu? Jawabannya untuk menaati perintah Rasulullah tentang Masjid Quba’,

مَنْ تَطَهَّرَ فِيْ بَيْتِهِ ثُمَّ أَتَى مَسْجِدَ قُبَاءٍ فَصَلَّى فِيْهِ صَلَاةً كَانَ لَهُ كَأَجْرِ عُمْرَةٍ

Barang siapa berwudhu di rumah (penginapan)nya, lalu ia datang ke Masjid Quba’ dan shalat di sana, maka bagnya sama dengan pahala umrah.[2]

Ditulis oleh: Abu Iysa Ryan Mayer

 

[1]     Shahih. HR. Muslim (no.1394). Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas dan Ustadz Mubarok bin Mahfudh Bamualim, Lc dalam Panduan Manasik Haji & Umrah Berdasarkan al-Qur’an dan as-Sunnah dan Pemahaman as-Saafush Shalih, hal. 156.

[2]     Shahih. HR. Ibnu Majah (no. 1412) dan lainnya. Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas dan Ustadz Mubarok bin Mahfudh Bamualim, Lc dalam Panduan Manasik Haji & Umrah Berdasarkan al-Qur’an dan as-Sunnah dan Pemahaman as-Saafush Shalih, hal. 159.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s