Keberangkatan

sukarno_hatta_airport_-_terminal_-_jakarta_-_indonesia-1

“Makasih pak.” Kata saya pada pak supir yang telah menurunkan koper dari bagasi.

Seraya menutup pintu bagasi, sosok berkacamata tebal itu menjawab, “Sama-sama pak.”

Setelah mengambil troli yang baru saja ditinggalkan penggunanya, saya pun menuju titik berkumpul jamaah travel kami. Ternyata disana telah menunggu para jamaah yang mengenakan pakaian khas travel kami; ada yang berfoto bersama keluarga, ada yang menelepon entah siapa, ada yang sekedar duduk, dan ada pula yang bengong.

Bersama mereka tampak beberapa orang porter berseragam merah muda yang tengah menumpuk koper-koper jamaah ke atas troli. Ketika saya datang, salah satu dari mereka mengucapkan salam dan menanyakan apakah koper saya mau dimasukkan ke bagasi juga? Saya menggeleng dan menjelaskan bahwa kali ini saya akan bawa masuk koper ke kabin. Apalagi kali ini saya membawa koper baru yang baik warna dan ukurannya berbeda dengan koper travel.

Beberapa saat sebelum check-in, panitia mulai sibuk mengumpulkan jamaah yang terpencar kesana-kemari. Sesi briefing pun dimulai dan seperti biasa pada saat inilah saya diperkenalkan kepada para jamaah yang sebagian telah saya jumpai saat manasik.

Setelah tausiyah singkat, passport dan tiket pesawat pun dibagikan. Setelah itu panitia memandu para jamaah ke boarding room namun entah kenapa pasti ada saja jamaah yang terambat. Nah, salah satu tugas tidak resmi saya adalah menunggu mereka yang terlambat. Entah kenapa, sebagian jamaah yang ‘ngeh’ kalau saya tidak turut masuk bersama mereka ke ruang tunggu pun buru-buru balik badan untuk minta foto bersama, alasannya lucu dan amat menggelitik “Biar disana (di tanah suci) bisa ngenalin pembimbingnya.” Setelah berfoto dan minta nomor telepon, mereka pun kembali ke dalam barisan dan mulai mengantri untuk pemeriksaan paspor. (Bagi anak-anak, lansia, atau jamaah yang mudah lupa untuk menitipkan passportnya kepada wali masing-masing).

Sesampainya di  ruang tunggu keberangkatan, para jamaah dipersilahkan untuk duduk di bangku-bangku yang disediakan atau bagi yang ingin menggunakan toilet pun diperbolehkan. Biasanya waktu ini digunakan para jamaah untuk menanyakan berbagai hal mengenai umroh dan keadaan di tanah suci.

Begitu pengumuman untuk masuk pesawat dikumandangkan para jamaah dan pembimbing masing-masing dipersilakan untuk memasuki pesawat dan mencari tempat duduk masing-masing dengan cara melihat tiket (misalnya A04) atau bertanya pada pramugari. Apabila tempat duduk kita terpisah dengan keluarga maka tetaplah duduk di kursi yang sesuai tiket hingga pesawat telah terbang dengan stabil. Jangan bertukar tempat duduk sebelum sebelum lampu tanda keamanan dimatikan dan ada izin dari pramugari.

Perjalanan antara Jakarta dan Jeddah insya Allah ditempuh dalam waktu sembilan jam dimana para jamaah dapat mengisi waktu dengan istirahat, membaca Al-Qur’an, membaca buku-buku agama, dan lain-lain. Pada bulan-bulan selain Romadhon, pihak maskapai menyajikan makanan dua kali adapun di bulan Romadhon hal itu akan dikembalikan pada kebijakan maskapai. Kami menyarankan para jamaah agar banyak berdoa karena doa pada waktu safar maqbul sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah,

ثَلَاثُ دَعَوَات مُسْتَجَابَاتِ لَا شَكَّ فِهِيْنَّ: دَعْوَةُ المَظْلُمٍ، وَ دَعَوْةُ الْمُسَافِرِ، وَ دَعَوْةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَادِهِ.

“Tiga waktu diijabah(dikabulkan) do’a yang tidak diragukan lagi yaitu: (1) do’a orang      yang    terzholimi, (2) do’a seorang musafir, (3) do’a orang tua pada anaknya.” (HR. Ahmad 12/479 no. 7510, At-Tirmidzi 4/314 no. 1905, Ibnu Majah 2/1270 no. 3862. Syaikh    Al Albani menghasankan hadits ini).[1]

Sesampainya di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, para jamaah menuruni pesawat menuju ruang tunggu (biasanya menggunakan bus khusus yang tidak dikenakan biaya). Setibanya di ruang tunggu para jamaah berkumpul lalu bersama-sama menuju counter imigrasi untuk pemeriksaan passport. Terkadang passport seseorang tidak bisa discan hingga harus diadakan foto ulang. Apabila anda mengalami hal ini maka jangan panik dan ikuti saja perintah si petugas dan banyak-banyaklah berdoa. Insya Allah semua jamaah akan mendapat izin untuk masuk ke Jeddah hanya saja ia harus mengikuti proses foto ulang dan scan sidik jari yang seluruhnya diadakan di tempat yang sama.

Tujuan berikutnya adalah conveyor tempat para jamaah mengambil koper masing-masing. Setelah koper masing-masing ditemukan maka kita akan bersama-sama keluar dari bandara menuju tempat yang telah ditentukan. Insya Allah petugas handling kami akan menunggu disana dan mengurus koper-koper para jamaah. Apabila waktu sholat telah tiba maka para jamaah dapat menggunakan mushola-mushola bandara untuk menunaikan sholat dan setelah itu kita akan memasuki bus untuk berangkat ke Madinah.

Jarak antara kota Jeddah dan Madinah kurang-lebih 450 KM dan insya Allah akan ditempuh dalam waktu enam jam. Insya Allah makan malam / berbuka akan dibagikan di dalam bus dan para jamaah dapat beristirahat selama perjalanan berlangsung.

Kota Jeddah sendiri merupakan kota kedua terbesar dan tersibuk di Kerajaan Saudi Arabia setelah Riyadh. Di kota ini terdapat beberapa pusat perbelanjaan yang rutin dikunjungi para jamaah umroh dan haji yang hendak pulang ke tanah air.

Meskipun bukan kota suci namun Jeddah memiliki peran penting dalam sejarah Islam tepatnya pada tahun 1517 M. Pada saat itu armada laut Portugis hendak menaklukan kota Jeddah yang merupakan pintu masuk kota suci Makkah dari arah barat. Tujuan Portugis kala itu adalah untuk melanjutkan perang salib dari Semenanjung Iberia, India, dan Asia Tenggara menuju dua kota suci. Dengan pertolongan Allah, angkatan laut Daulah Utsmaniyah yang berada di Laut Merah pun dapat memukul mundur Portugis.

Begitu bus telah mendekati pintu masuk kota Madinah maka pembimbing atau muthawwif akan memberikan pengarahan pada para jamaah tentang keutamaan-keutamaan kota Madinah, nama hotel yang akan kita tempati, serta jadwal acara selama berada di kota itu. Ahlan wa Sahlan, selamat datang di kota Rasulullah.

 

[1]     https://rumaysho.cm/1675-doa-saat-safar-doa-yang-mustajab.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s